
Mari kita tinggalkan dulu pasangan yang sedang dimabuk cinta. Hihihi
Dion POV On
Drtt...
Drtt...
Drtt...
Gue lihat ada panggilan masuk waktu gue nyetir pulang sekolah. Gue langsung menepikan mobil dipinggir jalan dan mengangkat telepon masuk ke nomor gue setelah melihat nama yang tertera dihandphone ternyata nyokap gue.
"Hallo momz"
"Assalamualaikum Son. Kebiasaan kamu"
Momy mengomel karena gue gak ngucap salam dulu
"Iya maaf Momz. Asalamualaikum Momy ku sayang. Ada apa?"
"Kamu udah pulang belum?" Tanya Momy pada ku.
"Udah Momz, kenapa?"
"Jemput Momy ya dihalte bis Jln xxx" Perintahnya
"Loh kok Momy ada dihalte bis?" Tanya gue bingung. Biasanya kan kalau keluar, Momy suka pake supir.
"Gak usah banyak tanya. Cepat jemput Momy. Gak pake lama!" Katanya penuh penekanan
"Asiap Momz. Anak mu yang ganteng gak ketulungan ini lagi dijalan, bentar lagi nyampe" Ucap ku pada Momy
"Iya"
Setelah mengatakan "Iya" Momy menutup sambungan teleponnya. Dan gue langsung tancap gas menuju tempat Momy berada. Gue melajukan mobil dengan kecepatan lumayan tinggi karena takut Momy akan menunggu lama dan pasti gue bakalan kena omel.
Sesampainya disana gue gak lihat Momy gue. Bahkan gue udah menyisir sepanjang jalan tapi Momy gak ada. Gue terus menghubungi nomor Momy tapi gak ada jawaban.
"Ya ampun Momz dimana sih, bikin khawatir aja!" Gue berkacak pinggang dipinggir jalan melihat sekeliling, takutnya Momy sembunyi atau lagi ngerjain gue. Sungguh fikiran yang bodoh!
Gue terus menghubungi nomor Momy dan bertanya kepada orang orang yang berada disitu namun tidak ada yang tahu sampai gue masuk mini market dan membeli minuman kaleng. Gue tanya sama kasirnya tentang Momy gue. Kali aja ia lihat.
"Maaf bang. Lihat wanita paruh baya berdiri disitu gak?."Tunjuk gue kearah halte bis " Ini Fotonya" Gue menodorkan handphone gue pada kasir yang lagi bertugas.
"Gak tau sih. Tapi tadi di depan ada yang kecelakaan"
"Hah kecelakaan" Ucap gue kaget. Sungguh sekarang gue bener-bener khawatir yang kecelakan itu Momy
"Iya tabrak lari kalau gak salah" Ucap si abang kasir yang terlihat sedang berfikir lalu ia mengaggukan kepalanya tanda bahwa ia yakin dengan apa yang ia katakan.
Gue ngerasa tubuh gue lemes seketika. Namun gue mencoba berfikiran positif bahwa itu bukan Momy. Mungkin orang lain, ya orang lain. Tapi gue juga takut.
__ADS_1
Gue melangkah keluar mini market sambil terus menghubungi nomor Momy. Gue begitu prustasi karena takut terjadi sesuatu yang gak gue inginkan. Gue membenturkan kepala gue kestir mobil beberapa kali dan gue berhenti saat ada suara dari handphone gue.
"Assalamualaikum" Gue tertegun melihat dengan seksama layar handphone gue.
"Tapi bener nomor nyokap gue. Kok suaranya kaya beda" Gumma gue pelan
"Assalamualaiku. Hallo... Hallo" Dia terus saja bersuara karena gue masih diam
"Maaf ini benar kan no Ibu Elza" Ucap gue
"Owh iya betul" Jawabnya disebrang sana. Tapi sungguh gue merasa gak asing dengan suaranya itu. Tapi siapa?
"Ibu Elza nya kemana ya. Gue mau ngomong"
"Ehmm itu. Begini tadi Ibu Elza kecalakaan"
"APA KECELAKAAN" Gue kaget, sungguh!. Sampai tubuh gue lemes. Tanpa Sadar air mata gue jatuh mendengar wanita yang paling gue sayang didunia ini kecelakaan. Gue gak sanggup jika harus kehilangannya.
"Iya. Sekarang dirawat di Internasional hospital XXX"
"Ba-baik saya kesana sekarang" Itu kalimat yang hanya bisa keluar dari bibir gue.
Gue buru-buru tancap gas ketempat Momy di rawat. Bahkan gue gak nanyai bagaimana keadaan Momy saking paniknya. Sesampainya diRumah Sakit, gue langsung menghampiri bagian informasi.
"Maaf Sus pasien atas nama Elza yang korban kecelakaan dirawat diruangan mana ya?"
"Sebentar ya dek" Jawab perawat itu lalu gue lihat ia sedang mengutak ngatik komputer mencari apa yang gue tanyakan. "Pasien yang bernama Elza dirawat diruangan VVIP kamar No 2 dilantai 4"
"Terima kasih Sus" Kataku langsung berlari menuju ruangan Momy dirawat.
"Momz" Gue memanggil nyokap gue sambil teriak.
Gue lihat ada anak SMA yang berhijab membelakangi gue dan sedang menemani nyokap mereka terlihat sedang berbincang. Mendengar pintu dibuka secara kasar dan gue teriak memanggil Momy. Mereka berdua seketika berbalik melihat gue. Alangkah terkejutnya gue saat gadis itu berbalik. Dan ternyata dia adalah Alia. Gue mematung di ambang pintu.
"Alia"
"Dion"
Ucap kami bersamaan.
Dion POV Off
"Kalian saling kenal?" Tanya Elza melihat keduanya begitu terkejut
Kata-kata Elza membuatnya tersadar dari keterkejutan yang ia dapatkan barusan.
"Eh iya Momz, Alia teman sekelas Ion" Jawab Dion. Elza tersenyum mendengar jawaban anaknya
lalu berjalan melangkah mendekati Elza. Melihat Dion berjalan kearahnya, Alia berdiri dari duduknya dan memberikan sedikit ruang untuk Dion berada disisi Elza.
"Momy gak apa-apa?. Gak ada luka serius kan. Gimana bisa kaya gini sih Momz." Cerocos Dion sambil memeriksa dengan teliti tubuh Elza.
__ADS_1
"Tenang Son, Momy mu ini gak apa-apa. Cuma kaki Momy harus di gips" Ujar Elza menenangkan
"Cuman!. Momy bilang cuman. Momz itu kaki patah Momz. Momy seenteng itu bilang cuman. Kalau cuma memar dan baret-baret Momy boleh bilang cuman" Omel Dion
Alia terpaku mendengar Dion yang begitu khawatir terhadap Elza. Ia yakin bahwa Dion sangat menyayangi Elza
"Son, Kamu udah ngabarin Daddy belum?. Momy belum sempat ngabarin karena Momy juga baru sadar"
"Ya ampun Momz aku lupa" Dion menepuk keningnya "Sebentar, Dion telepon dulu Daddy"
Dion melangkah keluar dari ruangan untuk menghubungi Daddy nya. Tak lama kemudian ia masuk lagi setelah selesai.
"Al" Panggil Dion pada Alia yang sedang duduk disamping Elza. Alia berbalik
"Apa"
"Lo udah makan siang belom?. Temenin gue kekantin. Gue laper, tapi males kalau makan sendiri" Jelas Dion
Elza mencibir mendengar ucapan Dion. Namun ia senang jika Alia dan Dion dekat.
"Dasar playboy kakap. Tapi Momy mendukung mu sekarang" Ucap Elza dalam hati
"Iya Al pergi sana bersama Dion. Kamu pasti belum makan siang kan?. Dari tadi kamu disini nemenin Tante"
"Ah iya Tante gak apa-apa. Al pulang saja, takut nyariin" Alia menolak secara halus
"Iya Tante tahu, tapi Tante akan tenang jika kamu makan dulu. Nanti Dion yang antar kamu pulanh sayang" Bujuk Elza
"Ehmm baiklah Tante" Elza tersenyum senang
"Ion kamu ajak Alia makan di resto langganan kita. Terus kamu anterin Alia pulang sampai depan rumah."
"Ok siap"
"Tapi Tante disini sama siapa?"
"Tenang aja, Al Bokap gue dalam perjalanan kesini" Alia pun mengagguk
"Ayo Al" Ajak Dion
Alia mengagguk. Ia mengambil tangan Elza dan menciumnya. Elza terkejut namun seketia ia tersenyum.
"Momz kita pergi dulu ya"
"Heh dasar!. Tuh kamu contoh Alia!. Dia mau pergi itu salim dulu. Gak kaya kamu, melengos aja!" Ucap Elza ketus
"Ya ela si Momy malah ngejatuhin harga diri gue!" Batin Dion
Lalu ia mendekati Elza dan mencium tangan juga kening Elza
"Assalamualaikum" Ucap Alia dan Dion berbarengan
__ADS_1
"Waalaikumussalam, hati-hati"
Alia dan Dion mengagguk