
Beberapa hari berlalu, walaupun Ara meminta keluarganya untuk tidak membalas perbuatan Susan dan Haris. Bambang dan Heru memblacklist perusahaan milik keluarga Haris dari daftar perusahaan yang bekerja sama dengan mereka. Bambang kini tidak mau kecolongan, ia memerintahkan bawahannya untuk mengikuti kemanapun Ara pergi. Bahkan walau Ara pergi bersama Satria, menantunya. Begitu pula dengan Heru, ia menaruh orang-orangnya di sekolah Ara dan Satria. Mereka takut kalau-kalau ada orang yang akan mencelakai anak menantunya.
Hari ini Ara masuk sekolah kembali. Ia diantar oleh supir Papanya yang diperintahkan mengantar jemput Ara, kecuali Ara bersama Satria. Satria mengikuti mobil yang ditumpangi Ara seperti biasanya.
Didepan gerbang sekolah, Alia berdiri menunggu Ara datang. Ia sudah sangat merindukan sahabatnya itu. karena selama masa pemulihan, Ara dan Alia tidak bertemu secara langsung. Mereka hanya berkirim pesan dan melakukan video call. Saat Ara turun dari mobil, Alia berlari sambil meneriaki namanya
" Araa" Teriak Alia
"Hai" Ara melambaikan tangannya
Alia lansung memeluk Ara yang berada didepannya.
" Aku kangen banget sama kamu Ra" Ucap Alia
"Aku juga" Balas Ara
Mereka melepaskan pelukannya lalu tertawa.
"Hahahaha. Kita kaya sepasang kekasih yang udah berpisah lama ya" Ucap Alia
"Bener juga sih. Hahaha" Ara menyetujui ucapan Alia
"Ayo kita ke kelas" Ajak Alia dan mereka pun pergi menuju kelasnya.
Satria yang melihat itu didepan sekolah pun tersenyum. Lalu ia masuk ke sekolah dan memarkir motornya. Ditempat parkir Satria sudah ditunggu kedua sahabatnya, Alvin dan Dion.
"Hei brow, lo lama amat" Ucap Dion
" Jangan belaga pilon lo" Ucap Alvin lalu menonyor kepala Dion
" Aww sakit " Dion meringis
"Kapan acara perpisahan untuk OSIS angkatan kita?" Tanya Satria
" Besok kalau gak salah?" Lalu Dion melirik Alvin" Benerkan?" Dan Alvin pun mengagguk
" Dimana?" Tanya Satria lagi
Dion dan Alvin menarik nafas mereka kasar. Dan itu membuat Satria mengerutkan keningnya heran.
" Lo itu gimana sih Sat!. Kan kita ngadain acaranya dikafe lo. Untung aja gue udah bilang sama Tedi buat ngurus acara itu besok. Kalau gak, kita bakalan sibuk hari ini" Jelas Alvin
"Maaf, gue bener-benar lupa. Gue sibuk ngurusin Ara" Ucap Satria merasa bersalah
"Iya emang tapi satu hal lagi kesalahan lo. Lo gak pernah ikut rapat OSIS selama Lo ngurusin Ara." Ucap Dion
"Iya pantes sih kalau lo lupa." Timpal Alvin
"Sorry and Thanks guys" Ucap Satria
"Jangan cuma terima kasih doank lah. Traktir kita makan. gimana?" Ucap Dion sambil menaik turunkan alisnya
"Makan aja lo yang diurusin"
"Kaya lo gak aja. Bagaimana kalau pulang sekah hari ini?"
__ADS_1
"Terserah kalian"
"Asik." Teriak Dion " Makan, makan, makan" Ucap Dion sambil menari aneh
Satria dan Alvin menggelengkan kepalanya melihat tingkah absud Dion. Lalu mereka pergi meninggalkan Dion.
"WOI TUNGGUIN GUE!" Teriak Dion yang sadar dirinya ditinggalkan.
Dion berlari mengejar kedua sahabatnya yang meninggalkannya.
Brug...
Dion merangkulkan tangannya pada pundak Satria dan Alvin dengan kasar. Satria dan Alvin sedikit terhunyung kedepan. Mereka berdua hanya memutar bola matanya malas.
Sesampainya dikelas Satria melihat Ara yang sedang mengobrol dengan Alia. Entah apa yang mereka bicarakan. Alia menepuk lengan Ara dan berbisik
"Liat ada Satria" Bisiknya pada Ara
Ara melirik Satria lalu tersenyum. Namun Satria tidak membalas senyum Ara malah mengabaikannya dan duduk ditempatnya bersama Alvin.
"Ich dia mah sombong kalo disekolah" Ucap Ara pelan
"Itu buat ngejaga kamu dari amukan fans Satria" Bisik Alia dan Ara mengagguk
"Memang belum saatnya. Mungkin"
Jam pelajaran pun dimulai, Ara maupun Satria fokus memperhatikan pelajaran. Mereka sedang bersaing memperebutkan juara satu diangkatan mereka.
Flash Back On
" Serius amat" Ara melirik Satria " Emang bisa cuma baca aja?"
"Bisalah. Aku kan pintar" Jawab Ara
"Benarkah?"
"Kamu meragukan ku?"
"Ehmz"
"Aish. Awas jangan ganggu"
Ara menjauhkan wajah Satria dengan telalam tangannya. Satria tersenyum tipis. Ia berjalan lalu duduk dipinggir tempat tidur.
" Bagaimana kalau kita taruhan?" Ara berbalik menghadap Satria
"Taruhan?" Beo Ara
"Iya taruhan"
"Apa?"
"Siapa diantara kita yang akan jadi juara umum. Siapapun yang kalah harus memenuhi satu keinginan pemenangnya. Tanpa kecuali dan tidak boleh mengatakan tidak."
Ara berfikir sejenak mengenai tantangan yang diberikan Satria. Ara tersenyum lalu menghampiri Satria dan duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Deal" Ucap Ara sembari menyodorkan tangannya
"Deal" Ucap Satria lalu menyambut uluran tangan Ara dan mereka bersalaman.
Flash Back Off
Jam pelajaran pun berlalu. Bell tanda waktu istirahat pun berbunyi. Semua murid mengemasi peralatan mereka dan memasukan semuanya kedalam tas.
"Ra. Ayo kita ke kantin" Ajak Alia
" Ehmz" Ara hanya berdehem sembari melirik Satria
"Atau pengen sama dia" Tunjuk Alia dengan ekor matanya.
"Gak lah"
Ting...
Pesan masuk ke nomor Ara. Ara langsung membuka pesan itu, yang ternyata dari Satria
Pangeran Es
"Ini ada bekal dari Mama. Kamu gak boleh makan sembarangan kata Mama. Aku taruh dikursi ku, nanti kamu ambil "
Ara
"Trus kamu gimana. Kalau ketahuan gimana?"
Pangeran Es
"Gak akan. Aku tutupin pakai tas aku. Aku mau makan dikantin bareng Alvin dan Dion"
Ara
"Ok"
Setelah selesai Ara menyimpan Handphone nya disaku. Lalu ia berbisik pada Alia
"Satria membawakan Aku bekal. Nanti kita tunggu dulu yang lain pergi baru ke kantin" Bisi Ara
" Ok" Ucap Alia tanpa suara sambil memberikan tanda Ok dengan jari tangannya.
Setelah semua orang keluar dan tinggal mereka berdua. Ara dan Alia melangkah menuju meja Satria. Ara mengagkat tas Satria dan menaruhnya dimeja. Ternyata ada seorang murid perempuan yang melihat Ara sedang mengambil sesuatu dimeja Satria.
"Apa yang dia lakukan dimeja Satria?" Ucapnya pelan.
Lalu ia melihat Ara mengambil tas yang berisi makanan yang berada dibawah tas Satria. Setelah berhasil mengambil bekalnya. Ara dan Alia pergi kekantin untuk makan. Melihat Ara keluar, ia cepat-cepat bersembunyi dibalik dinding.
"Apa yang ia ambil?" Ucapnya
Tapi sebenarnya dia tidak melihat jelas Ara mengambil apa. Beberapa saat kemudian ia terseyum smirk. Ia berencana akan memberitahukan apa yang ia lihat barusan.
"Awas lo. Gue bakalan kasih tahu Satria. Bahwa lo ngambil barangnya dia."
Lalu pergi menuju kantin dan mencari Satria.
__ADS_1