Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
first kiss satria


__ADS_3

pandangan satria tidak lepas dari ara sampai ara duduk disampingnya. itu membuat para tamu mendapat bahan candaan untuk pengantin.


" cie cie yang udah sah, sampe rugi ngedip dikit juga" canda dion dan gelak tawa pun menggema, membuat pasangan pengantin itu malu dan salah tingkah. terutama satria yang mukanya sudah merah sampe ke telinga.


" pasangkan cincin kawinnya nak satria" suruh pak penghulu


satria memasangkan cincin kawin di jari manis ara dan begitu pun ara memasang cincin dijari manis satria. lalu ara mencium tangan satria dan tanpa sadar satria mencium kening ara. keduanya pun terkejut, lagi lagi tingkah mereka menjadi bahan tertawaan semua orang yang hadir.


kini ara dan satria berdiri dipelaminan menerima ucapan selamat dari tamu tamu yang hadir. dan tibalah alvin dan dion yang memberikan selamat.


" selamat bro" memeluk satria lalu berbisik " jangan lupa pake pengaman biar nanti gak langsung tekdung" tertawa


" sialan" memandang tajam dion dan dion hanya cengir mendapat tatapan satria.


"selamatnya ara" kata dion, ara hanya tersenyum


"selamat ya sat semoga kalian bahagia" alvin mengucapkan selamat dan memeluk satria sebentar " terima kasih" jawab satria


lalu beralih ke ara " selamat ya ra, tolong jagain sahabat gue" katanya sambil terkekeh


" kebalik kali" jawab ara sambil mencebikkan bibirnya


" itu bibir kalo gak ada yang punya gue sosor juga" sarkas dion


alvin menggeleng gelengkan kepalanya sedangkan satria menatap dion datar. lain dengan ara yang kesal atas ucapan dion


" apa maksud lo, lo berani sama gue" kesal ara lalu menatap tajam dion


dion yang ditatap oleh ara menelan salivanya kasar" gak salah kalian nikah, yang satu gunung es dan yang satu macan betina" langsung pergi dari pelaminan takut macan betinanya satria ngamuk.


" sialan, " lalu melirik kearah satria "noh sahabat lo soplak" ara merasa bad mood karena kelakuan dion menunjukan muka masamnya. sedangkan satria dan alvin hanya menggelengkan kepalanya


tidak lama datang bara menghampiri ara dan satria. ara bergelayut manja pada bara.

__ADS_1


" kak cape" keluhnya dengan nada manja. satria dan alvin yang masih ada disitu bergidig ngeri melihat perubahan ara 180° berbeda. tidak seperti barusan yang seperti singa betina kata dion.


" kalian istirahat saja di kamar, nanti makan siang kalian di atar ke kamar saja kalau cape"


" ayudah aku mau istirahat ke kamar dulu ya kak" baru saja selangkah, bara menahannya.


" suami mu gak di ajak dek" bara mengingatkan


" huh ,,,dia kan bukan anak kecil kak...nanti juga masuk ke kamar sendiri kalau cape"


" tapi ini bukan rumahnya dek, kalau salah kamar gimana" goda bara


" dia kan bisa tanya!"


satria, alvin juga bara hanya menggelengkan kepalanya.


" duluan aja, nanti gue nyusulin lo"


para tamu sudah pulang, begitu pula orang tua satria. satria pun memutuskam untuk beristirahat di kamar ara. sebelumnya ia bertanya kepada bara dimana kamar ara berada


cklek...


pintu kamar terbuka, nampak satria masuk kedalam kamar. ia melihat istrinya sedang tertidur dengan posisi terlentang dan kaki menjuntai ke lantai... satria pun membenarkan posisi tidur ara.


"dia tidur tanpa ganti baju!..dasar" gumanya pelan


devina masuk ke dalam kamar ara yang pintunya terbuka sambil membawa nampan makan siang untuk ara dan satria


" satria".panggil devina, satria pun menoleh. " ara tidur, makan lah dulu lalu istirahat" satria hanya menggaguk dan mengambil.nampan berisi makan siangnya dengan ara. lalu devina keluar dari kamar


satria meletakkan nampan di atas meja belajar ara lalu mengunci pintu. setelah itu satria masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian dengan pakaian rumahan. lalu memakan makan siangnya. setelah selesai satria pun tidur disamping ara.


...----------------...

__ADS_1


siang berganti malam sudah jam 7 malam ara dan satria belum juga turun untuk makan malam. devina pun akhirnya pergi ke kamar ara.


tok... tok... tok...


cklek...


pintu kamar terbuka, nampak satria memakai baju koko dan sarung. rupanya satria habis menunaikan ibadahnya.


" kalian sedang apa, kenapa belum turun. ayo kita makan malam"


" ehmm iya ma nanti satria dan ara menyusul"


" baiklah cepat turun" lalu devina meninggalkan satria


satria masuk kedalam kamar dan membangunkan ara. dia menggoyang goyangkan tubuh ara dan memanggil manggilnya namun ara masih saja tidur. satria memandangi wajah ara, meneliti setiap inci wajah ara. pandangan pun tertuju bada bibir ranum ara


cup...


satria mencium bibir ara, perasaan satria campur aduk. antara terkejut juga senang. dadanya bergemuruh. satria memalingkan wajahnya dan membelakangi ara. satria memegang dadanya juga bibirnya lalu tersenyum


ara terbangun...


" lo ngapain duduk dekat gue" mendengar suara ara satria terlonjak kaget lalu menatap ara dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.


" apa dia tau gue menciumnya?... ach kalou tau dia pasti marah" batinnya


" kenapa lo kaya kaget gitu, lo ngelakuin apa saat gue tidur" ara menatap satria menyilangkan tangannya didada.


" ehmm ... tidak ada, ayo cepat ganti baju. semua orang nungguin, mau makan malam" ara mengagguk lalu bangun menuju kamar mandi tapi sebelum masuk ara menoleh


"lo duluan aja nanti gue nyusul" lalu masuk kedalam kamar mandi


satria yang merasa canggung karena kelakuannya sendiri memutuskan untuk turun duluan.

__ADS_1


__ADS_2