Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
hari pertama sekolah


__ADS_3

ara terbangun dari tidurnya, ia segera ke kamar mandi mengambil wudhu lalu menunaikan ibadah subuhnya. setelah selesai ia pergi kedapur untuk memasak sarapan pagi.


satria terbangun mencium bau wangi masakan ara. ia melihat jam, dan terkejut saat jam menunjukan 06.30 WIB. ia mengusap wajahnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai ia keluar kamar. satria melihat ara sedang menata makanan dimeja makan. satria berjalan menuju dapur lalu mengambil air minum dan meminumnya. ara menatap satria, sendari semalam sepulang dari cafe satria bersikap dingin dan cuek, walau sebenarnya memang satria seperti itu tapi sejak semalam satria tidak mengucapkan sepatah katapun. ara mendesah,..


" kenapa dia bersikap aneh, apa aku menyinggungnya?" batin ara


"ayo kita sarapan, makanannya sudah siap" kata ara memecah kesunyian


" ehmm" lalu satria menarik salah satu kursi dan duduk


ara mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk satria lalu kemudian untuk dirinya. satria menyuapkan nasi kedalam mulutnya, ia terkejut tapi sebisa mungkin bersikap biasa supaya ara tidak tau keterkejutannya.


" wah ternyata masakannya enak juga, gak sia sia ibu nikahin gue sama dia" batin satria


mereka makan tanpa suara hanya denting sendok yang saling bersautan. setelah selesai satria langsung pergi kekamar. ara menatap kepergian satria, lalu membereskan meja, menyimpan sisa makanan lalu mencuci piring.


" Astagfurullah!!!!...." ara kaget saat membalikan badan satria sudah ada dihadapannya. ara mengusap ngusap dadanya


" kapan kamu berada disini, bukannya pergi ke kamar"


" barusan jawab satria" lalu duduk di meja makan " sini duduk" satria menepuk kursi disebelahnya.


ara melangkah menuju meja makan dan duduk, ara menatap satria aneh.


" kenapa"...


" ach tidak, aku hanya merasa kamu aneh aja. dari semalam gak bicara sepatah katapun. sekarang ....ya gitu lah" ara menggaruk kepalanya tidak gatal, bingung dengan kata katanya sendiri


satria menaikan sebelah alisnya, melihat kelakuan ara. lalu menghembuskan nafasnya kasar tak lama ia menyodorkan amplop kepada ara.


" ini, terimalah" ara mengambilnya, membolak balikan amplop coklat berukuran sedang itu


" ini apa " tanya ara


"buka saja"


ara membuka amplopnya, ia terkejut melihat isinya tapi tidak lama ia tersenyum.


"terima kasih my husband " ara sumringah menerima uang cash, kartu ATM dan credit card dari satria


"ehmm"


" ternyata kamu suami yang bertanggung jawab....hahahaha" satria menggelengkan kepalanya lalu tersenyum


" eh berapa pinnya"


" tanggal pernikahan kita"

__ADS_1


...----------------...


waktu berlalu, tidak terasa hari ini adalah hati pertama masuk sekolah setelah liburan semester. selama lebih dari seminggu ini ara dan satria tinggal berdua. mereka sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan masing masing, seperti satria yang sulit bangun dan ara yang sedikit ceroboh. seperti pagi ini, ara kebingungan mencari kaos kaki yang akan dia pakai. ara sudah mencarinya bahkan mengobrak ngabrik lemari juga kamar tapi tidak ketemu.


satria berkacak pinggang melihat kamarnya berantakan karena ulah istrinya. ia terus saja melihat jam yang ada dipergelangan tangannya dan menghembuskan nafasnya kasar. satria orangnya disiplin dia tidak pernah terlambat masuk sekolah, sedangkan sekarang dia mungkin saja akan terlambat.


" yeah....ketemu!!!..." ara berjingkrak jingkrak senang


"ayo cepetan nanti kita terlambat!.."


"ok ok bos....jangan marah..." satria memutar matanya, jengah


mereka berangkat menuju sekolah, untuk lebih cepat sampai mereka menggunakan motor. ara melingkarkan tangannya pada pinggang satria, dan menyenderkan kepalanya dipunggung satria. satria tidak menolak, dia tersenyum melihat tangan ara melingkar. ara menikmati angin yang berhembus membelai rambutnya.


" satria, ehmm katanya kamu anggota osis ya" satria mengagguk


"pasti kamu jajaran cwo most the wanted" satria mengangkat bahunya


"kalau benar kamu pasti banyak fans nya" ara bergidik ngeri membayangkan anarkisnya fans satria ketika tau dia adalah istrinya


"ehmm turunkan aku sebelum tiba di sekolah ya!"...


ckittt...


satria tiba tiba menghentikan motornya. satria menatap ara dengan tatapan yang tidak bisa diartikan


" jangan salah paham, aku hanya tidak ingin ada gosip tentang mu dan aku. terlebih jika mereka tau tentang status kita, ihh membayangkan nya saja aku ngeri. aku tidak mau fans fans mu menyerbu ku....hahahaha" satria mengagguk


"iya aku tidak mau dikeluarkan oleh pihak sekolah, terlebih aku murid baru"satria menjalankan kembali motornya


sesuai permintaan ara, satria menurunkan ara di halte dekat sekolahnya supaya tidak ada yang melihat mereka berangkat bersama.


ara sedikit berjalan ke sekolah. setibanya disekolah gerbang sekolah akan ditutup, ara cepat cepat berlari supaya tidak dihukum. untungnya ara berhasil masuk sebelum gerbangnya di tutup. dari jauh satria menghembuskan nafasnya lega melihat ara.


"eh tuh si ara gak bareng lo" bisik alvin dan dianggukin dion


" bareng cuma dia turun di halte dekat sekolah" jawab satria datar


" lo kok turunin dia disitu, tega amat lo"


satria menatap dion lalu beralih lagi melihat ara


" dia yang minta, takut ketahuan sama fans gue katanya"


seketika itu dion dan alvin tertawa terbahak bahak. satria menatap tajam dion dan lavin


" sorry sorry beneran gue gak tahan pengen ketawa" kata dion sambil memegang perutnya

__ADS_1


"tapi ada benarnya juga sih, takutnya fans lo bertindak anarkis sama ara. bisa jadi ara jadi korban bully fans lo" satria dan dion mengagguk


didepan gerbang ada anggota osis yang berjaga untuk mencatat siswa dan siswi yang terlambat. ara melihat kesana kemari mencari seseorang tapi tidak ia temukan. seorang anggota osis menghampiri ara yang terlihat seperti kebingungan dan semua itu tidak luput dari pandangan satria


" kamu murid baru?..." tanyanya, ara mengagguk


dia melihat ara dari atas kebawah


" cantik....gue harus dapetin dia" batinnya


" kenalin gue Renaldi" menyodorkan tangannya pada ara


" Tiara" menyambut tangan renaldi


ara melepas jabatan tangannya ketika mendengar suara yang sangat ia kenal.


" kamu tiara bukan, kamu dipanggil kepala sekolah " lalu pergi


" tunggu" ara mengejar satria


" sialan lo satria...awas aja lo" batin renaldi


di koridor menuju ruang kepala sekolah semua mata tertuju pada ara dan satria. tidak biasanya satria berjalan berdua dengan seorang siswi, terlebih itu murid baru. mereka berbisik bisi, walau sebenarnya masih terdengar satria dan ara.


tiba lah mereka didepan pintu ruang kepala sekolah


tok... tok... tok...


cklek...


satria dan ara masuk


" selamat pagi pak"


" pagi nak satria, ini yang ibumu ceritakan?" satria mengagguk


" baiklah, nanti tolong temui wali kelasmu setelah selesai upacara. sesuai permintaan ibumu nak tiara akan sekelas dengan mu"


" baik pak" jawab satria dan ara bersamaan


" kami permisi"


" iya silahkan"


mereka pun keluar ruang kepala sekolah dan mengikuti upacara bendera. satria mengarahkan ara untuk berbaris dibarisan kelasnya. ara berbaris dibagian barisan paling belakang sedangkan satria sebagai anggota osis sedang berjaga jaga dibelakang barisan. setelah selesai upacara, satria mengajak ara untuk keruang guru.


" eh sat, aku dari tadi gak liat kedua sahabatmu yang selalu ngekorin kamu" satria melirik ara sebentar

__ADS_1


"ada, mungkin sudah ke kelas" ara mengaguk


setelah menemui wali kelas satria yaitu bu Rianti, mereka bertiga pergi menuju kelas XII IPA 2.


__ADS_2