Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
107


__ADS_3

Ditempat lain seorang gadis membanting seluruh barang yang ada didalam kamarnya. Sehingga kamarnya penuh dengan pecahan barang barang yang ia banting.


"Aaaaa SIALAN!!!"..... Teriak gadis itu


"Apa hebatnya dia dibandingkan dengan gue!!.Apa karena dia dari keluarga ternama HAH!. Lo bakalan nyesel milih dia" Tunjuk ya pada foto Satria yang terpampang di kamarnya.


"Kalau gue gak bisa miliki Lo, dia juga tid-" Ucapannya terpotong oleh suara yang menggelegar dari ambang pintu.


"MARGARETHA!"..


Seketika tubuh Margaretha berbalik dan melihat Ayahnya berdiri diambang pintu dengan muka merah padam menahan amarah.


"Romo" Ucapannya pelan


Bayu Sudirjo melangkah dengan langkah lebar mendekati anak perempuannya


Plakk


Bayu menampar anaknya sehingga Margaretha tersungkur. Darah segar mengalir disudut bibirnya.


" Romo menampar ku?" Tanyanya


"Kamu tanya kenapa Romo menampar wajah mu?. Tanyakan saja pada dirimu sendiri!. Apa yang telah kau lakukan sehingga keluarga Sudirjo menanggung akibatnya. Sehingga aku harus jauh-jauh datang dari solo untuk menampar Mu!" Bayu menjeda ucapannya, ia menghela nafas sambil berkacak pinggang " Gadis bodoh!. Segara kemasi barang mu" Lalu berbalik meninggalkan anaknya


"Tidak Romo aku tidak mau pulang. Romo...Romo..." Namun teriakannya tidak digubris. Ia menangis sejadi-jadinya menumpahkan segala yang ada didalam hatinya.


...----------------...


Terkuaknya identitas Putri kedua dari pengusaha ternama membuat gempar seluruh negeri termasuk Sekolah tempat dulu Ara mengenyam pendidikan dari mulai TK sampai sekarang ia berada di bangku SMA. Ada yang bangga pernah kenal dengannya, ada yang takut karena suka membully Ara. Ada juga yang iri. Kehidupan Ara pun kini menjadi bahan perbincangan, bahkan media berlomba-lomba mengorek kehidupan pribadinya. Dan kecelakaan yang membuatnya koma pun kini disorot media. Itu lah yang tidak diinginkan, menjadi terkenal tidak menguntungkan bagi Ara ataupun Ana. Karena setiap gerak gerik mereka dipantau netizen. Hari ini Ara pergi ke sekolah bersama Satria tentunya. Walaupun sudah ujian nasional tapi ia dan yang lainnya masih harus mengikuti ujian sekolah sembari menunggu hasil dari ujian Nasional.


"Sayang, apa kamu sudah memikirkan untuk melanjutkan sekolah kemana?." Satria hanya melirik Ara lalu kembali fokus kedepan. "Kata Ibu kamu mau melanjutkan ke luar Negeri?" Ucapnya pelan. Ada nada sedih saat Ara mengatakannya


Satria menghela nafas lalu menepikan mobilnya. Ia melepaskan sabuk pengaman dan memeluk Ara. Satria tahu Ara mulai melow, biasa lah hormon ibu hamil.


"Tidak, aku tidak mungkin meninggalkan kalian" Satria melepaskan pelukannya lalu mengusap perut Ara dimana ada benihnya yang sedang tumbuh.


"Benarkah" Ucap Ara berkaca-kaca


Satria mengangguk lalu mencium kedua mata Ara yang sudah siap menumpahkan air matanya. Membuat Ara merasa teramat penting dihidup Satria. Mereka pun melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Sesampainya di sekolah, mereka berdua sudah disambut oleh dua pemuda yang tak lain adalah Dion dan Alvin. Serta seorang gadis yang sedang menunduk yang tak lain adalah Alia. Ara dan Satria keluar dari mobil dan menghampiri ketiga sahabat mereka. Alia terus saja menunduk sampai tidak sadar bahwa Ara sudah ada didepannya.


"Al" Panggil Ara


Alia pun mengangkat kepalanya ketika mendengar namanya dipanggil " Ara " Ucap Alia lalu tersenyum kaku


Ara menyerngit melihat kelakuan aneh sahabatnya. "Kamu gak apa-apa Al"


"Ehmm enggak kok. Aku gak apa-apa" Jawab Alia lalu tersenyum


"Hari ini mereka berdua memang aneh" Ucap Alvin sembari melihat Dion dan Alia secara bergantian


Ara dan Satria tentu bingung dengan ucapan Alvin namun mereka berdua tahu siapa yang Alvin bicarakan melihat gerak mata Alvin.


"Maksud lo?" Tanya Satria


"Iya mereka berdua aneh sikapnya hari ini. Ditanya jawabnya gak papa"


"Aneh kenapa?" Ara bertanya penuh selidik


"Udah ach kita ke kelas yuk" Ajak Alia pada Ara sembari menggandeng tangan Ara


"Nih si Dion dari tadi gue liat senyam senyum kaya orang gila"


" Sialan lo" Ucap Dion tidak terima


"Memang iya bukan" Ucap Alvin


"Lalu?" Tanya Ara tidak sabar sedangkan Satria hanya menyimak saja


"Dan nih cewek satu alias sahabat Lo Ra, nunduk aja kaya lagi nyari jarum pentul jatuh. Heran gue"


Alia semakin menunduk mendengar ucapan Alvin yang membuat Ara curiga kepada sepasang manusia didepannya.


"Sudah sekarang kita ke kelas. Bukankah kita ada ujian Sekarang?" Ucap Satria


Ucapan Satria diangguki oleh mereka semua. Dan akhirnya mereka tidak lagi membahas perihal keanehan dua sahabatnya. Mungkin untuk sekarang tapi tidak tahu kalau nanti. Mereka berjalan menuju kelas. Saat mereka berjalan banyak pasangan mata yang melihat kearah mereka terutama Ara. Ada juga yang berbisik-bisik membicarakan Ara. Namun sebagian besar hanya menatap sinis atau kagum. Karena mereka tidak ingin membuat masalah dengan status yang disandang oleh Ara sekarang.


Ujian berjalan dengan lancar, apalagi Ara dan Satria merupakan murid yang berprestasi sehingga dengan mudah mereka mengerjakan soal-soal ujian Sekolah. Jam istirahat pun tiba, mereka berlima pergi ke kantin untuk mengisi perut. Mereka pun duduk dipojokkan dan memesan makanan yang ingin mereka santap.

__ADS_1


"Kalian mau pesan Apa?" Tanya Dion


"Gue Siomay aja sama es jeruk" Ucap Alvin


"Gue mau batagor sama lemon tea" Lalu Satria melirik Ara " kamu mau pesan apa sayang?" Tanyanya


"Bakso aja deh sama es jeruk"


"Kalau kamu Al mau pesan apa?" Tanya Dion pada Alia yang membuat Ara, Satria dan Alvin mengerutkan keningnya mendengar kata 'Aku'


"Samain aja sama Ara" Jawabnya, Dion pun mengagguk lalu pergi memesan makanan mereka


"Ada hubungan apa kamu sama Dion Al?" Tanya Ara to the poin


"Ehmng gak ada" Jawab Alia Ragu


Tiba-tiba mata Ara melihat cincin yang melingkar dijari manis Alia


"Perasaan Alia gak pernah pake cincin deh?" Batin Alia bermonolog


"Sejak kapan kamu pake cincin Al?" Tanya Ara yang membuat kedua pemuda disamping kiri dan kanannya melihat Kejari manis Alia.


Alia menarik tangannya dari atas meja dan meletakkan tangannya di atas pahanya sembari menautkan kedua tangannya dan meremas tangannya sendiri gugup.


"Itu itu aku pakai udah dua hari" Jawab Alia


"Dari siapa?" Tanya Ara lagi


"Bu-bukan dari siapa-siapa. A-aku beli" Ucap Alia gugup


"Jangan bohong Al" Ucap Ara


"Itu aku, ini "


"Al" Ucap Ara penuh penekanan


"Dari gue"


Mereka berempat berbalik melihat asal suara yang begitu mereka kenal dan terkejut ternyata tebakan mereka memang benar.

__ADS_1


"Dion" Ucap mereka bertiga secara serempak


__ADS_2