Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
59


__ADS_3

Alvin dan Dion yang kesal karena panggilannya tidak dijawab walau mereka sudah beberapa kali menghubungi Satria pun menyusul Satria yang sedang berada diatap gedung sekolah. Mereka menaiki tangga untuk sampai diatap. Sesampainya disana Alvin terkejut, ia membulatkan matanya melihat Satria dan Ara sedang melakukan berciuman panas. beberapa saat kemudian ia memalingkan wajahnya. Sedangkan Dion yang berada dibelakang Alvin juga tak kalah terkejut melihat kegiatan panas Satria dan Ara.


"Oh My Good!!." Ucap Dion setengah berteriak


Mendengar suara Dion, Satria melepaskan pungutannya. Ara tertunduk malu karena ketahuan berciuman dengan Satria. Ara merasakan mukanya panas, ia menutup wajahnya dengan tangan lalu berlari meninggalkan Satria. Setelah Ara pergi Satria berdiri ia menatap tajam kedua sahabatnya yang datang diwaktu yang tidak tepat.


"Sorry kita ganggu ya" Ucap Alvin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Satria tidak menjawab pertanyaan Alvin yang jelas mereka sudah tahu jawabannya. Satria membawa tempat makan yang ditinggalkan Ara lalu melenggang pergi meninggalkan kedua sahabatnya.


" Cie. Cie yang ngambek. Lagi indehoi digangguin" Goda Dion.


"Sat tunggu!" Alvin dan Dion mengejar Satria " Sumpah gue gak tahu kalau ada Ara, gue cuma bilang bentar lagi masuk" Ucap Alvin


"Lagian lo juga sih pake ciuman disekolah bukannya diapartemen. Jadi kan bebas, gak bakalan ke gep sama kita" Ucap Dion tanpa rasa bersalah


Satria berbalik menatap tajam kedua sahabatnya. Yang ditatap hanya cengir kuda. Lalu ia berbalik dan pergi meninggalkan kedua sahabatnya. Sebenarnya selain kesal pada Dion dan Alvin, Satria juga malu karena kepergok kedua sahabatnya itu.


"Ye malah pergi gitu aja tuh anak" Ucap Dion dan membuat Alvin kesal sampai menimpuk kepala Dion.


Puk...


"Sakit ege!" Ucap Dion sembari mengusap-ngusap kepalanya


"Lagian lo kalau ngomong disaring kenapa?. Kaya yang gak pernah aja lo!" Ucap Alvin.


"Hehehe sorry, soalnya liat Satria kaya gitu gue terkejut lah." Alvin mengangguk setuju "Kalau liat gue, kan biasa. Hehehe"


Ara berlari sampai ke kelas. Ia langsung duduk dimejanya tanpa menghiraukan yang lain. Alia yang baru masuk kekelas melihat Ara sudah duduk dimejanya langsung menghampiri Ara dan duduk.


"Kamu tuh dari mana sih Ra!. Aku hubungin kamu gak diangkat-angkat!" Cerocos Alia


Ara melirik Alia lalu menutup mukanya dengan tangan. Itu membuat Alia penasaran, apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


"Ra" Panggil Alia dan Ara membuka tanganya lalu menoleh pada Alia menampilkan muka yang merah dan bibir yanh sedikit bengkak.


"Ara kamu saki?." Ara menggeleng " Kenapa muka kamu merah banget?" Tannyanya, sejurus kemudian ia melihat bibir Ara yang sedikit bengkak

__ADS_1


" Itu.." Tunjuk Alia pada bibir Ara. "Kalian!." Ara langsung menaruh telunjuknya dibibir tanda Alia harus diam. "Astagfirullahaladzim" Lanjutnya sembari mengusap muka " Ra kami tahu kan kalau itu.." Perkataan Alia terpotong


"Aku tahu apa yang akan kamu katakan tapi ku mohon jangan disini" Ucap Ara dan Alia pun mengagguk tidak membahhas hal itu lagi.


Tak lama Satria datang dengan keadaan yang hampir sama. Namun wajah Satria terlihat datar seperti biasa. Disusul oleh kedua sahabatnya Dion dan Alvin.


Tak lama seorang guru masuk kekelas mereka dan memulai pelajaran. Namun Ara tidak fokus sama sekali. Ara selalu teringat kejadian diatap dan itu membuatnya blushing setiap Ara mengingatnya.


"Ais bagaimana ini! Argh kenapa kepalaku dipenuhi oleh bayangan kejadian tadi" Ara menggelengkan kepalanya" Tidak-tidak Aku harus fokus" Batin Ara


Kelakuan Ara itu tidak luput dari mata Satria. Satria tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Melihat itu Dion menggoda Satria


"Cie yang udah kissing sama doi " Bisik Doin yang masih bisa didengar Satria. Satria tidak menggubris ucapan Dion.


Setelah jam pelajaran selesai dan waktu untuk murid-murid pulang. Alia dan Ara pun bersiap untuk pulang. Begitu pula dengan Satria, Alvin dan Dion.


"Sat lo gak lupa kan?" Tanya Dion dan Satria mengagguk.


"Makan aja lo yang difikirin!" Ucap Alvin


Satria pergi meninggalkan kelas disusul Alvin dan Dion yang mengekor dibelakangnya. Satria lalu mengambil handphone nya dan mengirim pesan pada Ara.


Bunyi handphone Ara, tanda ada pesan masuk. Ara membuka handphone nya dan tersenyum membaca siapa yang mengirim pesan. Ara langsung membuka pesan masuk dan membacanya


Pangeran Es


Mau ikut makan dikafe?. Aku akan makan bersama Alvin dan Dion dikafe. Kamu juga boleh mengajak Alia. Aku tunggu diparkiran, kalian bisa naik mobil Alvin atau Dion.


Ara


Ok aku menyusul aja ke kafe. Jemputan aku udah datang soalnya.


Pangeran Es


Ok


Setelah membaca pesan terakhir dari Satria, Ara memasukan handphone nya kedalam saku. Ara berniat mengajak Alia supaya ia tidak menjadi yang tercantik diantara mereka fikirnya.

__ADS_1


"Al" Panggil Ara


"Apa?" Jawab Alia tanpa melihat Ara


"Mau ikut gak makan-makan?"


"Sama siapa?"


"Ya siapa lagi" Jawab Ara malas. Alia mengagguk tanda mengerti siapa yang akan makan dengan mereka.


"Boleh tapi aku ijin dulu Mama ya" Ara mengagguk dan Alia menghubungi Mamanya. " Ya udah yuk berangkat. Kata Mama jangan terlalu sore pulangnya"


"Iya tenang aja, banyak supir gratis. Hahaha"


"Kamu itu ada-ada aja"


"Yuk supir Papa aku udah didepan"


"Loh emang gak bareng mereka?" Tanya Alia heran


"Gak. Masing-masing aja berangkatnya. Pulangnya baru barengan" Ucap Ara dan mereka pun pergi.


Satria masih diam diparkiran. Walau ia sudah mendapat kabar bahwa ara akan pergi dengan supir Papa mertuanya, ia tetap menunggu Ara.


"Sat kapan kita berangkat, kok masih diem disini" Ucap Dion


"Gue nungguin Ara" Jawab Satria datar


"Sama temenya dia?" Satria dan Alvin menatap Dion penuh selidik " Ah kalian jangan mandangin gue kaya gitu. Gue gak maksud apa-apa sumpah" Jelas Dion


"Tuh Ara Sat" Tunjuk Alvin pada Ara yang sedang berjalan bersama Alia menuju gerbang sekolah.


Satria dari jauh melihat Ara lalu tersenyum dan Ara membalasnya. Akhirnya Satria mengajak kedua sahabatnya untuk segera berangkat.


"Ayo kita berangkat" Ajak Satria pada kedua sahabatnya


"Ayo come on gue udah laper banget soalnya".Ungkap Dion

__ADS_1


Mereka semua akhirnya berangkat. Satria mengendarai motornya sedangkan Alvin dan Dion membawa mobil masing masing. Mereka mengikuti mobil yang ditumpangi Ara dan Alia.


__ADS_2