Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
Tragedi


__ADS_3

Bell jam istirahat pun berbunyi. Semua murid berbondong bondong menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.


Ara dan Alia beranjak dari meja mereka. Berniat menuju kantin, namun langkah mereka terhenti.


" Hai. Nama gue Susan" Susan menyodorkan tangannya.


Ara hanya diam mematung melihat Susan. Tubuhnya bereaksi aneh seperti sebelumnya. Ara merasa kesal, sedih dan kecewa secara bersamaan. Dadanya terasa sakit dan sesak


"Hai nama aku Alia" menjabat tangan Susan " Dan ini Tiara"


" Ayo kekantin Al" Ajak Ara tanpa menghiraukan Susan


Susan tersenyum tipis mendapat perlakuam tidak ramah dari Ara.


"Apa dia benar-benar hilang ingatan. Kenapa sikapnya seperti itu. Dulu dia orang yang ramah dan bodoh!". Batin Susan


Susan melihat Satria Dkk beranjak dari duduknya menuju ke kantin. Lansung saja ia pergi mengikuti Satria.


" its so cool. Dari informasi yang gue dapet dari murid disekolah ini. Dia itu adalah most the wanted sekolah ini. Juga yang paling penting dia itu pewaris Aditama grup. Gue harus dapetin cowok kaya gini. Kalau gak dapet juga masih ada dua temannya" Susan tersenyum Smirk


Satria tahu bahwa Susan mengikuti dirinya dari tadi. Sengaja melangkah lebih cepat, sampai ia lupa bahwa dia berjalan dibelakang Ara. Dan terjadilah tabrakan. Lebih tepatnya Satria menabrak Ara. Ara terhunyung kedepan, untung Satria sigap dan menahan tubuh Ara dari belakang. Bila dilihat Satria seperti sedang memeluk Ara dari belakang. Ara yang kaget langsung menengok kebelakang dan pandangan mereka bertemu.


" Kenapa aku rasa dia sangat tampan" Batin Ara


"Dia sangat imut" Batin Satria.


Mereka terus saling menatap sampai suara deheman Alvin yang membuat mereka tersadar. Alvin merasa harus melakukannya karena sudah banyak murid yang mulai berdatangan untuk menonton kejadian itu.


" ehmz"


Satria langsung melepaskan tangannya. Lalu berkata " Sorry" Dan pergi begitu saja diikuti Alvin dan Dion.


Ara hanya terbengong, masih belum sadar sepenuhnya. Sampai suara Alia membuatnya tersadar.


" ARA!" Teriak Alia lalu memeluknya " Sumpah ya kamu beruntung banget sih bisa berpelukan sama Satria" Ucapnya heboh.


" Itu kecelakaan, bukan pelukan!" Ara mendengus kesal, apalagi sekarang dia menjadi pusat perhatian karena insiden ini


"Ya sudah lah. Lagi pula suatu hari juga bakalan ketahuan. Hadapi saja Ara!" Batin Ara "Ayo kita ke kantin". Ajak Ara


Mereka pun pergi menuju kantin. Melihat kejadian itu Susan sangat kesal. Ia mengepalkan tangannya kuat sampai kukunya memutih.


" Awas kau Ara. Aku akan membuat hidup mu menderita. Aku akan merebut apapun yang kau miliki!" Susan berjalan dengan cepat sampai mendahului Ara.


" Kenapa dia?..Apa dia kesal karena melihatku dengan Satria!"


Dikantin semua murid membicarakan tentang kejadian itu. Sampai kuping Satria menjadi panas, walau mereka berbisik-bisi tapi Satria masih bisa mendengarnya. Satria beranjak dari duduknya karena kesal.


" Lo mau kemana?. Pesanan lo belum datang!" Alvin mencagah Satria untuk pergi. " Duduk tuh dia datang, lo harus tetap diam disini. Gue takut sesuatu terjadi" Bisik Alvin

__ADS_1


Dengan pasrah Satria pun duduk. Dia tidak ingin sesuatu terjadi dengan Ara.


" Ok. Gue ikut kata lo" Satria melirik Ara yang tengah memesan makanannya. Sedangkan Alia duduk dimeja, takut ada yang menempati karena kantin lumayan ramai.


" Ini pesanan kalian" Ucap Dion "Kenapa Dia?" Tanyanya pada Alvin karena melihat wajah Satria yang tidak bersahabat.


" Biasalah, ayo kita makan!"


Mereka pun memakan makanannya. Sesekali Satria melirik Ara, memastikan Ara baik-baik saja.


Ara dan Alia sedang memakan makanannya deselingi canda tawa. Tiba-tiba Angel datang membawa minuman dan menyiramkannya pada Ara


Byurr...


"Jangan pernah lo mimpi dapetin Satria!" Ucap Angel dengan kesal mengingat kejadian antara Ara dan Satria.


Ara menatap tajam Angel. Ara mengusal wajahnya yang basah karena disiram Angel.


" LO! " Tunjuk Ara pada Angel " Jangan pernah berharap memiliki Satria karena dia milik gue! Ingat itu. Dasar murahan!!" Bisik Ara


Mendengar perkataan Ara Angel semakin kesal. Ia mengayunkan tangannya keudara, berniat menampar Ara. Namun ada yang mencengkram tangannya. Hingga tangannya terhenti diudara.


" Sa-Satria" Mata Angel membulat sempurna melihat siapa yang menah tangannya.


" Gue ingatkan sekali lagi sama lo! Gue gak pernah mencintai lo dan gak akan pernah. Lo jangan ganggu hidup gue dan jangan ganggu urusan gue" Satria menjeda Ucapannya, ia melirik Ara dengan keadaan yang kacau " Dan jangan melakukan hal-hal bodoh yang buat gue semakin jijik liat lo" Setelah mengatakan iti Satria pergi begitu saja meninggalkan kantin.


Ara menghela nafas. Melihat tindakan Satria untuk melindunginya. Ara berjongkok dengan Angel. Ada rasa kasihan dihati Ara melihat Angel.


"Lo jangan bikin hidup lo hancur dengan kelakuan bodoh lo!" Setelah mengatakan itu Ara berdiri lalu meninggalkan kantin menuju toilet perempuan dilikuti oleh Alia.


" Argh. Sialan!" Umpat Angel.


Satu tangan terulur pada Angel, lalu ia menyambutnya dan berdiri dengan bantuan.


" Gue udah bilang sama lo buat berhenti. Kenapa lo begitu keras kepala!" Ucap Sisil kesal.


Ditoilet Ara mencoba membersihkan bajunya, setelah sebelumnya ia membersihkan mukanya.


"Kamu gak apa apa Ra?" Tanya Alia


" Gak Apa-apa Al" Ara mendesah karena noda diseragamnya tidak bisa dibersihkan


Ting...


Pangeran Es


" Seragam baru mu aku letakkan didepan toilet"


Ara

__ADS_1


"Thank my husband"


Pangeran Es


"Ok"


Ara mengambil paper bag yang tergantung digagang pintu.


"Ra itu apa?" Tanya Alia saat Ara membawa paper bag.


" Ini seragam" Jawab Ara seadanya


" Seragam dari mana, kok bisa kamu dapetin seragam baru" Alia menatap Ara bingung


" Dari pengagum rahasia aku. Hahaha!" Ara tertawa sendiri setelah mengatakan itu.


Jam sekolah pun berakhir, semua murid berangsur pulang. Begitu pula dengan Ara dan Alia.


" Ra kita ke Mall yuk?" Ajak Alia


" Ok, tapi aku izin dulu yah" Alia mengagguk sebagai jawaban.


Ting...


Ara


"Aku mau pergi ke Mall dengan Alia boleh?"


Pangeran Es


" Boleh, tapi pulangnya aku jemput"


Ara


" Ok"


Melihat ekspresi Ara yang tersenyum. Alia sudah bisa menebak bahwa kali ini Ara diizinkan untuk keluar rumah sendiri.


" Jadi kamu dah dapat izin?" Tanya Alia


" Iya, Ayo kita cabut. Takut nanti macet" Ajak Ara. Dan mereka pun pergi dengan riang


Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk readers yang merayakan


Minal Aidin Wal Faidzin


Mihon maaf lahir dan batin


Oh iya mungkin aku gak update untuk besok. Mau fokus dulu dengan dunia nyata...Hehehe

__ADS_1


__ADS_2