Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
76


__ADS_3

Beberapa hari berlalu setelah kejadian ditoilet. Ara semakin terkenal semenjak Ara digandeng Satria disekolah. Dan semenjak kejadian itu kini Ara dan Satria selalu berangkat dan pulang bersama tanpa sembunyi sembunyi. Kepalang tanggung kata Ara. Bahkan ketika mereka dikantin, Satria, Alvin dan Dion selalu ikut bergabung bersama Ara dan Alia. Mengukuhkan bahwa Ara dan Alia adalah orang dari Satria, tidak ada yang boleh mengganggu mereka. Ancaman Dion memang berhasil, terbukti tidak ada lagi yang berani membully atau mengancam Ara. Hanya saja tetap bibir jahat mereka selalu berbicara. Ara dan Satria tidak pernah menanggapi gosip yang santer terdengar tentang mereka. Namun Alia dan Dion lah yang sering kesal dengan mulut rombeng murid-murid disekolahnya yang mengatakan bahwa Ara cewek penggoda, pelakor, bahkan ada yang mengatakan bahwa Ara membuat hancur hubungan Satria dengan putri kedua keluarga wiguna alis pacar Satria. Mereka tidak tahu saja bahwa yang mereka bicarakan itu adalah orang yang sama.


Disisi lain Angel marah mendengar kedekatan Satria dan Ara. Dia mengurung diri dikamar, ingin sekali ia pergi kesekolah dan menjambak Ara namun ia sudah beberapa hari tidak sekolah setelah kejadian dikaroke itu. Angel awalnya tidak menanggapi gosip yang beredar disekolah. Tapi setelah melihat bukti foto kedekatan Satria dengan Ara yang dikirim oleh Sisil ia menjadi hilang kendali.


"Argh... Sialan kamu Satria!. Apa yang kurang dari ku!. kenapa kamu tidak bisa melihat ketulusanku. Apa lebihnya wanita-wanita itu dibanding aku!" Angel membanting semua barang yang ada didepannya.


"Kemana dia. Kenapa dia diam saja!. Kenapa dia belum juga mengeluarkan video itu." Angel mengacak-ngacam rambutnya prustasi


"Argh...hiks hiks hiks" Angel menangis tersedu-sedu sembari menatap sebuah foto yang ia ambil secara diam-diam. Foto Satria yang tengah tersenyum bersama kedua sahabatnya


"Kamu kejam Satria!. Aku akan menghancurkanmu. Jika aku tidak bisa memilikimu maka tidak ada satu wanita pun yang bisa!"


Angel menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur setelah membuat kamarnya hancur berantakan. Angel meraih handphone nya dan menghubungi Renaldi.


Tut...


Tut...


"Hallo" Ucap Renaldi disebrang sana


"Lo udah dengar berita disekolah?" Tanya Angel


"Ya tentu"


"Kenapa lo belum juga mengeluarkan video itu. Gue udah gak sabar melihat Satria hancur"


"Hancur?" Ucap Renaldi bingung


"Iya gue bakalan ngehancurin dia. Kalau gue gak bisa dapetin dia maka tidak ada satu orang pun yang bisa!"


"Hahahahaha. Baiklah gue bakalan bantu lo"


"Gue mau buat dia tidak diinginkan lagi!"


"Ok. Apa rencana lo?"


"Sebarin dulu video itu. Buat citranya buruk. Lalu gue bakalan buat dia terpuruk sampai tidak ada yang menginginkannya" Angel tersenyum smirk


"Ok besok gue keluarin"


...----------------...


Drtt...

__ADS_1


Drtt...


Drtt...


Bunyi handphone Ara dan Satria saling bersautan. Membuat tidur pasangan muda ini terganggu. Ara meraba -raba sisi bantalnya mencari handphone begitu pula dengan Satria. Saat mereka akan menerima panggilan itu, sambungan panggilannya dimatikan. Ara dan Satria secara bersamaan duduk dan menyender disenderan tempat tidur. Mereka pun memeriksa daftar panggilan.


"Ya ampun 50 panggilan tidak terjawab" Teriak Ara kaget


Satria menoyor kepala Ara "Berisik!" Ucap Satria


"Ada apa ini, kenapa mereka menghubungiku pagi-pagi" Batin Satria melihat daftar panggilan dari Dion dan Alvin


"Ih lihat lihat" Ucap Ara sembari menyodorkan handphone nya. Satria melirik handphone Ara sebentar.


"Aku juga sama tuh lihat" Satria menyodorkan handphonenya pada Ara


Ara melihat daftar panggilan dihandphone Satria yang ternyata lebih banyak daripada dirinya.


"Wah ternyata lebih banyak. Ada apa sih?. Kok mereka menelepon kita pagi-pagi" Tanya Ara


"Gak tahu"


Lalu tiba-tiba handphone Satria berbunyi


"Ada apa Ayah telepon pagi-pagi" Ucap Ara pelan dan Satria menggeleng


Satria menerima panggilan dari Ayah Heru.


"Assalamualikum Yah"


"Waalaikumussalam" Jawab Heru ketus


"Ada apa Yah" Ara menempelkan telinganya dekat handphone Satria


"Ada apa kamu bilang!. " Satria menjauhkan handphone dari telinganya. "Lihat perbuatan mu!. Kamu bilang bisa menyelesaikannya sendiri tapi apa!. Apa yang akan kamu katakan pada mertua mu!" Teriak Heru dari sebrang telepon


"Maaf Yah. Tapi apa yang sebenarnya terjadi"


"Lihat saja handphone mu!. Namamu sekarang masuk pencarian utama di internet!" Lalu Heru mematikan sambungan teleponnya setelah mengatakan itu.


Satria menurunkan handphone nya dan termenung.


"Apa berkaitan dengan video itu. Aku kira hanya akan dimuat diforum sekolah, tapi ternyata bukan" Batin Satria

__ADS_1


Ara yang mendengar perkataan mertuanya langsung membuka aplikasi berita online. Ara membulatkan matanya, mulutnya ternganga lalu ia melirik sekilas Satria yang termenung. Sungguh Ara terkejut membaca judul berita tentang Suaminya yang berjudul SATRIA PEWARIS ADITHAMA GRUP MELAKUKAN PELECEHAN. Lalu Ara membuka berita itu dan membacanya.


Seorang siswa SMA bernama Satria melakukan pelecehan ditoilet terhadap teman sekolahnya. Di ketahui bahwa Satria adalah satu satunya pewaris Adithama grup yang sekarang merajai dunia bisnis tanah air. Pelecehan itu terekam CCTV ditempat hiburan ternama dikota J. dan Bla bla bla...


Berikut ini video CCTV yang sudah tersebar luas.


Ara memutar video itu. Ia menutup mulutnya dengan tangan.


"Sa Satria" Panggil Ara terbata bata


Satria melirik Ara tanpa bicara sepatah katapun lalu ia merebut handphone yang berada ditangan Ara. Melihatnya sekilas lalu meletakkannya. Satria menatap Ara dalam dan mereka saling menatap.


"Jangan percaya" Itulah kata-kata yang terucap dari mulut Satria


Satria meraih pinggang Ara dan memeluknya.


"Jangan pernah percaya apapun yang tertulis diberita dan video itu. Kamu adalah satu satunya orang yang harus percaya padaku. Jika orang lain mengaggapnya benar, kamu satu-satunya orang yang harus mengaggap semua itu bohong" Ucap Satria


"Aku tahu. Aku percaya padamu. Walau semua orang meragukan dirimu. Aku percaya bahwa itu tidak benar" Satria semakin mengeratkan pelukannya dan Ara membalas pelukan Satria sembari mengusap-ngusap punggungnya memberikan ketenangan.


"Kau kan melakukannya bersama ku malam itu. Hehe" Ara melepaskan pelukannya


Satria menjepit hidung Ara


"Aw aw sakit" Ucap Ara mencoba melepaskan tangan Satria


"Apa kau menggoda ku" Ucap Satria


"Ich siapa yang menggoda" Ara mencibir


"Lalu kenapa mengingatkan malam bergairah itu pada ku" Satria menaik turunkan Alisnya


"Gak" Ucap Ara lalu turun dari tempat tidur dan berlari kekamar mandi


Satria menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri yang sangat ia cintai itu. Lalu ia mengambil handphone nya dan menghubungi Dion


"Hallo" Jawab Dion disebrang telepon


"Lo sudah dapat apa yang gue mau"


"Sorry Sat gue belu dapat. Tapi gue lagi berusaha."


"Ok nanti kita bicara lagi" Ucap Satria saat mendengar decitan pintu kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2