Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
57


__ADS_3

Dengan langkah cepat namun pasti Angel berjalan menuju kantin, lebih tepatnya menuju meja Satria. Ditengah perjalanan menuju kantin, Angel berpapasan dengan sahabatnya Sisil. Sejak kejadian Angel mencoba bunuh diri didepan Satria, Sisil hubungan mereka tidak lagi seperti dulu. Apalagj sekarang Sisil sedang patah hati karena diputuskan Dion. Dia lebih menyendiri.


"Angel!. Lo mau kemana?" Sisil mencegat Angel


" Gue mau ke kantin nemuin Satria" Ucap Angel dengan yakin.


Mendengar itu Sisil menghela nafasnya. Iya bahkan sudah menyerah untuk Dion, karena ia merasa lelah dengan perasaannya. Lebih baik ia merepaskan perasaannya daripada menderita. Karena Dion akan selalu berganti-ganti pacar dan tidak pernah setia pikirnya.


"Lo belum nyerah juga!. Dengerin gue, mungkin awalnya sakit saat kita melepaskan cinta yang kita miliki. Namun kita akan merasa lega setelah melepas beban atas nama cinta" Ucap Sisil sendu.


Sisil menundukan wajahnya sehingga membuat Angel bertanya-tanya apa yang terjadi.


"Kenapa ekspresinya seperti itu. Apa jagan-jangan ia sudah putus dengan Dion. Tapi aku tidak mendengar Dion punya pacar baru. Ah sudahlah sekarang gue harus secepatnya ketemu Satria" Batin Angel


"Gue gak perduli apapun itu. Gue harus milikin Satria! Satria itu milik gue!" Setelah mengatakan itu Angel langsung pergi meninggalkan Sisil tanpa ingin mendengar apa yang akan dikatakan Sisil.


" Itu bukan cinta itu obsesi" Teriak Sisil


Dikantin Ara dan Alia terlihat bingung, tidak ada meja yang kosong. Satria yang melihat itu pun menyuruh Dion untuk mengajak Alia dan Ara duduk bersama mereka.


" Alia!." Teriak Dion dan itu membuatnya jadi pusat perhatian.


"Sini!." Ucapnya lagi. Alia melirik Ara meminta persetujuan dan Ara pun mengagguk. Mereka berdua berjalan menuju meja yang ditempati tiga laki-laki most the wanted disekolah mereka. Dion menggeser duduknya untuk memerikan ruang pada Alia dan Ara. Alia duduk disamping Dion dan Ara disamping Alia. Ara duduk tepat didepan Satria. Ara pun tersenyum lalu dibalas Satria namun hanya sebentar karena takut orang lain melihat. Kini mereka menjadi pusat perhatian dan itu membuat Alia tidak nyaman. Sedangkan yang lainnya terlihat biasa saja. Ara menaruh makanannya dimeja dan membukanya.


"Kenapa kalian bisa terlihat biasa saja?" Tanya Alia heran.


"Kita sudah terbiasa" Jawab Alvin dan dianggukin Satria


"Betul itu" Timpal Dion


Alia melirik Ara yang sedang menyiapkan makanannya " Aku juga tidak nyaman, tapi aku tidak perduli dengan tatapan mereka." Jawab Ara " Al kamu tidak memesan sesuatu?" Tanya Ara karena Alia hanya diam saja.


Alia menepuk keningnya " Aku lupa?" Lalu ia pergi memesan makanan.

__ADS_1


Melihat tingkah sahabatnya itu Ara menggelengkan kepalanya. Sama halnya dengan Alvin dan Satria.


" Dia lucu sekali" Ucap Dion


Ia tersenyum memandang kepergian Alia. Sontak hal itu membuat Satria Alvin dan Ara langsung menatap Dion. Sejurus kemudian Satria tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


Ara menatap tajam Dion lalu memperingati Dion untuk tidak main-main dengan sahabatnya.


" Awas aja lo kalau Alia lo jadiin target lo selanjutnya. Gue yang bakalan berhadapan langsung sama lo kalau lo nyakitin hati sahabat gue" Dion menelan salivanya kasar. Tatapan Ara begitu mengerikan baginya.


"Tenang aja. Gue gak bakalan jadiin orang sealim dia jadi maianan gue. Gue juga punya hati nurani!" Ucap Dion langsung memakan makanannya yang masih belum ia sentuh. Ara merasa lega mendengar ucapan Dion.


"Syukur deh" Ucap Ara sambil tersenyum manis


" Makan dulu Ra" Ucap Satria pelan dan Ara pun mengangguk lalu memakan makanannya.


Tak lama Alia pun datang dengan membawa makanannya dan duduk ditempat semula. Baru saja Alia ingin memasukan makanannya datanglah Angel dengan muka masamnya.


"Satria" Panggilnya pelan dan lembut


"Aku mau bicara sebentar" Ucap Angel dengan nada manja dan selebut mungkin membuat Satria yang mendengarnya merasa jijik.


Satria meletakkan sendok dan garpunya dengan kasar sehingga membuat dentingan keras. Terkejut, itulah yang dirasakan Angel begitu pula dengan yang lainnya. Karena Satria jarang sekali menunjukan amarahnya. Ia biasanya hanya diam dan pergi.


" Bicaralah!" Ucap Satria tanpa memandangnya.


" Disini?" Tanya Angel.


Mendengar itu Satria menatapnya dengan tatapan tajam. Angel terpaku, ada rasa takut saat mendapat tatapan seperti itu dari Satria.


" Aku cuma mau bilang kalau tadi aku lihat dia" Tunjuknya pada Ara" Mengambil sesuatu didalam tas mu" Lanjutnya lagi.


Sontak semua yang mendengarnya terkejut terkecuali Satria dan Ara. Sementara Alia, Alvin dan Dion terkejut mendengarnya. Mereka sebenarnya tahu hanya mereka takut hubungan sahabat mereka terbongkar.

__ADS_1


Satria menghela nafas lalu menatap Ara


"Lo ngambil sesuatu ditas gue" Tanya Satria,


Satria menatap Ara, ia memberikan kode untuk Ara menjawab tidak dan Ara mengerti


"Tidak!. Tas lo terjatuh jadi gue mengambil tas lo dan menaruhnya kembali" Jawab Ara santai


Alvin, Dion dan Alia bernafas lega melihat sandiwara Satria dan Ara.


" Tapi tadi aku benar-benar melihatnya mengambi sesuatu ditas mu! Bahkan dia ditemani Alia". Sontak Alia menggeleng dan itu membuat Angel semakin kesal.


"Dia berbohong. Dia mengambil sesuatu, itu pasti!. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri" Angel mencoba meyakinkan Satria.


"Lo punya bukti?" Tanya Satria


" Sialan gue lupa ngerekam kejadian tadi!. Jika tadi gue rekam pasti mereka tidak akan membantah!" Batin Angel


"Tidak. Tapi kamu harus percaya padaku Sat. Aku tidak berbohong!"


Ara menatap nanar makanan yang berada didepannya. Kini ia tidak lagi berselera untuk makan. Lalu ia membereskan makanannya. Tingkah Ara tidak luput dari pandangan Satria.


Ara menghembuskan nafasnya kasar. Kini ia harus turun tangan fikirnya.


"Gini aja deh. Kita kembali kekelas lalu memeriksa tas Satria, apa ada yang hilang atau tidak. Kalau tidak ada yang hilang berarti lo udah fitnah gue!" Ucap Ara


Melihat Ara berbicara dengan yakin. Sementara itu Angel menjadi ragu pada dirinya sendiri.


"Kenapa dia berbicara dengan yakin seperti itu. Apa memang aku yang salah lihat. Tapi tidak mungkin aku salah" Batin Angel.


"Gue setuju dengan ide lo" Ucap Alvin


"Ayo kekelas. Lebih cepat lebih baik" Timpal Dion.

__ADS_1


Alia beranjak dari duduknya namun Ara mencegahnya.


"Duduklah. Makan makanan mu. Aku tidak apa-apa" Alia pun menurut pada dengan perkataan Ara. " Dion jaga sahabatku" Ucap Ara pada Dion lalu Dion mengagguk tanda setuju.


__ADS_2