Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
apartment


__ADS_3

didalam kamar mereka saling diam tidak ada yang mengeluarkan suara. mereka sibuk dengan fikirannya masing masing. satria lalu berdiri dan duduk disamping ara di sofa bed.


" lo kecewa?"....


" hah"...ara masih bengong dan belum sepenuhnya sadar dari lamunannya


" apa lo kecewa karena kita gak jadi bulan madu tapi malah ngajak lo nemenin gue kerja?"... ara menggeleng tatapannya kembali kosong


"lalu..." satria penasaran


" tidak apa, hanya tidak ingin kesana."


" kenapa" tanya satria, dia memandang ara penuh tanya


" aku memiliki kenangan buruk disana" tanpa disadari ara mengtakannya. ara terkejut dengan apa yang dikatakannya. langsung menutup mulutnya dengan tangan.


" aneh, setau gue dia gak pernah keluar kota tanpa keluarganya. juga belum pernah ke kota B" batin satria


jagan tanya kenapa satria tau, karena satria sebelumnya sudah meminta orang untuk menyelidiki siapa Tiara. bahkan insiden yang hampir merenggut nyawanya pun dia tau


" gu gue gak ikut, lo pergi aja selesain pekerjaan lo, kita bisa liburan nanti. lagi pula masih ada 12 hari lagi bukan masuk sekolahnya"


" tapi lo gak marah kan" ara menggeleng " gue berangkat lusa, disana cuma 2 hari" ara mengagguk


tidak ada pembicaraan lainnya....hening...


tok...tok...tok...


ara beranjak dari duduknya, melangkah menuju pintu kamarnya dan membukanya.


cklek...


" abang... ada apa?"...


" itu ada mertua mu datang" raut mukanya berubah sendu

__ADS_1


" abang kenapa?... kok mukanya kaya sedih gitu"


tiba tiba bara memeluk ara, ara terkejut tapi membalasnya. satria melangkah menghampiri bara dan ara yang sedang berpelukan. dia merasa heran


" kenapa bang?..." bara melepaskan pelukannya melirik satria


" kenapa?... kamu cemburu, aku meluk adim aku sendiri!..."


satria menggaruk kepalanya yang tak gatal. ara yang melihat cuma geleng geleng kepala


" dia bener bang,,,lagi pula abang kenapa coba sedih kaya orang yang mau pisah aja" dan dianggukin bara


ara dan satria saling lirik. bara menghembuskan nafasnya kasar


" dek, kamu kayanya mau dibawa pergi sama mertua kamu" ara dan satria hanya beroh ria " kamu gak sedih dek" ekspresinya dibuat semenyedihkan mungkin


" ichh abang lebay banget kaya abg yang mau ditinggalin pergi pacarnya, lagipula ya abang tu masih bisa ketemu setiap saat. kita juga masih di kota yang sama, justru abang yang mau ninggalin adek pergi lagi kan ke luar negeri buat kuliah" jelas ara. bara pun pasrah, ada perasaan tidak rela saat adiknya akan dibawa pergi walau itu oleh suami dan mertuanya.


...----------------...


ya ara sekarang berada di kamar satria. tadi keluarga satria menjemput ara dan satria untuk tinggal di rumah keluarga aditama.


ara merebahkan tubuhnya setelah membereskan isi kopernya. dia terlelap dan memulai mimpi indahnya


di sisi lain di ruang kerja heru aditama. seorang ibu sedang menatap tajam anak semata wayangnya, ya siapa lagi kalau bukan satria.


" kata mertua kamu, kamu akan mengurus pembukaan cabang kafe mu di kota B sekalian liburan?... jelaskan pada ibu dan ayah"... heru mengagguk


satria mendesah, sekarang ia seperti di sidang orang tuannya.


" iya bu.." lisa mendesah


" tuh liat anakmu... " merajuk pada suaminya


" tidak bisa ditunda acara pembukaannya?..." tanya heru

__ADS_1


" tidak yah,,, itu sudah di rencanakan jauh hari. lagipula persiapannya sudah selesai"...


lisa hanya diam, memperlihatkan muka bad mood nya.


" kapan?" heru bertanya lagi


" lusa aku berangkat pah bersama alvin dan dion. dan besok acaranya, setelah selesai aku langsung pulang" jelas satria dan hanya dianggukin heru


"langsung pulang?... maksudnya ara gak ikut. satria kamu mau ninggalin ara?" satria menggeleng


" bukan, memang ara tidak ingin ikut satria pergi ke kota B "


" ya sudah kalau itu sudah jadi keputusan kalian" lisa pasrah


" bu...ayah..." lisa dan heru menatap satria menunggu kelanjutan kalimatnya.


" ehmmm aku rencananya mau tinggal di apartmen setelah pulang dari kota B" dengan mantap satria mengatakan rencananya.


lisa dan heru membulatkan matanya


" APA!!!..... tidak tidak,,, ibu tidak setuju. ngapain ibu cepet cepet nikahin kamu kalau akhirnya menantu ibu dibawa pergi sama kamu!!..." cerocos lisa


heru dan satria mendesah mendengarkan keluhan wanita yang paling mereka sayang


" dengar dulu alasan satria" heru menimpali


" tolong izinkan kami tinggal berdua bu, untuk lebih saling mengenal"


" kalian juga bisa saling mengenal kalau tinggal sama ibu, tidak usah pindah"... heru diam hanya menyimak berdebatan ibu dan anak sambil sesekali menyesap teh nya


" bu kami bukan pasangan yang menikah seperti pada umumnya. kami dijodohkan jika ibu lupa" satria menarik nafas panjang " kami tidak dekat, tidak mengenal satu sama lain dan tidak saling mencintai. jadi ijinkan kami hidup berdua untuk lebih dekat" jelas satria


lisa menghela nafas panjang mendengar penuturan anaknya


" baiklah tapi dengan satu syarat" satria menaikan sebelah alisnya menatap ibunya penuh tanya " kalian harus menginap disini tiap malam minggu, tidak ada tapi!..."

__ADS_1


__ADS_2