
Ara sedang duduk disofa sambil menonton TV yang menayangkan drama korea sambil semangku sebuah toples berisi cemilan.
Cklek...
Pintu apartemennya terbuka, Ara langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu. Satria muncul dari balik pintu lalu masuk setelah melepaskan sepatunya. Satria melangkah mendekati Ara dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya dan itu membuat Ara terpana. Ara melihat Satria tidak berkedip baginya sekarang Satria sangat sexy dengan keringat yang bercucuran.
Satria tersenyum melihat tingkah Istrinya " Ra, Ara" Satria melambaikan tangannya didepan wajah Ara
Satria tepat berada didepan Ara, membungkukkan tubuhnya lalu mengecup bibir Istrinya. Ara pun tersadar, tanpa malu ia malah menarik tengkuk Satria dan mendaratkan bibirnya kembali dibibir Satria yang membuat siempunya terkejut. Ara membuat sebuah kecupan menjadi ciuman yang menggairahkan. Satria melepaskan pungutannya, mengelap bibir Ara dengan jempolnya.
"Sudah sarapan?" Tanya Satria
"Udah"
Satria mengecup kening Ara lalu melanglah kedapur mengambil air minum. Saat Satria sedang minum, ada tangan melingkar diperutnya dan sedetik kemudian meyenderkan kepalanya dipunggung Satria. Satria lagi-lagi tersenyum. Ia meletakkan gelasnya dan mengelus-elus tangan Ara yang melingkar diperutnya. Walaupun Satria merasa heran dengan kelakuan Ara yang sangat manja terhadapnya kini tapi ia juga menikmatinya. Karena biasanya Ara akan mengomel dan menyuruhnya untuk membersihkan diri. Sedangkan sekarang Istrinya itu malah menempel ditubuhnya.
Ara menghirup aroma satria dalam-dalam. Walau Ara sendiri merasa aneh, namun ia merasa bahagia saat melakukannya.
"Ada apa dengan Mu!."Rutuk Ara dalam hati " Memalukan!. Untung dia juga menikmatinya, bagaimana jika Satria malah menyindir ku!. Bodoh bodoh bodoh"
Satria melepaskan tangan Ara dan berbalik lalu ia merentangkan tangannya. Tanpa menunggu lama Ara langsung menyambutnya, memeluk Satria dengan prosesif. Satria terkekeh lalu balas memeluk Ara.
Ara begitu menikmati pelukannya bersama Satria. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Satria yang begitu harus baginya saat ini.
"Kamu wangi banget" Gumma Ara pelan namun masih bisa didengar Satria
Namun Satria salah mengartikan kalimat Ara "Namanya juga abis olah raga"
Ara tersenyum dalam pelukan Satria. Tak lama Ara melonggarkan pelukannya. Wajahnya mendongkrak melihat wajah suaminya. Satria pun menunduk melihat wajah Ara.
__ADS_1
Ara tersenyum " Mandi gih"
Satria terkekeh mendengar perintah istrinya. "Gimana mau mandi kalau istriku ini" Satria mencubit hidunh Ara " Masih menempel erat kaya gini"
Ara melepas pelukannya " Ya udah sana gih mandi"
Satria menatap istrinya, lalu tersenyum jahil.
"Udah mandi belum" Ara menatap Satria " Mandi bareng yuk" Satria menaik turunkan alisnya.
Ara mendelik, ia mendorong tubuh Satria lalu melengos pergi sambil mengeluarkan satu kata yang membuat Satria terkekeh
"Tidak"
Ara kembali duduk disofa melanjutkan kegiatannya tadi. Sedangkan Satria langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai dengan ritualnya, Satria duduk disebelah Ara. Ia membawa Ara kedalam pelukannya.
Mengerti yang Ara butuhkan, Satria langsung mengajak Ara untuk liburan sebelum UN.
"Bagaimana kalau kita liburan" Saran Satria
Mendengar itu Ara begitu antusias. Ara senang mendengarnya.
"Apa itu bisa terhitung bulan madu?" Tanya Ara
Satria menatap Ara, ada rasa bersalah yang tiba-tiba merasuk kedalam hatinya. Satria menatap Ara dengan sendu
"Maaf" Itulah kata yang sangat ingin keluar dari hatinya. Karena ia lupa bahwa mereka belum pernah berbulan madu. Bahkan memikirkannya pun Satria tidak pernah.
__ADS_1
Ara mendongkrak menatap suaminya. "Kenapa minta maaf" Tanya Ara bingung
"Maaf karena setelah kita menikah, aku tidak pernah mengajak mu berbulan madu, bahkan berfikir kesana pun tidak pernah" Ara terkekeh mendengar kejujuran Satria
Ara melepas tangan Satria yang sedang memeluknya. Lalu ia duduk diatas paha Satria dan mereka saling berhadapan. Satria melingkarkan tangannya dipinggang Ara. Sedangkan Ara kini ia sedang menangkup wajah Satria dengan ekspresi bersalah yang terlihat sangat jelas dimata Ara.
"Dengar, tidak masalah bila dirimu tidak pernah memikirkan hal itu. Itu juga bukan salah mu. Kita menikah karena dijodohkan oleh kedua orang tua kita tanpa adanya rasa suka." Ara mengecup kening Satria lalu menatapnya kembali
"Berbeda bila kita menikah karena saling mencintai, mungkin kita akan merancang pernikahan kita sendiri dan tentu merencanakan berbulan madu ditempat yang indah hanya kita berdua. Benar kan?" Satria mengagguk. Ara memindahkan tangannya kedada Satria.
"Sungguh aku beruntung memperistri dirimu" Satria membelai wajah Ara " Aku berterima kasih pada Allah SWT yang telah menjodohkan mu denganku.Aku berterima kasih pada kedua orang tua ku yang memilih dirimu untuk berada disampingku, menemaniku hingga akhir waktu ku" Ucap Satria panjang lebar
"Uuhhh so sweet nya suamiku" Ara mencubit gemas pipi Satria
"Ah ia aku lupa, harusnya aku juga berterima kasih pada mantan kekasih mu yang telah menghianati cinta mu. Karena jika dia tidak mencampakan mu, aku tidak akan berada disini sekarang bersama mu" Mata Ara berkaca-kaca
"Kau benar Satria, aku tidak akan mendapatkan kebahagiaan bersamamu jika dia tidak menghianati ku. Takdir tuhan memang indah" Batin Ara. Ia pun meneteskan air matanya
Tangan Satria terulur menghapus air mata Ara "Hei, kenapa menangis. Apa aku salah?" Satria merasa sakit melihat wanita yang ia cintai menitikan air mata
"Kamu jahat banget sama aku"
"Hah"
Ara memukul dada Satria pelan " Kenapa kau bersyukur orang menghianatiku" Ucap Ara sembari cemberut
"Maafkan aku, tapi itu memang benar. Hehe" Ara semakin memonyongkan bibirnya kesal
Namun hal itu membuat Satria tak tahan, Ia langsung mencium bibir Ara dengan lembut. Tangan Ara secara Refleks mengakungkan tangannya dileher Satria. Satu tangan Satria menekan tengkuk Ara, memperdalam pungutan mereka. Satu lagi melingkar di pinggang Ara, menarik Ara lebih menempel pada tubuh Satria. Ciuman yang lembut namun menggairahkan itu membuat sesuatu milik Satria terbangun. Tanpa melepaskan pungutannya dan masih dalam posisi yang sama. Satria menggendong Ara masuk kedalam kamar mereka. Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
__ADS_1
(Hehehe, Satria mandi lagi deh)