Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
50


__ADS_3

Brak...


Semua orang terkejut. Dan menoleh kearah sumber suara. Seorang laki-laki berlari memeluk Ara.


"Abang" Beo Ara


Bara memeluk Ara erat. Air matanya jatuh tak terbendung lagi. Cepat-cepat Bara menghapusnya Agar tidak ada yang tahu. Namun Ara sudah terlanjur tahu, Karena Air mata Bara jatuh membasahi pakaian Ara. Ara membalas pelukan Bara lalu mengusap punggungnya. Semua orang yang berada diruangan itu hanya diam. Mereka semua memberikan waktu untuk kakak beradik itu melepas rindu dan kekhawatirannya.


" Aku tidak apa-apa Bang" Ucap Ara


" Maaf karena Abang baru pulang hari ini" Ucap Bara


" Tidak Apa" Ara melepaskan pelukannya


"Abang berusaha untuk cepat datang, tapi Abang harus sidang skripsi terlebih dahulu" Ara terseyum lalu mengagguk


Devina yang kesal karena khawatir Bara tidak dapat dihubungi dari kemarin pun menggeplak kepalanya.


Plak...


" Aww. Sakit Ma" Bara mengusap kepalanya.


"Dasar anak nakal. Kalau pulang itu bilang!. Jangan bikin orang tua khawatir!. Dari kamarin tidak bisa dihubungi ternyata kamu naik pesawat!.'' Teriak Devina


" Sudah Ma. Ini Rumah Sakit, jangan teriak-teriak" Ucap Bambang, tapi Devina tidak mendengarkan Suaminya. Ia lalu menjewer telinga Bara.


"Aww aww. Sakit Ma, sakit. Ampun ampun!" Ucap Bara kesakitan


" Udah Ma, kasihan Abang!" Ara menarik Bara kearahnya.


Devina melepaskan jewerannya " Belain terus Abang mu" Ucapnya kesal


Devina lalu berjalan kearah sofa dan duduk sambil menyilangkan tangan, menatap tajam pada kedua anaknya. Tak lama Bambang, Lisa dan Heru menyusul dan mereka bertiga duduk disofa.


"Bang" Ucap Satria


Bara pun menoleh, lalu Satria menyalami Bara. Tanpa diduga Bara memeluk Satria.


" Thanks, udah jagain Adek kesayangan Abang" Ucapnya lalu melepaskan pelukannya.


"Itu sudah jadi tugas saya Bang" Ucap Satria


Bara duduk di pinggir ranjang Ara lalu satria duduk dikursi disamping ranjang Ara. Sementara para orang tua sedang berbincang.

__ADS_1


" Dek. Udah makan?" Tanya Bara


" Ara belum boleh makan!" Jawab Devina ketus.


Bara menghela nafas, ia harus menenangkan dulu sang penguasa rumah yang sedang marah padanya. Bara berjalan mendekati para orang tua. Bara menyalami semuanya kecuali Devina. Ia sengaja akan menyalami Mamanya pada urutan terakhir. Devina semakin kesal karena kelakuan Bara. Ia memalingkan wajahnya saat Bara duduk disampingnya. Melihat itu Ara hanya geleng-geleng kepala.


" Ma" Panggil Bara.


Devina tidak merespon sedikit pun. Itu membuat Bara tersenyum dan Bambang menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak dan istrinya. Semua orang yang ada diruangan itu menonton drama Ibu dan Anak itu.


"Ma... Mama liat aku Ma" Ucap Bara lalu memeluk Devina " Maaf Ma, Bara benar-benar lupa ngabarin Mama. Maaf ya"


Devina masih diam tidak merespon Bara.


" Dasar anak nakal, awas aja. Aku tidak akan mudah luluh!" Batin Devina


"Mama jangan marah ya. Aku bawa oleh-oleh buat Mama" Sontak Devina langsung menatap Bara


" Yes! Satu langkah berhasil" Batin Bara


" Aku bawa anti aging mask dari merk xxxxx yang lagi hepening Ma" Mata Devina berbinar


" Bener?" Ucap Devina meyakinkan


" Iya mah, tuh Bara bawa di tas" Tunjuk Bara lada tas yang berada disamping ranjang Ara.


" Ya mana inget aku Ma. Yang aku inget cuma cepat pulang kesini" Jawab Bara apa adanya.


" Maafin Ara ya. Jadi buat kalian khawatir" Ucapnya sendu.


...----------------...


Pagi hari di sekolah. Seorang murid perempuan berjalan gontai menuju kelasnya.Ia berlajan terus berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya. Tidak ada senyum ramah dan wajah ceria seperti biasanya. Ia duduk di tempat duduknya dan memandang sendu kursi disebelahnya yang kosong. Ia menghela nafasnya terus-terusan.


Seorang murid laki-laki yang baru saja masuk ke kelas sedang memperhatikannya. Ia tersenyum lalu mengeluarkan Handphone nya lalu mengirim pesan.


Ting...


Bunyi nada handphone tanda ada pesan masuk ke nomornya.


Dion


Aku mau kasih kabar bahagia buat lo, Ara udah sadar.

__ADS_1


Mata Alia berkaca-kaca setelah membaca pesan dari Dion. Alia lalu menoleh Dion meminta kepastian dan Dion pun mengagguk. Air mata Alia mengalir begitu saja.


" Alhamdulillah ya Allah" Ucap Alia


Alia melakukan sujud syukur atas kabar bahagia yanh didapatnya. Sontak itu menjadi perhatian seluruh murid yang berada dikelas. Termasuk Dion, Satria dan Alvin. Satria tersenyum tipis melihat kedekatan antara Dion dan Alia.


Dion terseyum melihat Alia, senyum yang tak pernah dilihat Alvin atau Satria. Alvin menyikut lengan Satria tapi Satria hanya mengedikkan bahunya.


" Alia lo kenapa?" Tanya Bima


" Tidak apa-apa hanya bahagia" Ucap Alia sambil menghapus air matanya.


" Bahagia kok nangis"


" Kabar bahagia apa nih sampe nagis gitu"


" Ia Al cerita lah"


" Teman-teman aku dapat kabar kalau Tiara udah siuman" Ucap Alia sumringah


" Wah yang bener, syukur deh"


" Akhirnya aku bisa ketemu sama bidadari lagi"


"Alhamdulilah"


" Alhamdulilah dia bisa kembali ketengah-tengah kita"


Dan masih banyak lagi ucapan syukur yang keluar dari mulut teman-teman sekelas Ara. Mereka berencana menjenguk Ara di Rumah Sakit setelah pulang sekolah.


Jam pulang sekolah pun tiba. Alia memberanikan diri menghampiri Satria dan kedua sahabatnya. Alia tahu bahwa Satria pacar Ara dan sesungguhnya Alia ingin meminta ijin pada Satria terlebih dahulu dengan mengajak mereka ikut serta menjenguk Ara. Agar orang lain tidak curiga.


" Ehmz apa kalian mau ikut menjenguk Ara?" Ucap Alia basa basi


" Boleh, kita ikut. Iya kan?" Tanyanya pada Alvin dan Satria. Mereka pun mengagguk.


Hampir semua murid dikelasnya ikut menjenguk Ara. Sekarang mereka sudah berkumpul di parkiran sekolah. Seperti biasa Satria memakai motornya dan Alvin bersama Dion juga Alia berada satu mobil menggunakan mobil Alvin.


" Lo bareng kita aja" Ucap Dion dan semuanya menatap heran Dion " Maksud gue dia" tunjuknya pada Alia " Bareng gue dan Alvin sebagai petunjuk jalan" Jelas Dion walau sebagian orang tidak percaya termasuk Satria dan Alvin.


Semuanya berangkat bersama. Hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai di Rumah Sakit tempat Ara dirawat. Merek memasuki Rumah Sakit di pandu Alia. Sesampainya mereka didepan ruangan Ara dirawat, Satria membuka pintu ruangan Ara dengan santai seperti itu ruangannya sendiri. Semua murid yang ikut menatap heran kecuali dua sahabatnya dan Alia.


Cklek...

__ADS_1


Pintu terbuka, nampak Ara sedang memeluk seorang laki-laki yang usianya lebih tua dari Ara. Semua yang melihat kaget kecuali tiga sekawan itu, siapa lagi kalau bukan Satria, Alvin Dan Dion.


Mereka mulai berbisik-bisik dan menduga-duga kalau laki-laki yang sedang memeluk Ara itu adalah pacarnya. Ara yang melihat itu melepaskan pelukannya.


__ADS_2