
Ini bukan Up ya guys
Selamat hari proklamasi yang ke 76 Tahun Indonesia merdeka!!!!!
Tok!...
Tok!...
Tok!...
" Satria... Ara...." Panggil Lisa yang sedang berdiri didepan pintu kamar mereka. "Satria bangun" Lisa menggedor gedor pintu kamar anak menantunya namun tidak ada sautan dari dalam.
"Aish...Jam segini kalian belum bangun" Teriaknya lagi
"Ya Allah kenapa engkau tularkan penyakit anak ku yang ganteng gak ketulungan itu pada menantu ku yang cantik" Lisa menghela nafas "Dulu menantu ku selalu bangun pagi tapi sekarang jadi ketularan si kebo!"
"Hei kalian belum mau bangun atau sedang enak enak!" Lisa menarik nafasnya panjang "Dasar anak gak ada akhlak!" Teriak Lisa
Untung saja teriakan Lisa itu tidak sampai terdengar kelantai bawah. Bisa malu bukan. Hihihi
"Satriaaaa.... kamu gak malu apa hah!. Mertua mu dan kakaknya Ara sudah dibawah!. Sahabat Ara dan juga kamu sudah datang!. Kalian masih meringkuk dikamar!"
"Aish" Lisa mencoba membuka pintu kamar anaknya dan terbuka "Eh gak dikunci, Tahu gitu langsung aja teriak didepan telinga mereka!"
Lisa masuk dan tidak mendapati anak dan menantunya. Hanya melihat kamar berantakan. Ia menepuk keningnya pelan. Lalu ia mendengar gemericik air dikamar mandi dan melangkah menuju kamar mandi. Lisa menempelkan telinganya dipintu mencoba menguping dan...
Cklek...
Pintu kamar mandi terbuka, Lisa terhunyung kedepan.
"Ibu!" Ucap Ara dan Satria berbarengan
Lisa mendongkrakkan kepalanya dan melihat anak menantunya hanya memakai handuk seperti habis mandi.
"Aish, malu banget kalau mereka tahu aku nguping" Batin Lisa
"Ibu ngapain berdiri didepan pintu?" Tanya Satria yang sebenarnya tahu apa yang sedang Ibunya itu lakukan. Tapi dia pura-pura tidak tahu.
"Eh tadi itu.. Tadi Ibu gedor-gedor kamar kalian, teriak teriak didepan pintu gak ada yang nyaut jadi Ibu masuk. Tadinya Ibu mau membuka kamar mandi kalian buat ngecek. Eh keburu kalian buka." Ucap Lisa dengan memasang wajah tanpa dosa
"Owh" Ara dan Satria beroh ria
"Sudah kalian cepat pakai baju!. Noh dibawah sudah ada mama dan papa kalian juga ada ketiga sahabat kalian lagi nangkring di ruang keluarga. Kalian yang punya rumah malah baru mandi" Lisa membalikan tubuhnya melangkah keluar kamar namun setelah beberapa langkah ia berhenti " Satria!. Jangan menularkan menyakit mu pada menantu ku!" Lalu Lisa kembali melangkah pergi dan menutup pintu.
Ara menatap Satria penuh tanda tanya " Penyakit apa yang Ibu maksud?. Kamu punya penyakit menular?"
Satria tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu melangkah menuju walk in closet dan Ara mengekori Satria.
"Ih kamu kok diem gitu sih. Jelasin yang tadi dimaksud Ibu!" Satria tidak mendengarkan Ara malah sibuk memilih pakaian santai yang akan ia kenakan.
"Bukan kah kita hari ini akan berlomba" Ara mengagguk sambil cemberut " Pakai celana olah raga sama kaos oblong aja lah" Satria berbicara sendiri.
"Satria!!!"
Satria berbalik melihat Ara dan tersenyum. Tangannya terulur mengacak-ngacak rambut Ara.
"Penyakit ku cuman satu!. Susah dibangunin. Kan kamu udah tahu" Satria lalu terkekeh dan melangkah keluar untuk makai baju yang telah ia ambil.
"Aish" Lalu Ara berbalik memakai pakaian yanh sama dengan suaminya.
Mereka turun kelantai satu setelah berpakaian yang sesuai dengan tema hari ini. Mereka semua berkumpul untuk mengadakan perlombaan untuk merayakan HUT RI yang ke 76 Tahun.
Setelah sampai di lantai satu, mereka tidak menemukan siapapun.
"Pada kemana?" Ara melihat sekeliling
"Paling ditaman belakang" Jawab Satria sambil melangkah ke taman belakang rumahnya.
Sesampainya ditaman, mereka melihat semua orang sibuk mendekorasi taman sedemikian rupa dengan ornamen khas warna merah putih. Begitupun dengan orang tua mereka.
"Woi. Malah diem disitu kalian. Cepetan bantuin!" Teriak Bara yang sedang memasang anyaman kertas merah putih.
"Abang" Ara berlari menghampiri Bara dan memeluknya. Entah kenapa ada rasa rindu yang membucah pada kakak lelakinya itu.
Bara membalas pelukan adik kesayangannya. Namun ada yang aneh, Bara merasakan bajunya basah
__ADS_1
"Hei hei hei" Bara melepaskan pelukannya untuk melihat wajah Ara " Tumben nangis Neng, Kangen ya sama Abang?" Ejeknya
"Abang Ara kangen" Lalu Ara memeluk bara kembali. Semua yang ada disana terkejut terutama kedua orang tuanya, pasalnya Ara tidak pernah seperti itu.
"Kenapa aku kaya gini ya, apa ini perasaan rindu pemilik tubuh ini" Batin Ara
"Udah udah, lebih baik kita mulai saja" Ucap Devina
"Tapi mereka berdua belum sarapan" Ucap Lisa lalu beralih ke Ara dan Satria "Kalian sarapan dulu biar kita selesain dulu ini"
Ara dan Satria kembali kedalam rumah dan Sarapan. Setelah Ara dan Satria selesai, mereka memulai permainannya.
Lomba pertama yaitu memasukan paku kedalam botol sambil menggendong pasangannya. Karena disini cuma ada tiga pasangan, jadi yang bermain hanya Lisa-Heru, Ara-Satria dan Devina-Bambang. Walau ada satu cewek lagi yaitu Alia, namun ia tidak mau karena dia bilang bukan muhrim. Hihihi jarang sekarang ada perempuan kaya Alia, salut Author juga.
Ketiga pasangan itu sudah siap pada posisinya. Mereka akan berlari sejauh 5 meter dan memasukan paku yang menjuntai di bokong laki-laki pada botol yang disediakan.
"Ayo semangat Ma, Pa. Jangan kalah sama yang muda" Teriak Bara penuh semangat
"Ara"
"Satria"
"Ayo semangat" Ucap Dion, Alia dan Alvin
"Sedih banget ya Yah. Kita gak ada yang semangatin" Ucap Lisa
"Ayo semangat Nyonya, Tuan" Ucap para pelayan
"Kalian memang yang terbaik, Aku bakalan ngasih bonus ke kalian kalau menang" Ucap Lisa semangat dan Heru hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka bertiga pun mulai berlari dengan diiringi sorak soraya dari para pendukungnya masing-masing. Yang memimpin adalah Satria, dan tidak perlu waktu lama akhirnya Satria berhasil memasukan paku kedalam botol.
"Yeee kita menang" Ara turun dari gendongan Satria dan memeluknya.
"Ya kita kalah" Ucap Devina dan Lisa kecewa
"Ayo yang kalah jangan kecewa masih banyak lagi perlombaan yang menanti" Ucap Bara "Kita kepermainan selanjutnya"
"Permainan selanjutnya adalah joged tomat"
"Ye kita menang Vin" Teriak Dion gembira
Lanjut ke permainan ketiga, Bermain basket dengan menggunakan daster.... Kebayang ya Alvin, Dion, Satria, Bara dan Heru juga Bambang memakai daster sambil mendribel bola. Mereka menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Heru terdiri dari Heru, Satri dan Alvin sedangkan disisi Bambang ada Bara dan Dion.
Ara dan Alia membawa paper bag berisi masing-masing tiga buah daster yang diberikan Mama Devina
Ara menyerahkan paper bag yang dibawanya pada Satria.
"Kamu pasti cuco kalau pakai ini" Ucap Ara mengejek
Pletak
Satria menyentil kening Ara
"Aw... Sakit" Ara meringis
Cup
Satria menngecup kening Ara yang barusan ia sentil.
"Jangan mesra-mesraan depan jomblo!. Kaya gak ada waktu aja" Ucap Alvin
"Sirik aja lo"
Sedangkan Alia menyerahkan paper bag itu pada Dion
"Ini, Semoga berhasil" Ucapnya tulus
"Makasih cantik" Balas Dion, Alia tersipu malu
"Jangan termakan rayuan playboy cap jangkrik ini Neng" Ucap bara
"Apa lo bilang Bang"
"Udah kita mulai saja" Bambang menengahi dan dimulailah permainannya
__ADS_1
Sorak sorak penonton terdenger riuh ditelinga
"Satria semangat!" Teriak Ara
"Sayang ayo semangat, jangan kalah sama anak muda" Ucap Devina dan Lisa pada pasangannya masing-masing
Satria mendribel bola lalu dioper pada Alvin dan Alvin memasukan bola ke ring
"Yeeee masuk" Teriak pendukung tim Heru
Permainan berlangsunh sengit, kedua kubu sama sama kuat namun akhirnya permainan dimenangkan oleh tim Ayah Heru karena Alvin paling jago bermain basket
"Ahh capeknya" Keluh Bambang sambil duduk menyender dikursi
"Ini minum dulu Pa"
"Terima kasih"
"Ini untuk Ayah" Ucap Lisa memberikan minuman dingin pada heru yang sedang membuka daster yang ia pakai
"Makasih sayang"
"Ini minum" Ara menyodorkan segelas jus dingin
"Terima kasih"
"Enak betul yang punya pasangan" Bara mencibir
"Iya betul itu bang" Ucap Dion dan Alvin menimpali
Alia terkikik melihat ke irian tiga cowok jomblo didepannya
"Hei kalian para anak muda" Panggil Bambang dan semua berbalik melihat kearah Bambang
"Ayo beristirahat sejenak lalu lakukan satu permainan lagi. Siapa yang menang akan mendapatkan Handphone keluaran terbaru dari merek apel yang digigit sedikit"
"Assik"
Setelah mereka cukup beristirahat mereka melanjutkan lomba terakhir.
"Perlombaannya Adalah berenang mengambil bendera dari ujung kolam lalu kembali ke start" Ucap Heru
Satria, Bara, Dion dan Alvin sudah bersiap-siap untuk berenang..
"Mulai" Ucap Bambang"
"Ayo sayang cepat, aku mau hp baru" Teriak Ara
"Ayo Bar cepat, nanti hp nya buat Mama"
"Ayo Dion cepat. Ayo semangat" Ucap Alia tanpa sadar dan itu membuat semuanya diam karena kaget dan memandang penuh tanya pada Alia.
"Ma-maaf" Ucap Alia
"Hahahaha. Kenapa harus minta maaf" Ucap Ara dianggukin yang lain
Dan pada akhirnya yang duluan sampai start adalah Bara
"Yeee abang menang" Ucap Mama Devina
"Siapa dulu donk Bara" Bara menepuk dadanya
"Ya gak menang hp baru" Ucap Ara kecewa
Satria mengacak-ngacak rambut Ara " Mau hp baru?" Ara mengangguk " Kita beli"
"Yeahhh. Makasih suamiku sayang" Ara memeluk tubuh polos Satria yang hanya mengenakan celana renang "Ya basah baju ku" Melihat bajunya yang basah karena memeluk tubuh Satria yang basah
Satria menggangkat tubuh Ara ala bridal style. "Tanggung basah" lalu Satria menceburkan dirinya sambil menggendonh Ara kekolam renang
"Aaaa Mamaaaa"
Semoga menghibur...Karena tidak bisa melakukannya didunia nyata... Hiks hiks
Aku kangen nonton panjat pinangðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1