
seperti yang sudah direncanakan, ara pergi ke sekolah dengan naik taksi online dan satria mengukutinya dibelakang. sesampainya disekolah ara keluar dari mobil bertepatan dengan kedatangan alia. mereka pun akhirnya pergi ke kelas berdua. sendari tadi ara berjalan menuju kelasnya, para murid sedang membicarakan gossip terhangat tentang dirinya dan satria. untung saja tidak ada yang tahu bahwa ara lah gadis yang bersama satria.
sedangkan satria masih berada di parkiran sekolah menunggu kedua sahabatnya. diperkiran pun tidak jauh beda banyak yang berbisik bisik membicarakan satria. tapi satria cuek seolah tidak mendengar apa yang mereka katakan.
dikelas....
" eh siapa ya yang bersama satria"
" seandainya saja gue yang bersamanya"
"mimpi sana..."
" aaahhh aku patah hati..."
ara hanya menggelengkan kepalanya mendengar celotehan teman teman sekelasnya. ara dan alia duduk di mejanya, ara melihat sekeliling. ternyata satria belum datang
" ara kamu tahu gossip tentang satria?.." tanya Alia
" iya tahu, kenapa?..."
" itu benar benar gossip yang paling heboh selama aku sekolah disini"
" benarkah?...biasa aja menurutku. memangnya kenapa kalau dia punya pacar, kan hak nya"
" iya memang bener sih cuma yang jadi heboh dia itu sejak dulu tidak pernah dekat dengan perempuan" ara menautkan alisnya
" darimana kamu tahu?..."
" ya tahu lah,, kan aku dulu satu SMP dengannya jadi tahu..."
" ohh seperti itu" lalu terkikik sendiri
" aku penasaran siapa sih yang bisa naklukin hatinya" alia menopang dagu
" aku didepan mu....hahahaha" batin ara, ara terkikik sendiri
" kamu kenapa?..."
" ah gak, lihat kamu lucu gitu kaya orang yang lagi patah hati..." ara tidak bisa menahan tawanya
" hahahahahha" ara tertawa menjadi pusat perhatian termasuk satria dkk yang baru saja masuk kelas tanpa disadari ara
__ADS_1
" ya memang kan lagi pata hati massal" jawabnya lemah
tak lama datang seorang guru dan mereka pun memulai belajarnya. jam istriahat pun berbunyi. menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar, ara dan alia langsung ke kantin mengisi perut mereka. sedangkan satria dan dion pergi ke ruang osis karena ingin menghindari keramaian, sebenarnya cuma satria saja. karena satria yakin di kantin bakalan ramai yang membicarakannya. alvin pergi ke gerbang sekolah mengambil pesanan makanan mereka bertiga.
" lo gak mau ngawasin ara gitu?..." tanya dion
" dia gak perlu diawasi"
" mungkin saja ada yang mengenal dia sebagai cewek rahasia lo" satria menautkan alisnya
" maksud gue ngenalin dia dari barang yang dia pakai"
" tenang aja, aku suruh dia gak pakai apapun yang kemarin ia pakai kecuali seragam sekolah" dion mengagguk
" lo memang the best sat" mengacungkan jempolnya
cklek...
mereka berdua menoleh ke arah pintu. mereka bernapas lega ketika yang membuka pintu adalah alvin
" wo... wo... wo... kenapa mukanya pada tegang gitu!..."
" sialan lo gue kira siapa!..." kesal dion
" asssekkk makanan...." dion pun membuka keresek yang berisi makanan itu
" eh kok ada jus alpukat, minumannya jadi ada empat. buat siapa?" lalu melirik ke arah satria
" buat ara,,," jawab satria datar
" What!!!!" jawab alvin dan dion serempak
" lo cari mati!..." dion duduk dengan menyilangkan tangan
" lo yang kasih"
" Apa ....gue" menunjuk dirinya sendiri
" ini makanan gue yang beli, kalau lo gak mau terserah" dion mencebikkan bibirnya
" kenapa gak alvin aja"
__ADS_1
" kan gue yang ngambil makanan nya dari depan kesini,,,lo yang belum kerja...hahaha"
" sialan kalian berdua...ya udah lah dari pada gak makan,, tapi gue makan dulu baru nganterin ini" satria hanya mengagguk lalu mereka memakan makanannya
di sisi lain di kantin, sesuai dugaan satria. ramai yang bergosip tentangnya. kuping ara sampai panas mendengarnya, ada rasa kesal saat memereka mengeluh eluhkan nama satria. bahkan ada yang menjadikan satria sebagai pacar halunya dan bertingkah seperti dia yang sedang diselingkuhi satria. ara kesal tapi tidak bisa marah, dia hanya mengaduk ngaduk makanannya. alia pun merasa aneh dengan ara, terlihat seperti patah hati
" kenapa, gak enak makanannya?"... ara hanya mendesah " kamu kaya orang lagi patah hati" lalu alia terkikik
" kan lagi patah hati masal" saut ara
" iya sih" alia mengaguk
tak lama datanglah dion dengan gaya cool nya, berjalan mendekati ara sembari membawa minuman.
" hai ara cantik..." sapa dion
ara memutar matanya jengah, dion lalu duduk disamping ara
" ngapain lo, " memasang muka masam
alia hanya diam menikmati makanannya, sudah biasa dion seperti itu sama cewek cantik
" ini buat ara yang sangat cantik hari ini" lalu menyodorkan jus alpukat yang ia bawa
" lo salah minum obat ya" memegang kening dion " gak panas"
lalu dion mendekati ara dan membisikan sesuatu.
" kalau bukan satria yang nyuruh ngasih ini jus, najis gue bilang lo cantik!..."
ara terkejut tapi cepat cepat merubah air mukanya. ara mengambil jus alpukat pemberian satria lalu menyeruputnya. alia tercengang melihat kelakukan sejoli didepannya
" Astagfurullah hal'adzim" alia mengusap dadanya dan beristigfar dalam hati
" terima kasih" lalu tersenyum
" apa sih yang gak buat gadis secantik kamu" ara tersenyum canggung lalu berbalik menyeruput jusnya lagi
" hoek,,,pngen muntah aku dengernya" batin ara
" hoek,,,pengen muntah gue ...gue harus cuci mulut gue nanti" batin dion
__ADS_1
" gue pergi dulu,,,bye " lalu pergi sambil melambaikan tangan
semua murid yang ada disitu sudah tidak aneh dengan kalakuan si playboy sekolah. jadi tidak ada yang curiga bahwa ara adalah gadis di foto itu. mereka mungkin hanya berfikir bahwa ara adalah target selanjutnya dion. tapi masalah baru kini muncul....