
ara POV
setelah menemui wali kelas aku, satria dan ibu rianti pergi ke kelas XII IPA 2. kelas yang akan gue huni selama satu semester.
cklek....
aku dengar suara riuh dari dalam kelas tiba tiba sunyi,,,,semua murid diam tidak bersuara. kami pun masuk, kulihat satria ketempat duduknya bersama alvin dan dibelakangnya ada dion dan aku tidak tau siapa yang berada disampingnya
ibu rianti kemudian memperkenalkan ku yang masih berdiri didepan kelasa
"selamat pagi anak anak"sapa bu rianti
"pagi bu" jawab seluruh siswa kelas XII IPA 2
"itu siapa bu..."
"cantik bener"
" wah ada angin segar"
"neng duduk sini sama abang"
dan banyak lagi yang berbicara tentang ku, aku hanya tersenyum lalu melirik ke arah satria. kulihat ekspresinya biasa aja
"harap tenang semuanya" ibu rianti memberi instruksi"
" iya ini teman baru kita yang akan tinggal di kelas XII IPA 2 namanya Tiara. ayo perkenalkan dirimu"
" hallo semua, perkenalkan nama ku Tiara" kata ku
"tiara duduk di sana bersama alia" bu rianti menunjukan meja yang akan gue tempati
" baik bu"
aku berjalan menuju meja yang akan aku tempati. lalu akududuk, disamping ku ada siswi yang berkerudung. dan hanya satu satunya dikelas ini, dia terseyum ramah sambil menyodorkan tangannya kepada ku
" kenalin nama aku Alia Putri panggil aja lia" katanya memperkenalkan diri
" aku tiara, panggil aja ara" sambil menyambut tangan Alia
kami pun berbincang sebentar, dia orang yang ramah juga baik. menyenangkan bisa satu meja dengannya.
di depan bu rianti menjelaskan kalau hari ini siswa bebas tidak belajar tapi kami tidak boleh melakukan hal hal yang melanggar aturan.
aku lirik satria, dia sedang berbicara dengan alvin, sepertinya serius. tepukan dipundak ku mengalihkan pandangan ku dari satria kearah gadis berjilbab yang duduk disamping ku
" kamu suka sama dia" katanya
hah...aku bengong mendengarnya. seketika aku melirik satria lalu menggeleng. dia terkekeh melihat ku, apa ada yang lucu fikir ku
" tidak apa apa jika memang iya, satria memang idola di sekolah. hanya saja aku mengingatkan mu jangan terlalu berharap. karena dia tidak pernah dekat dengan gadis manapun, dia dijuluki pangeran tak tersentuh" lalu terkikik setelah mengatakan itu
aku hanya tersenyum, bagaiman jika gadis disampingku ku ini tahu bahwa aku gadis yang duduk dusampingnya adalah istri dari seorang satria. dia mungkin akan pingsan,,,hahahaha
...----------------...
satria melirik ara, ia melihat ara menggelengkan kepalanya dan alia sedang terkekeh .
__ADS_1
" apa yang mereka bicarakan" batin satria lalu kembali fokus mendengarkan alvin
"hai tiara" ara menoleh saat namanya dipanggil begitu pula satria lalu di ikuti alvin dan dion
" kenalin nama gue rio " menyodorkan tangannya
" tiara " lalu menjabat tangan rio lalu segera melepaskannya
" nama gue dika"
" nama gue iyan"
" nama gue aldi"
dan seketika itu ara dikerumuni murid laki laki. dion mendesah melihat satria hanya diam menatap ara. tidak ada yang salah, ara hanya berkenalan tapi dion merasa perlu turun tangan. dia berjalan menuju meja ara
" udah kenalannya,,, bubar bubar" kata dion
ara melirik dion sebentar lalu beralih ke arah satria. pandangan mereka bertemu, segera ara memalingkan wajahnya menghindari bertatapan dengan satria.
" sirik aja lo" kesal dika
"lah lo paling mau deketin tiara iya kan" dion menjitak kepala rio
" sembarangan aja lo kalau ngomong!"..
"jangan dekat dekat dengan dia ra, dia itu playboy. semua cewek diembat sama dia" kata aldi dan ara terkikik mendengarnya
" kenapa lo ketawa,, seneng banget lo sih liat gue menderita" dion kesal
mereka yang ada disitu merasa aneh, dion terlihat akrab dengan ara.
ara mengagguk, beda dengan dion.
" gak kenal gue" sambil berkacak pinggang
"kalau lo gak kenal ngapain lo kesel gitu " kata rio
" aish,,, asal lo tau dia nih ya udah ada pawangnya, galak lagi. kalian bukan saingannya, cuma ngasih tahu aja takutnya kalian patah hati " dion tersenyum mengejek kearah ara, ara memutar matanya jengah
" sebelum janur kuning melengkung, masih ada kesempatan...iya gak" lalu dianggukin yang lain
" bego!!" lalu dion pergi begitu saja
alvin terkikik melihat kejadian itu, sedangkan satria hanya menghembuskan nafasnya kasar.
ting...
pangeran es...
jangan ganjen
ara tersenyum melihat isi chat dari satria
ara
" kenapa?....cemburu"
__ADS_1
pangeran es...
pulang mau dijemput dimana
ara
ditempat tadi aja, ada yang liat gak ya?
pangeran es...
mana aku tahu!
"ehmm" ara melirik kearah alia " dih yang seneng chat sama pacar" kata alia
" ich siapa juga yang chat sama pacar, aku gak punya pacar" jawab ara
" iya memang gak punya pacar tapi suami, gak salah kan" batin ara
" yuk ke kantin, aku lapar"
" lapar " beo ara dan alia mengagguk
ara melihat jam dipergelangan tangannya baru jam 9 pagi. lalu melihat lagi ke alia, alia yang mengerti pun menjelaskan
" aku belum sarapan, tadi takut telat jadi
langsung berangkat" ara pun mengagguk
alia berdiri lalu menarik lengan ara keluar kelas dan itu pun tidak luput dari penglihatan satria. sesampainya dikantin ara duduk di meja kosong dipojok kantin.
" mau makan apa nanti aku pesenin sekalian" kata alia
" aku udah sarapan sih, tapi nitip jus alpukat saja. gak apa apa kan?..."
" jangan merasa tidak enak begitu, kita kan teman" ara tersenyum lalu mengagguk
" ya udah aku pesen dulu" lalu pergi
ara melihat sekeliling kantin sekolahnya, ternyata banyak siswa yang lagi nongkrong di kantin. ara tersenyum, tidak pernah terbayang bahwa dirinya akan mengalami masa sekolah lagi, masa dimana seorang remaja sedang mencari jati diri. yang terkadang dalam prosesnya mereka salah jalan dan malah menghancurkan dirinya.
alia datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman yang mereka pesan. alia memakan baksonya sedangkan ara sedang menyeruput jus alpukatnya. lalu tiba tiba kantin menjadi riuh oleh murid perempuan
" ada apa lia, kok jadi ribut begini" tanya ara bingung
" biasalah most the wanted sekolah kita lewat" ara menggguk lalu seketika membulatkan matanya menatap alia
" iya yang kamu pikirkan itu benar, itu satria dkk masuk kantin...hehehe"
" daebak!!!...." ara terkejut
" gak usah kaya gitu juga kali" alia terkekeh
dan benar saja satria dkk masuk ke kantin . ara merasa kupingnya panas mendengar semua murid perempuan meng eluh eluhkan satria.
" sok ganteng banget" gumma ara saat melihat satria dengan cool berjalan lalu duduk dimeja
" memang ganteng kan..." sarkas alia
__ADS_1
" eh...lumayan lah" dan mereka pun tertawa
satria melirik kearah ara lalu tersenyum. seketika kantin menjadi semakin riuh pasalnya baru kali ini mereka melihat satria tersenyum seperti itu. mereka pikir satria tersenyum pada mereka