
Ketika rasa cinta itu hadir, bahkan logika sudah tidak diperlukan lagi
Happy readings guys
Malam yang indah untuk pasangan yang sedang dimabuk cinta. Satria tersenyum melihat Istrinya tertidur dipelukannya. Ara membenamkan wajahnya di ceruk leher Satria sambil memeluk guling hidupnya dengan erat. Satria membelai wajah wanita yang paling ia cintai didunia ini selain sang Ibu. Lalu ia mencium puncak kepala Ara penuh cinta.
"Terima kasih sudah hadir dihidup ku. Aku berharap kita akan selalu bersama sampai nyawa ini terlepas dari raganya. Aku akan selalu berada disamping mu, mendukung mu dan melindungi mu. Ara, Aku sangat mencintai mu, sangat."
Satria mengeratkan pelukannya dan ikut terlelap bersama istrinya. Mereka tidur tanpa sehelai benang pun, hanya selimut yang menutupi tubuh polos mereka dari hawa dingin malam ini.
Flash Back On
Selepas orang tua mereka pulang, Ara kembali ke mode manjanya. Ia terus saja menempel pada Satria. Bahkan saat Satria mengganti baju didepannya, Ara malah memandangi tubuh Satria yang kini menjadi miliknya. Biasanya Ara akan pergi atau menyuruh Satria mengganti baju di kamar mandi dengan alasan malu. Hingga membuat Satria bingung dengan tingkah aneh Istrinya.
Satria berjalan mendekati Ara dengan menenteng kaos oblong yang akan ia pakai. Ya Satria hanya baru memakai celana dan belum memakai bajunya. Ia duduk disamping Ara yang sedang terngkurap sambil memandangnya.
"Kamu itu kenapa sih. Manja banget hari ini gak seperti biasanya" Ara mendelik mendengarkan Satria.
"Owh jadi gak suka kalau aku manja-manja" Ucap Ara kesal
"Bukan gitu Ra. Ya aku seneng seneng aja kamu manja gitu. Cuman kan biasanya juga kamu gak gitu. Kamu selalu bersikap dewasa. Terkadang aku berfikir aku seperti menikah dengan wanita yang sudah dewasa bukan anak SMA yang lagi labil-labilnya"
Deg...
__ADS_1
Ara menatap Satria. Satria yang mendapat tatapan itu tersenyum.
"Aku tampan bukan?" Ujar Satria menaik turunkan alisnya
Ara mencibir "Cha eun wo lebih ganteng, imut lagi. Apalagi tubuhnya, ehmzz so sexy" Ucap Ara dengan mata berbinar
Kesal dengan Istrinya yang memuji laki-laki lain, Satria membalikkan tubuh Ara dan menindihnya dan menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan. Ia mengukung Ara supaya tidak bisa kabur.
"Apa kau tidak bisa melihat tubuhku yang bagus ini sayang. "
Pandangan mata Ara beralih pada dada bidang Satria. Ya walau tubuhnya tidak sebagus aktor korea itu. Tapi jika dibandingkan teman sebayanya yang kebanyakan tubuhnya tidak berbentuk, Satria memiliki tubuh atletis karena sering berolah raga.
Ara meletakkan kedua telapak tangannya pada dada bidang Satria. Dan itu membuat desiran aneh pada tubuh Satria
"Apa!. Lumayan?" Ara mengagguk dan mengelus-ngelus dada Satria yang membuat tubuh Satria menegang. Ia tersenyum melihat Ara seperti menikmati kegiatannya.
"Ck. " Satria berdecak lalu ia berbisik ditelinga Ara "Walau tubuhnya lebih bagus tapi kau tidak bisa memilikinya sayang bahkan hanya untuk menyentuhnya" Satria tersenyum penuh kemenangan.
"Iya kau memang benar Suami ku sayang. Bahkan mungkin aroma tubuhnya tidak seharum dirimu" Ara menarik tubuh Satria kepelukannya dan menghirup dalam dalam aroma tubuh Satria yang mulai menjadi candu baginya.
Satria terkejut dengan kelakuan Ara. Yang membuat jiwa kelaki-lakiannya bangkit. Sehingga membangunkan sesuatu dibawah sana.
"Kau telah membangunkannya, jadi kau harus bertanggung jawab sayang" Bisik Satria yang membuat Ara meremang.
__ADS_1
Satria memulai aksinya, Ara tidak menolak malah ia sedikit agresif dari biasanya membuat Satria senang. Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka, membuat malam yang dingin menjadi panas. Suara leunguhan dan ******* bagai nyanyian dimalam yang sunyi ini. Sampai erangan panjang menyudahi pertempuran mereka yang erotis.
Flash Back Off
Pagi menjelang, sinar matahari mulai menyusup melalui celah gordeng. Satria menatap Istrinya tidak percaya. Setelah menunaikan ibadahnya ia kembali tidur. Tidak seperti biasanya yang langsung menuju dapur untuk membuat sarapan untuk mereka. Satria mendesah lalu keluar dari kamar mereka.
"Apa dia kelelahan?. Kenapa akhir-akhir ini dia terlihat sangat lelah. Tapi kami jarang sekali bergadang, ya walau pun main juga tidak sampai malam. Cuma satu ronde kecuali akhir pekan" Satria tersenyumalu menggelengkan kepalanya.
"Kenapa sekarang otak ku tidak jauh-jauh dari ranjang. Pantas saja papa juga begitu"
Satria menyiapkan dua gelas susu dan dua buah roti yang diolesi salai kacang. Lalu ia duduk meneguk susu miliknya tapi tidak memakan rotinya. Ia berbalik melihat pintu kamar yang masih tertutup. Lalu pandangannya beralih melihat jam dipergelangan tangannya.
"Masih pagi, jonging aja lah" Satria melangkah menuju kamarnya dan menulis memo untuk istrinya aku pergi joging itulah isi memonya.
Satria memakai sepatunya dan melangkah keluar apartemen untuk joging ditaman sekaligus menghirup udara pagi.
Selepas kepergian Satria, Ara pun terbangun. Ia melihat sekeliling mencari keberadaan Satria namun tidak ada. Ara beranjak dan melangkah ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah selesai Ara beralih ke meja rias dikamarnya. Ia melihat ada sebuah memo diatas meja lalu ia membacanya.
"Huh joging gak ajak-ajak!" Ucapnya sedikit kesal karena Satria pergi tidak mengajaknya.
Ara pun keluar dari kamar menuju dapur, ia melihat segelas susu dan roti serta ada memo di dekat gelas ia pun membacanya.
Ara tersenyum membaca memo Satria yang menyuruhnya untuk sarapan yang telah Satria siapkan.
__ADS_1
"Duh so sweet nya suamiku" Ara pun duduk dan memulai sarapannya