Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
Rico


__ADS_3

akhirnya Asep datang ke taman dan kembali naik ayunan sama seperti yang ia biasa lakukan, tapi ia menyadari kalau banyak anak lain yang membicarakannya, awalnya ia hanya cuek dan bersikap bodo amat, tapi lama lama itu semakin berisik dan mengganggu telinganya


“kenapa mereka sangat berisik!” ucap Asep dengan nada pelan


lalu datang 2 anak kecil ke depan Asep dan masing masing melemparkan ke wajah Asep, refleks Asep langsung menunduk untuk menghindari itu,


“siapa itu!!” tanya Asep dengan nada membentak.


“dasar b*doh apa kau bisa pergi dari sini!!" ujar salah satu anak itu


'ada apa dengan anak bodoh ini, bukankah biasanya mereka melihatku disini, kenapa tiba tiba membenciku' gumam batin Asep


“pergilah, aku tidak ingin kalian menangis!” jawab Asep dengan nada yang mengerikan


tanpa pikir pikir salah satu anak itu langsung berlari dan hendak menendang perut Asep tapi tendangan itu sangat lambat dan Asep sangat mudah menghindarinya


“apa kau sudah bermain mainnnya!” ujar Asep


tapi saat Asep menghindar ia menghadap ke kanan dan melihat Bobby and the gank sedang memerhatikan dirinya, Asep melihat kalau Bobby sedang tersenyum dan tos dengan kedua temannya, sesaat Asep langsung sadar kalau perbuatan anak itu adalah ulah dari Bobby and the gank,


'ahh (menghela napas), anak kecil ini sangat b*doh!' Asep kembali lagi melihat kedua anak itu dan melihat kalau temannya akan melempar batu ke dirinya. dan refleks ia langsung menghindar dengan sedikit menggeser kan badannya


akhirnya kedua anak itu langsung memukul Asep dengan sembarang tinju dan tendang tetapi Asep hanya menangkis dan tidak ingin melukai anak anak b*doh itu hingga mereka kelelahan

__ADS_1


“apa sudah bermain mainnya” ucap Asep kepada kedua anak yang sedang kelelahan


dengan sedikit sedikit Asep juga memerhatikan Bobby yang nampaknya kesal karena rencananya tidak berhasil, tetapi Asep hanya tertawa di dalam hatinya saat melihat wajah Bobby yang kesal.


kemudian Asep mendekati anak itu dan menendang perut mereka secara bersamaan


BUUUK.


mereka menangis dan kesakitan, akan tetapi Asep tidak peduli dan ingin memperingati anak itu dan yang lainnya


“kalian sebodoh itu sampai mau mengikuti perkataan Bobby, dasar bodoh!!” ucap Asep dengan sangat lantang yang mungkin bisa didengar oleh Bobby di balik pohon yang cukup jauh


“ahhhh (teriak) dasar bodohh!!!, kenapa hanya menyingkirkan 1 anak kecil saja mereka tidak bisaa!” geram Bobby yang kemudian di tenangkan oleh temannya


kemudian Asep pergi dari taman itu, ia juga meninggalkan kedua anak yang menangis kesakitan itu, karena temannya takut, mereka tidak berani menyentuh anak yang nangis itu takut mereka kena imbasnya, alhasil mereka pergi dan seolah olah tidak tahu apa apa


“buk teh Rio 1”. Asep membeli minuman di warung yang biasa dan ia mungkin berencana untuk ke perpustakaan seperti biasa


“siapp” balas bibi warung


kini ia berada di bawah pohon yang cukup rindang dengan angin yang Sepoi Sepoi, Asep merasa disini sangat sejuk dan nyaman ia memutuskan untuk memperlambat langkahnya supaya ia lebih banyak waktu untuk menikmati angin itu dan tiba tiba datang anak kecil yang langsung menghadang di depan Asep


“yoo!” ucap anak yang seumuran Asep namun dengan gaya yang sedikit keren

__ADS_1


“ada gerangan apa kawan!!” balas Asep yang mulai menajamkan mata pertanda kalau lawannya bukan orang sembarangan


“namaku Rico, aku melihatmu tadi di taman, kau bisa menghindari lemparan batu dengan mudah, dan kau juga cukup tenang, apa kau bisa sebutkan alasannya!” tanya Rico dengan sedikit mengeluarkan aura yang menyeramkan


'dia hanya 3 tahun tapi sudah mempunyai aura yang aneh, apa dan siapa dia!' gumam batin Asep yang perlahan melihat seluruh tubuh Rico


“hey ayolah kawan, kita masih 3 tahun, obrolan seperti ini terlalu berat untuk kita!!”. Asep yang perlahan mencairkan suasana


“tidak perlu basa basi aku akan tanya satu hal penting, apa kau juga Reinkarnasi ”


sontak pertanyaan itu langsung membuat Asep diam membeku dan tidak bisa berkata


[ di tempat lain ]


di sebuah labolatorium modern yang terletak entah dimana, memperlihatkan 3 orang yang sedang berbicara di ruangan tertutup, sepertinya mereka ingin membicarakan hal yang sangat penting


“seperfinya ini bukan hal biasa” ucap salah satu orang yang berumur sekitar 35 - 40 tahun yang memakai pakaian putih ala profesor


“ya kau benar pak, jika hanya 1 atau 2 kasus itu bisa dianggap sebagai kebetulan, tapi kita menerima 8 kasus sekaligus” jawab 1 orang di kanan yang sedang berdiri


“ini bukan hal biasa, laporkan ke Mentri dan minta dana untuk kita menelitinya, aku takut ini akan menjadi bencana di masa depan!” ujar profesor itu


“baik pak!!” jawab tegas oleh orang yang di sebelah kiri itu dan dia langsung keluar dari ruangan itu!!

__ADS_1



__ADS_2