Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
cincin


__ADS_3

seminggu berlalu, kedua keluarga sibuk dengan persiapan pernikahan. tapi tidak dengan ara dan satria.


hari ini adalah hari terakhir satria melaksanakan ujian UAS di sekolahnya. setelah mata pelajaran pertama selesai langsung istirahat karena hari ini hanya ada dua mata pelajaran . satria bersama kedua sahabatnya menuju kantin untuk mengisi perut mereka. di sepanjang jalan menuju kantin, satria dkk menjadi pusat perhatian. karena satria dkk merupakan most the wanted sekolah mereka. juga satria merupakan anggota osis walau tidak menjabat apapun. bukan tidak terpilih hanya saja satria tidak mau. satria merupakan anak yang pintar bahkan juara umum di angkatannya dan irit berbicara. dia berada di kelas XII IPA 1.


sesampainya di kantin mereka duduk dipojokan


" woy mau pesan apa kalian" tanya dion pada kedua sahabatnya.


" nasi goreng sama lemon tea aja gue" jawab alvin


"siomay aja gue, minumnya samain" lalu satria mengeluarkan uang 50 ribu " nih uangnya"...dion pun melangkah pergi memesan makanannya lalu kembali dengan pesanan teman temannya.


mereka makan sambil mengobrol.


" eh kita mau liburan kemana nih " tanya alvin


ya mereka memang suka liburan bareng


uhuk...


uhuk...


satria tersedak makanannya


"ya ela makan gitu aja ampe tersedak" beo dion sambik menyodorkan air putih kemasan miliknya yang belum di minum dan satria pun meminumnya


" lo gak apa apa?" tanya alvin, tidak biasanya satria tersedak makanan.


" gak papa gue" mengelap bibirnya pakai tisu


" eh bener kata alvin, kita mau kemana liburan minggu depan?" dion membahas liburan lagi


" gue gak bisa, ada acara keluarga" jawab satria dengan datar. mendengar pernyataan satria kedua sahabatnya itu memicingkan matanya menatap satria seakan tidak percaya dengan yang dikatakan satria.


" gue serius, bonyok sudah ada acara" timpa nya lagi dengan ekpresi datarnya. sebenarnya satria gugup, dia tidak pernah berbohong pada kedua sahabatnya itu. tapi sebisa mungkin ia tenang supaya tidak ketahuan


" seriusan nih" seru dion, satria hanya mengagguk " ach gak seru" menopang wajahnya dengan tangan.


"kok gue ragu sama satria,,aneh" batin alvin


...----------------...


jika satria ujian di sekolah, ara pun sama hanya dia ujian di rumah. setelah selesai ujian ara kembali ke kamarnya. dia merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi terlentang dan kaki menjuntai ke lantai


tok...


tok...


tok...


suara pintu kamar ara diketuk,,

__ADS_1


" masuk gak dikunci" saut ara


cklek...


" ara, ayo makan siang dulu. udah itu siap siap" ara mengerutkan keningnya dan langsung duduk mendengar perkataan nyonya devina


" siap siap?...buat apa?" tanya ara


"iya, nanti siap siap buat nyari cincin." jawab devina


" cincin" guma ara pelan


" nanti satria pulang sekolah kesini mau ngajak kamu beli cincin" jelas devina


" ach malas mah, kenapa harus ara sama satria yang beli cincin. kenapa ga sekalian aja mama siapin"...devina mencubit lengan anaknya gemas " awww, sakit mah" ara mengusap ngusap tangan yang mamanya cubit.


" kamu itu gimana sih, yang mau nikah itu siapa sih..kalian yang mau nikah kenapa mama yang harus siapin" lalu duduk dan menatap anaknya sambil menyilangkan tangannya didada.


"lagipula kita itu udah nyiapin semuanya. bahkan gaun pun udah di siapin buat kalian berdua, tinggal fitting aja." ara hanya mengagguk , kesal dengan respon anaknya devina mencubit kedua pipi anaknya gemas


" kamu tuh ya andil dikit ke,,cuma beli cincin aja"


ara menghela nafas panjang


" iya mah" jawab ara sekenanya


...----------------...


disisi lain satria baru saja sampai di depan rumahnya. ia turun dari motor dan masuk ke dalam rumah.


" Waalaikumussalam" jawab lisa " eh anak ibu udah pulang" satria mendekat lalu menyalami ibunya yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.


" iya bu" jawab satria, lalu duduk disamping ibunya.


" gimana ujiannya" lisa menatap anak semata wayangnya


" lancar bu" jawabnya datar


" aih...ni anak!" seru lisa " sudah makan belum, makan dulu gih kalau belum"


" nanti aja satriaa belum lapar ma" jawab satria


" ya udah kalau gitu sekarang kamu siap siap , pakai pakaian yang bagus. biar kelihatan tampan dan fresh" satri menaikan sebelah alisnya menatap ibu yang ia cintai


" apa lagi rencana ibu" batin satria.


satria menghela nafasnya. walau pun kesal satria mencoba untuk terlihat biasa saja


" emang mau keman bu?....kenapa harus siap siap"


" beli cincin sama ara" jawabnya riang

__ADS_1


"kenapa tidak ibu saja yang beli" beo satria, menyenderkan butuhnya di sofa sambil memijat keningnya.


" memang yang mau nikah siapa!!" jawab lisa dengan nada naik satu oktaf


lagi lagi satria hanya menghebuskan nafasnya. kesal, mau marah tak bisa. itu yang ia rasakan


" baik lah bu aku siap siap dulu" lalu pergi menuju kamarnya.


melihat itu lisa sangat senang, dia tau anaknya kesal tapi dia sangat bahagia karrna anaknya akan pergi dengan ara .


setelah bersiap siap, dengan malas satria mengambil kunci mobilnya dan turun ke bawah. lalu menyalami ibunya dan pamit.


" aku berangkat bu, Assalamualikum" menyalami ibunya


" waalaikumussalam" jawab lisa,," hati hati" satria hannya mengagguk


satria mengendarai mobilnya menuju rumah ara, untung jalanan tidak terlalu macet sehingga dalam waktu 45 menit sudah sampai di rumah ara.


" Asslamualikum" satria mengucapkan salam saat masuk ke rumah ara


" waalaikumussalam, eh ada satria. sini masuk" satria hanya tersenyum dan mengagguk lalu menyalami calon ibu mertua nya


" duduk dulu ya, mama manggil ara dulu ke kamar"


" iya" jawab satria


tok...


tok...


tok...


cklek devina membuka kamar ara, karna tidak ada sautan dari dalam.


devina mengedarkan pandangannya keseluruh kamar, tidak melihat yang ia cari.


ceklek...pintu kamar mandi terbuka.. nampak lah seorang gadis memakai celana jins ketat dengan kaos yang agak kebesaran di masukan kedalam celana, rambutnya digerai memakai badana bermotif kucing, bagian bawah rambutnya sedikit di curly dan memakai sepatu snekers keluar dari sana.


" ara kamu cantik banget,, ini anak mama bukan ya" mendengar itu ara mencebikkan bibirnya.


" emang cantik" sekenanya


" ya udah ayo, di bawah udah ada satria"


mereka pun turun dan menghampiri satria


" satria, nih ara sudah siap" sambil tersenyum


ara masih berdiri di samping mamanya hanya diam. begitu pun satria, namun bedanya satria terkejut melihat penampilan ara yang berbeda dari terkhir ia bertemu. kamarin penampilan ara feminim. sedangkan sekarang terlihat lebih tomboi dan santai. buru buru satria berdiri, dia tidak ingin terlihat seperti terpesona oleh penampilan ara, walaupun sebenarnya ia.


" oh iya mama, kalau begitu satria pamit dulu. keburu sore"

__ADS_1


" ya sudah, jangan pulang terlalu malam ya kalian"


" ich apa sih yang mama fikirin" batin ara


__ADS_2