
Yang kedua di kafe milik Satria. Satria dan Ara memakai celana jins hitam dan hodie berwarna putih yang senada motifnya. Agar terlihat seperti pasangan yang memakai baju couple. Foto pertama, Ara menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik Satria dan tangan Satria melingkar dipinggang Ara. Satria terlihat memakaikan topi menutupi wajah Ara sembari tersenyum bahagia. Pose kedua Satria mencium kepala Ara yang tertutupi oleh topi. Pose ketiga, Ara memeluk Satria dan kepala Ara bersembunyi di ceruk leher Satria. Satria membalas pelukan Ara dan tersenyum.
Akhirnya sesi pemotretan di kafe pun selesai. Mereka sedang istirahat di kantor Satria dalam kafe itu. Ada beberapa minuman dan makanan yang tersaji diatas meja.
" Apa benar harus lima tempat?" Tanya Ara
" Kenapa?" Satria balik bertanya
" ini sudah hampir petang. Sebentar lagi gelap"
Mereka semua melihat keluar jendela dan benar bahwa hari sudah mulai gelap.
" Iya teryata tidak terasa sudah mulai gelap" Alvin terlihat berfikir " Bagaimana jika kita lakukan satu kali lagi. Bertema makan malam romantis. Sekalian kita juga makan malam"
" Aku setuju" Seru Dion
"Ok" Kata Ara dan Satria berbarengan
" Bagaimana kalau kita mempersiapkannya sekarang?" Dan semuanya setuju
Mereka bertolak ke Restoran milik keluarga Ara. Sebelumnya Ara sudah meminta ijin untuk mengadakan makan malam romantis di roof top Restoran miliknya yang biasanya dipakai untuk pesta out door. Sesampainya disana Ara dan yang lain diantar oleh orang yang telah ditugaskan oleh Ayahnya Bambang Wiguna. Mereka menaiki lift untuk sampai ke atas.
Sesampainya disana, Ara dan yang lainnya tercengang melihat dekorasi yang begitu indah. Juga pemandangan kota J dimalam hari yang memanjakan mata mereka.
__ADS_1
Ara melirik pelayan yang sendari tadi bersama mereka. Ara menatapnya meminta penjelasan. Pelayan itu pun mengerti arti tatapan Ara.
" Ini disiapkan atas perintah Ayah Nona" Ara tersenyum simpul mendengar penuturan pelayan " Apa Nona kurang puas dengan dekorasinya" Ara pun menggeleng
"Ini sangat indah. Terima kasih" Pelayan itu pun mengaguk
" Ayo jangan buang buang waktu, kalian segera berpose" Semuanya melirik ke arah Dion " Gue udah lapar" Kata Dion lemah.
" Makanan mulu yang ada difikiran lo" Kesal Ara lalu melangkah ke meja yang sudah disediakan.
" Tunggu!" Seru Dion
" Sat lo dan Ara berdiri di pinggir pagar, trus lo rangkul Ara. Lo nyium kepala Ara yang lagi bersandar dibahu lo" Satria mengerutkan keningnya " Untuk lo pajang di Medsos" Lanjunya lalu dianggukin Satria
Satria hanya mengiyakan apa yang diarahkan oleh Dion dan Alvin. Karena dia merasa mereka lebih berpengalaman dengan yang namannya perempuan atau hubungan spesial antara pererempuan dan laki laki.
" Huft akhirnya beres juga" Beo Dion " Ayo makan gue laper banget" Dion mengusap ngusap perutnya
Alvin dan Satria hanya menggelengkan kepalanya. Sedangkan Ara memutar matanya jengah. Mereka pun makan bersama diselingi canda tawa.
...----------------...
Setelah sampai disekolah pagi ini Ara disambut teriakan Alia yang heboh karena foto-foto dirinya dan Satria dimuat diforum sekolah. Satu sekolah menjadi heboh karena foto-foto tersebut.
" Aaaaaraaaa..." Teriak Alia
__ADS_1
Langkah Ara terhenti mendengar ada yang meneriaki namanya. Dari jauh Ara melihat Alia berlari kearahnya. Alia sampai didepan Ara dengan ngos-ngosan karena berlari.
" Ka-kamu tahu tidak berita tentang Satria" Kata Alia dan Ara pun mengagguk
" Kamu terlihat bisa aja sih" Ara mengerutkan keningnya lalu menghembuskan nafasnya kasar
" Emangnya kenapa? Apa aku harus sedih, atau bahagia sampe teriak teriak gitu. Gak banget" Ara melenggang pergi meninggalkan Alia yang bengong mendengar perkataannya.
Ara bernafas lega ternyata ide Alvin untuk mengalihkan perhatian siswa berhasil. Kini tidak ada tatapan tajam atau sindiran halus yang tertuju padanya. Mereka semua sibuk membicarakan Satria dan pacarnya. Tapi entah sampai kapan ini bertahan fikir Ara.
Ara berjalan menuju kelasnya. Sendari tadi ia berjalan menuju kelasnya semua orang heboh membicarakan berita yang lagi trending di forum sekolah. Ternyata dikelasnya pun tak jauh beda. Semuanya membicarakan Satria. Ada yang memasang ekspresi kecewa, marah, sedih sampai menangis, teriak teriak gak jelas, loncat-loncat dan ada yang sampai membayangkan bahwa gadis yang bersama Satria itu adalah dirinya. Ara hanya tersenyum kecut melihat tingkah teman sekelasnya.
" Bagaimana jika mereka tahu bahwa gadis itu adalah aku. Bisa habis aku!" Batin Ara
Ara duduk dimejanya dan tak lama Alia pun masuk kedalam kelas sembari menggerutu, mungkin sepanjang jalan Alia menggerutu. Ara tahu siapa yang membuat temannya itu menggerutu. Itu adalah dirinya.
Alia menjatuhkan bokongnya kasar. Dengan tatapan kesal ia mengeluarkan unek-uneknya.
" Kok kamu ninggalin aku sih. Aku capek tahu ngejar-ngejar kamu Ra. Gak setia kawan banget sih. Bukannya ditungguin eh malah melenggang pergi begitu aja. Dasar gak berperasaan!" Ara menghela nafasnya.
" Bukan ninggalin, cuma aku tuh males aja ngegibah pagi-pagi" Mendengar itu Alia cengir.
Tak lama seseorang yang kini menjadi tranding topic pun muncul dan memasuki kelas yang sebentar lagi akan memulai jam pelajarannya. Semua terdiam dan pandangan mata mereka tertuju pada Satria, Alvin dan Dion saat masuk kelas. Begitu juga Ara. Sebenarnya sih cuma sama Satria.
Satria mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sedang menjadi perbincangan selain dirinya. Hanya saja mereka tidak ada yang tahu. Pandangan mereka pun bertemu untuk sesaat karena Ara langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
__ADS_1
Disisi lain ada seorang gadis menangis tersedu-sedu dengan HP ditangannya. Hatinya hancur takkala melihat sang pujaan hati menambatkan hatinya pada orang lain. Dialah Angel yang sedang berada didalam kamarnya. Sejak foto satria bersama pacarnya muncul diforum sekolah, Angel tidak keluar kamar. Membuat orang tuanya khwatir. Walau diartikel itu ditulis bahwa gadis yang bersama Satria adalah Putri dari BW Grup. Tapi ia yakin bahwa gadis itu satu sekolah dengannya. Hanya saja identitasnya ditutupi.
Angel merasa jatuh, sejatuh jatuhnya. Dia ingin sekali merebut Satria dari gadis itu. Namun apalah daya, dia tidak bisa. Dia merasa bukan apa-apa dibanding Putri dari BW Grup.