Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
61


__ADS_3

"Ayo Ra" Alia menarik Ara keluar. Ara melirik Satria bingung dengan apa yang terjadi. Namun Satria hanya diam.


"Al. Tungg Al, Apa yang terjadi sebenarnya. Lepasin dulu Al. Al.!" Ucap Ara.


"Eh tunggu Al kamu salah paham!." Teriak Dion


Dion ingin mengejar Ara dan Alia namun dihentikan oleh Satria.


"Jangan dikejar, biarkan saja" Ucap Satria.


Dion dan Alvin mengerutkan keningnya lalu memandang Satria. Mereka bingung mendengar apa yanh di ucapan Satria.


"Loh kok gitu Sat" Ucap Alvin


"Iya. Lo kok aneh sih!. kalau gue jadi lo, gue bakalan kejar Alia biar gak ada salah paham kaya gini" Ucap Dion menggebu-gebu


Satria menatap Dion lalu sejurus kemudian ia menghela nafas. Satria pun duduk lalu meminum es lemon tea miliknya. Alvin dan Dion malah memandangi Satria dengan pandangan tidak percaya.


"Ngapain berdiri sambil mandangin gue kaya gitu!. Duduk" Dion dan Alvin pun duduk " Gue bukan gak mau ngejelasin. Namun yang pantas ngejelasin semuanya itu Ara. Karena Al adalah temannya. Mungkin dia bakalan ngerasa dihianati jika gue yang menjelaskan hubungan antara gue dan Ara. Sama halnya saat gue menyembunyikan sesuatu dari kalian dan kalian tahu dari orang lain. Bagaimana perasaan kalian?" Jelas Satria.


"Lo bener. Mungkin kita bakalan kesal dan sakit hati. Merasa hubungan kita bukan apa-apa karena lo gak percaya sama kita" Ucapan Alvin dianggukin Dion.


"Lebih baik kita makan saja sekarang" Ucap Satria


"Urusan makan mah tenang aja" Ucap Dion sambil menepuk dadanya.


Alvin dan Dion melanjutkan makannya yang tertunda. Sedangkan Satria menatap makanan yang tadi dipesan oleh Ara. Ia pun menghembuskan nafasnya kasar.


"Ara bahkan belum menyentuh makanannya" Gummanya dalam hati


Satria lalu mulai memakan makanannya bersama kedua sahabatnya. Rencana makan berdua dengan Ara pun harus batal karena sebuah insiden kecil. Satria merasa kecewa namun ia mengerti situasi saat ini memang tidak mungkin.


Disisi lain, setelah Alia dan Ara keluar dari kafe, mereka berjalan menuju pinggir jalan untuk menghentikan taksi. Beberapa kali Ara melirik kebelakang. Berharap Satria mengejarnya dan menjelaskan apa yang terjadi. Karena sungguh Ara tidak tahu apa-apa dan sekarang ia merasa bingung. Pasalnya Alia tidak berbicara apapun walau sendari tadi Ara menanyakan apa yang terjadi. Alia menghentikan taksi yang lewat lalu mereka masuk kedalam taksi.


" Mau kemana Neng?" Tanya supir taksi.

__ADS_1


"Tolong ke taman kota pak" Jawab Alia


"Baik Neng" Dan taksi pun mulai melaju.


Didalam taksi Alia diam, ia melihat kearah luar jendela. Sunyi, tidak ada yang bersuara. Ara menghembuskan nafasnya kasar "AL!" Panggil Ara memecah keheningan. Alia mengalihkan pandangannya dari jendela mobil dan menatap Ara. Alia yang mengerti dengan tatapan Ara menghembuskan nafasnya kasar. Alia menggenggam tangan Ara dan mengungkapkan isi hatinya.


"Ra" Ara hanya berdehem "Lebih baim kamu tinggalkan Satria!" Ucapnya


"APA!!" Sungguh Ara terkejut mendengar ucapan Alia. Tidak pernah terfikirkan dibenaknya bahwa dia akan mendengar kalimat itu dari Alia yang Ara anggap sebagai sahabatnya sekarang


"Apa maksud mu Al?" Tanya Ara dengan kesal.


"Ra. Mereka itu gak baik Ra" Ara mengerutkan keningnya "Pokoknya aku gak setuju kamu sama Satria atau salah satu dari mereka" Ucap Alia


Ara melepaskan genggaman tangannya lalu memijat keningnya pusing. "Apa lagi sekarang" Batin Ara


"Apa yang mendasari kamu bicara seperti itu Al!. Mereka itu semua orangnya baik Al. Aku jamin itu" Ucap Ara yakin


" Mereka bukan orang baik Ra. Tadi saja Dion menyuruh Satria melecehkan kamu" Jelas Alia


"Melecehkan aku?" Tanyanya sembari menunjuk diri sendiri. Alia mengagguk membenarkan. "Aku tidak mengerti Al. Coba kamu ceritakan dengan jelas." Pinta Ara. Alia pun akhirnya menceritakan apa yang terjadi tadi.


"Itu berarti Satria ingin melecehkan mu Ara. Kamu sebagai perempuan harus bisa membentengi diri supaya tidak terjerumus pada lembah dosa." Ucap Alia


Ara memalingkan wajahnya, ia lalu tersenyum. Ia sekarang membayangkan bagaimana ekspresi Satria saat itu. Lalu berbalik lagi, Ara penasaran dengan yang diucapkan Alia pada mereka bertiga.


"Lalu apa yang kamu katakan" Ucapnya sambil menahan tawa. Alia mengerutkan keningnya meresa aneh dengan ekspresi Ara. Seharusnya Ara marah, itulah yang ada difikiran Alia.


"Tadi aku bilang gini. Kamu tuh apa-apaan sih!. Itu gak boleh tahu!. Dosa!.Tapi mereka malah tertawa" Ara tersenyum menahan tawa " Aku kesel dengernya lalu aku bentak mereka gini. Kalian pikir ini lelucon! Aku gak nyangka kalian serendah itu. Eh mereka malah bengong" Ucap Alia panjang kali lebar dengan ekspresi muka polosnya.


Ara benar-benar tidak tahan lagi. Ia tertawa terpingkal-pingkal mendengar penuturan Alia. Sedangkan Alia bingung melihat ara tertawa.


"Hahahaha. Kamu benar benar Alia. Hahahaha!.


"Kamu itu aneh" Ucap Alia kesal. Alia memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Melihat ekspresi Alia, Ara berusaha menghentikan tawanya. Kini ia harus menjelaskan pada Alia


"Ehm mungkin sekarang waktu yang tepat" Batin Ara


"Al" Panggil Ara dan Alia pun menoleh. "Aku ingin memberitahu mu sesuatu" Alia mengerutkan keningnya


"Apa?." Tanyanya


"Ini berhubungan dengan masalah yang tadi. Tapi sebelumnya aku minta kamu jangan marah. karena aku melakukan itu punya alasan." Alia mengagguk " Janji?." Tanya Ara


"Iya janji" Ara menghela nafas lalu menatap Alia." Ayo katakan, jangan buat aku penasaran Ra" Ucap Alia tidak Sabar


"Sebenarnya Aku dan Satria itu sudah me.." Ucapan Ara terpotong oleh pak supir.


"Maaf Neng-Neng kita udah sampai di taman kota" Alia dan Ara mengagguk lalu mereka membayar taksi dan segera keluar.


Ara melihat sekeliling taman, lalu Ara melihat tukang bakso. Ia merasa lapar karrna memang tadi belum sempat makan.


"Al ayo kita makan bakso" Ajak Ara


"Bakso?" Beo Alia


"Iya bakso. Tuh ada tukang Bakso" Tunjuk Ara


"Ayo"


Merekapun memesan bakso dan duduk ditempat yang disediakan.


"Mang bakso dua ya" Ucap Alia


"Baik Neng"


"Ra, tadi kamu mau ngomong apa?" Tanya Alia penasaran


"Nanti aja udah makan ya" Jawab Ara dan dianggukin oleh Alia.

__ADS_1


Ara teringat bahwa ia belum memberi kabar pada Satria "Ya ampun aku lupa" Ucap Ara sambil menepuk dahinya. Lalu ia segera mengeluarkan handphonenya dan mengirim pesan pada Satria. Dan itu semua tidak luput dari perhatian Alia.


Karena sedang sepi mereka tidak harus lama menunggu.


__ADS_2