Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
86


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu setelah fakta terungkap dan Satria terbukti tidak bersalah. Ia kembali kesekolah dan belajar seperti biasanya. Satria semakin populer dan semakin banyak yang mengagumi dirinya. Walau kini hubungan Satria dan Ara diketahui sebagai pasangan kekasih, tapi identitas Ara masih ditutup rapi. Ara dan Satria kini hidup bahagia walau tetap saja Satria dan kedua keluarga mengawasi gerak gerik orang yang berpotenisi mencelakai Satria ataupun Ara. Terutama Angel dan Susan.


Sedangkan Angel kini menyandang status yang baru sebagai nyonya Renaldi. Seperti yang direncanakan Renaldi, Angel dan Renaldi menikah walau hanya sebatas keluarga besar yang tahu. Renaldi bersekolah seperti biasa, karena tidak ada yang tahu laki-laki yang bersama Angel adalah Renaldi. Sedangkan Angel melanjutkan sekolahnya dirumah (home schooling). Mereka tinggal dirumah orang tua Renaldi. Untungnya keluarga Renaldi menerima Angel dengan baik dan memperlakukan Angel dengan baik. Kini Angel sudah menerima keadaannya dan membuka hati untuk ayah dari anaknya yaitu Renaldi. Namun perasaan benci yang dalam masih dirasakan Angel untuk Satria.


"Gue akan buat lo menderita pada waktunya. Tunggu saja!"


Kata-kata ini yang selalu Angel tanamkan dihatinya.


Disisi lain disekolah, Ara sedang berada diruang kelasnya yang telah sepi. Karena murid-murid yang lain sudah pulang. Ia duduk dan meletakkan kepalanya diatas meja sambil memandang Suaminya yang berada dipojok kelas sedang fokus memberikan arahan pada Dion, Alvin dan juga dua orang teman sekelasnya. Mereka membahas acara perpisahan kelasnya yang diadakan kafe milik Satria.


Berkali-kali Ara menguap, sungguh sebenarnya ia mengantuk. Tapi entah kenapa Ara enggan berjauhan dengan Satria. Karena sebenarnya tadi Satria sudah menyuruh Ara untuk pulang terlebih dahulu karena takut akan lama dan ia akan bosan.


"Aku kan sudah bilang untuk besok saja membahasnya!. Ngantuk aku" Gumma Ara


Flash Back On


Satria menghampiri Ara yang tengah membereskan alat tulisnya kedalam tas " Ra" Panggil Satria lembut


"Ehmmm" Jawab Ara


Satria berdiri disamping Ara " Sayang, kamu pulang saja duluan" Ara berbalik menatap Satria "Aku ada hal yang harus diselesaikan hari ini" Ungkap Satria


"Masalah apa?"


"Tidak ada masalah, kita hanya akan membahas acara perpisahan kelas kita yang akan diadakan di kafe milik ku" Jelas Satria


"Tidak bisahkah besok saja. Bukannya besok itu kita tidak kesekolah karena sudah masuk masa tenang UN"


"Aku ingin selesai hari ini. Jadi libur masa tenang yang diberikan sekolah tidak akan terganggu" Ara mengagguk-nganggukan kepalanya.


"Tapi aku tidak mau pulang sendiri. Aku menunggu mu saja disini" Ucap Ara manja sembari menapilkan puppy eyes nya yang akan membuat Satria mengiyakan keinginan Ara.


"Baiklah"


Flash Back Off


Disela-sela perbincangannya, Satria melirik Ara yang terus terusan menguap dan terlihat sangat mengantuk. Ia menghela nafas.

__ADS_1


"Ya sudah kita akhiri saja, detailnya nanti biar Alvin yang share di grup kelas" Semuanya melongo mendengar perkataan Satria. Mereka bahkan belum membahas detail acaranya, Satria sudah menyudahi.


"Tapi Sat!. Mending kita selesain dulu lah" Dan semua orang mengagguk


"Iya jadi beres sekarang"


"Iya lo kenapa sih!" Satria melirik Ara dan Dion mengikuti arah pandang Satria "Dasar bucin" Gumma Dion pelan


Kini Alvin pun menengok Ara yang berada dibelakangnya dan Alvin pun tersenyum melihat Ara yang ternyata tertidur.


"Udah sana lo pulang aja. Biar kita yang selesaian ini semua" Ucap Alvin


"Thanks, lo yang paling mengerti gue!"


"Jadi gue gak gitu" Dion mendelik


"Baperan lo" Satria berdiri dari duduknya "Sorry gue duluan" Lalu ia berjalan mendekati Ara


Satria membawa tasnya dan tas Ara dipundaknya lalu menepuk-nepuk pelan pipi Ara.


"Ehmm"


"Ayo sayang kita pulang. Ra" Ara membuka matanya dan melihat suaminya berdiri didepannya langsung duduk dan mengangkat kedua tangannya


"Gedong" Rengek Ara


"Hah"


"Gendong"


"Tapi Ra ini sekolah bukan dirumah!. Kalau dirumah ayo aja"


"Gendong!!" Suara Ara naik satu oktaf, membuat keempat orang yang duduk melingkar kini berbalik melihat drama pasangan yang sedang dilanda virus kebucinan.


"Gendong aja lah Sat" Goda Alvin


"Iya. Tuh Ara lagi manja mode on. Hahaha" Dion menimpali

__ADS_1


Satria menghela nafasnya lalu ia berjongkok didepan Ara.


"Ayo naik"


"Gak mau" Satria mengerutkan keningnya lalu berdiri


"Katanya mau digendong"


"Mau didepan" Rengek Ara


"Hah" Satria cengo


"Ya ampun!. Ada apa dengannya" Batin Satria


Dion yang melihat itu tertawa "Hahahaha" namun mulutnya langsung tertutup rapat saat mendapat tatapan tajam dari sahabatnya Satria.


Akhirnya Satria menggendong Ara ala bridal style. Ara melingkarkan tangannya dileher Satria dan membenamkan wajahnya di dada Satria. Ara melanjutkan tidurnya yang terganggu. Untung saja disekolah sudah sepi, hanya ada beberapa siswa saja yang menatap iri dengan pasangan ini. Jika tidak mungkin mereka akan menjadi bahan perbincangan.


Satria tersenyum melihat Ara yang tertidur kembali digendongannya. "Kamu manja banget akhir-akhir ini Ra. Tapi aku suka" Batin Satria bermonolog.


Sesampainya ditempat parkir, Satria membuka pintu mobil dan meletakkan Ara secara perlahan dikursi samping kemudi. Ia tidak ingin Ara terbangun karenanya. Satria memposisikan kursi agar Ara nyaman tidur dimobil. Satria melettakan tas mereka dikursi belakang. Mobil pun melaju membelah jalanan menuju tempat ternyaman bagi mereka berdua.


tidak memerlukan waktu yang lama untuk mereka tiba di apartemen. Satria menggendong Ara kembali, ia tidak tega jika harus membangunkan Ara. Sesampainya diapartemen ia langsung menuju kamar untuk membaringkan istrinya ditempat tidur. Satria membaringkan tubuh Ara dengan hati-hati lalu menyelimutinya. Satria berdiri dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri namun baru beberapa langkah ia berhenti terkejut dengan tangisan Ara.


"Hiks, hiks, hiks. Jangan pergi temani aku" Satria langsung berbalik menghampiri Ara


"Hei kenapa" Satria mengusap air mata Ara "Apa dia bermimpi. Dia masih memejamkan matanya" Batin Satria


"Temani aku" Rengek Ara


"Baiklah"


Satria menyingkap selimut yang menutupi Ara. Lalu menarik Ara kepelukannya dan mengusap-ngusap kepala Ara penuh cinta.


"Tidurlah, aku tidak kemana-mana"


Ara membenamkan wajahnya didada Satria, menghirup aroma khas tubuh suaminya lalu ia kembali terlelap. Tak berselang lama Satria pun ikut terlelap dan mereka tidur saling berpelukan

__ADS_1


__ADS_2