
Ara dan Alia berkeliling mall. Keluar masuk toko lalu makan dan berkeliling lagi seperti anak remaja pada umumnya. Ara tidak membeli banyak barang. Yang dibelinya hanya beberapa buku novel dan baju tidur couple dengan Alia
"Ra, kita beli es krim yuk?" Ajak Alia sambil menunjuk gerai eskrim
"Ayo"
Mereka berjalan menuju gerai es krim dan membelinya. Setelah membelinya mereka duduk di meja yang sudah disediakan. Saat Ara menikmati eskrimnya suara HP nya berbunyi lalu Ara membukanya.
Ting...
Pangeran Es
"Sudah selesai?"
Ara
"Udah sih"
Pangeran Es
"Aku jemput sekarang"
Ara
"ok"
Ara meletakan kembali HP nya. Lalu melanjutkan memakan eskrim.
"Siapa? Penggemar rahasia mu?" Tanya Alia
" Hehehe" Ara cengir
"Wah kalau gitu aku bakalan dapet berita heboh nih. Hahaha" Ara mencebikan bibirnya
" Dasar bigos!"
" Pacar kamu udah OTW Ra?" Dijawab anggukan oleh Ara
"Ganteng gak?" Tanya Alia antusias
" Ya ganteng lah kan dia cowok. Masa dibilang cantik" Alia memutar mola matanya jengah.
" Aku serius tahu!"
" Iya ganteng banget malah" Jawaban Ara membuat mata Alia berbinar
" Wah beneran!" Dianggukin Ara " Lebih ganteng dari Satria?"
__ADS_1
" Kurang lebih sama lah. Hehe"
" Gimana ceritanya kalian ketemu?" Alia sangat Antusias mengorek kisah cinta Ara
" Kita ketemu pas ada acara keluarga" Jawab Ara " Memang benar kan aku gak bohong" Batin Ara
" Trus trus gimana dia nembak kamu Ra?"
" Dia gak pernah nembak aku".Alia terkejut sekaligus bingung
" Kamu tuh gimana sih Ra. Kalian pacaran kan? Tapi kok dia gak nembak kamu, apa jangan jangan malah kamu yang nembak dia?"
" Gila aja aku nembak cowok. Kemanain harga diri aku sebagai cewek kalau aku nembak dia"
" Trus" Alia sangat pernasaran.
" Ah pokoknya kita pacaran !. Titik gak pake koma" Jawab Ara yang juga bingung mau menjawab apa.
" Ah gak asik kamu Ra" Alia cemberut
" Diasikin aja lah" Jawab Ara malas
Ting...
Suara pesan masuk ke HP Ara. Ara langsung melihat pesan yang masuk. Seketika Ara tersenyum tanpa sadar ketika yang mengirim pesan adalah Satria.
Pangeran Es
Ara
" Aku kedepan sekarang"
Pangeran Es
"Ok"
Setelah membaca pesan dari Satria Ara memasukan HP nya kedalam tas.
"Pasti dari pacar kamu ya?" Dan dianggukin Ara
" Ayo kita pulang. Aku antar"
" Gak usah lah, aku gak mau jadi obat nyamuk. Hahaha" Alia tertawa
" Gak, Ayo?"
" Ok lah kalau pacar kamu tidak keberatan" Alia pasrah
__ADS_1
" Gak bakalan dia mah. Percaya deh"
Mereka pun memutuskan untuk turun dan menghampiri Satria.
Satria melihat Ara menghampirinya bersama Alia. Ia mengerutkan keningnya.
"Apa dia tidak takut ketahuan Alia? Bukannya Dia yang sangat takut ketahuan berhubungan dengan ku!" Gumma Satria
" Dia benar-benar aneh" Lanjutnya
Satria memghembuskan nafasnya kasar saat Ara dan Alia semakin dekat. Satria lalu menyambat hodie miliknya, lalu memakai topi dan kaca mata. Supaya tidak dikenali Alia.
Ara membuka pintu belakang mobil lalu duduk dibelakang bersama Alia. Satria menghembuskam nafasnya kesal.
"Duduk didepan Ra!" Satria mengatakannya dengan nada tidak ingin dibantah. Ara mendengus lalu melirik Alia. Alia yang tahu maksud Ara mengaggukan kepalanya tanda Ara harus nurut ucapan Satria.
Ara keluar dari pintu sebelah kanan lalu berjalan memutari mobil untuk bisa duduk didepan bersama Satria.
Satria menjalankan mobilnya menuju rumah Alia. Sebelumnya Ara sudah memberitahu alamat rumah Alia. Sepanjang jalan tidak ada yang mengeluarkan suaranya, hening. Dan selama itu pula Alia terus saja memperhatikan Satria. Alia merasa sangat penasaran. Pasalnya Satria berpenampilan tertutup, sampai wajahnya pun sulit dilihat.
Satria fokus menjalankan mobilnya walau ia tahu bahwa Alia memperhatikannya. Sedangkan Ara merasa kesal sendiri karena Alia terus saja memperhatikan Satria. Akhirnya mobil Satria berhenti disebuah rumah dengan pagar menjulang tinggi. Bisa dilihat bahwa Alia dari keluarga berada. Walaupun rumah Alia cukup mewah. Tapi tidak semewah rumah Ara apalagi Satria.
" Ara dan pacarnya Ara terima kasihnya udah nganterin aku sampe rumah." Satria hanya mengagguk sebagai jawaban.
" Iya sama-sama" Jawab Ara
" Kalian gak mampir dulu?"
" Gak ah udah mau malam" Jawab Ara
Alia pun turun dari mobil. Setelah Alia turun dari mobil, Satria langsung menjalankan mobilnya menuju apartmen mereka. Ara melihat Alia melambaikan tangannya lalu pergi masuk kedalam rumahnya.
" Mau makan dulu?" Tanya Satria memecahkan keheningan
Ara melirik Satria lalu menatapnya. Satria yang sadar melirik Ara sebentar lalu tersenyum.
" Kenapa?. Aku tampan kan!"
" Ih nyebelin" Ara langsung memalingkan wajahnya menatap keluar jendela mobil. Sebenarnya Ara malu karena ketahuan menatap Satria
" Mau makan dulu atau langsung pulang?"
" pulang aja lah, nanti pesan aja makanan mah"
" Ok"
Maaf ya pendek, semoga kalian terhibur
__ADS_1