
Drtt...
Drtt...
Drtt...
Suara handphone Ara bergetar. Ara mulai bangun, ia merasa sangat sulit untuk menggerakan tubuhnya. Saat Ara membuka matanya ia terkejut. Satria kini sedang memeluknya dan mereka berada dikamar.
"Tunggu!. Bukannya tadi dimobil?" Tanyanya pada diri sendiri " Lalu bagaimana aku berada disini?. Apa tidak jadi ke super marketnya?". Ara menepuk keningnya pelan "Aku belum beli pembalut. Besok udah tanggalnya lagi. Belum ada persediaan. " Seketika Ara tersenyum " Ach besok Satria kan ada acara jadi aku bisa ijin maen sama Alia, Asik" Ucapnya pelan supaya Satria tidak mendengar.
Namun ternyata Satria sudah bangun dari tadi dan dia hanya pura-pura tidur. Satria membuka matanya dan melepaskan pelukannya lalu mencubit pipi Ara gemas.
"Aw aw aw..Sakit lepasin" Rengek Ara
" Besok jangan kemana mana!. Nanti aku antar beli itu!" Ucap Satria
Ara membalikan badannya menghadap Satria. Lalu melakukan hal yang sama menarik narik pipi Satria dengan kedua tangannya. Setelah puas Ara melepaskannya lalu ia memicingkan matanya dan mencebikan bibirnya.
" Kenapa gak bangunin aku tadi!. Jadi kan aku gak harus beli besok!" Ucap Ara kesal
"Kamu yang tidur kaya kebo" Ucap Satria. Ia merubah posisinya dan duduk menyender.
"Gak mungkin!. Emangnya kamu!" Ara menyangkal " Apa benar ya?" Batin Ara
"Gak nyadar!. Istriku TERSAYANG" Ara bergidik ngeri mendengar itu " Tadi aku udah bangunin kamu tapi gak bangun bangun. Jadi aku belanja sendiri" Ara cengo "Aku selesai belanja pun kamu masih aja tidur dan sampai di apartemen pun juga sama. Aku gendong kamu dari bawah sampai kamar"
"Ach gak mungkin"
"Memang gimana caranya kamu dari mobil bisa sampai tidur di kasur yang empuk kalau gak aku gendong" Ara membenarkan perkataan Satria.
"Iya sih. Hehehe" Ara cengir
"Masak gih, aku laper" Perintah Satria lembut
"Ok lah"
Ara meranjak dari zona nyamannya dan pergi kekamar mandi untuk mengganti baju. Setelah itu ia keluar kamar menuju dapur.
Drtt...
__ADS_1
Drtt...
Drtt...
Handphone Ara kembali berbunyi. Satria mengambil Handphone Ara dari dalam tasnya dan melihat siapa yang dari tadi menghubungi istrinya itu.
"No baru?."Gummanya pelan lalu Satria mengangkat panggilan yang masuk ke no Ara
"Hallo, ini siapa?" Tanya Satria.
Tut...
Tut...
Tut...
Panggilan telepon itu tiba-tiba terputus setelah mendengar suara Satria. Satria tak ambil pusing. Ia meletakkan kembali handphone milik Ara. Satria beranjak dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Didapur, Ara tersenyum melihat bahan makanan yang di beli suaminya itu.
"Ternyata lengkap juga belanjanya" Gumma Ara pelan dan ia terkikik " Naruhnya juga rapih. Dasar Mr. Perfect!"
"Ehmm harum banget, jadi makin laper" Ucapnya pelan.
Satria menghampiri Ara yang sedang menuangkan spaghetti seafood buatannya pada piring yang tengah ia susun.
"Wow kelihatannya enak, ehmm aromanya" Batin Satria "Masak apa?" Tanya Satria basa basi lalu ia menarik kursi dan duduk.
"Emangnya gak liat" Satria tersenyum lalu menggeleng" Ck dasar. Ini spaghetti seafood" Ucapnya kesal. Sartria mengagguk
Setelah Ara selesai menata makanannya, ia pun duduk berhadapan dengan Satria.
"Ayo makan," Ucap Ara mepersilahkan Satria untuk makan.
Mereka makan dengan lahap. Satria tersenyum melihat saus yang belepotan diujung bibir Ara. Tangan Satria terangkat dan menghapus sisa saus di bibir Ara dengan jarinya. Tubuh Ara kaku mendapat perlakuan manis Satria.
"Makan itu jangan kaya anak kecil" Satria menjilat saus yang ada dijarinya.
"Hah" Ara cengo melihat tingkah Satria.
__ADS_1
"Udah ayo makan lagi. Habiskan" Ucapnya.
"Ehmz"
...----------------...
Keesokan harinya, Ara datang kekelas dengan wajah ditekuk. Alia yang melihat Ara menaikan sebelah Alisnya.
"Kenapa dia, ekspresinya gitu amat" Gumma Alia pelan
"Pagi Al" Sapa Ara ketika sudah dihadapan Alia
"Pagi juga Ra. Kenapa mukanya bete gitu?" Tanya Alia penasaran
" Ach kesel aku sama dia" Alia mengagguk. Ia mengerti siapa yang dimaksud Ara.
"Emang kenapa?.Kalian berantem" Ara menggeleng sebagai jawaban "Trus?."
"Au ach gelap" Jawab Ara asal
"Dasar sahabat laknat!" Ucap Alia dan Ara terkekeh mendengar perkataan Ara.
Ting..
Bunyi pesan masuk ke no Ara. Dengan malas Ara melihat siapa yang mengiriminya pesan. Persekian detik kemudian Ara tersenyum
Pangeran Es
"Pulangnya langsung ke kafe. Aku ada acara disana. Jangan kemana -mana tanpa diriku. Setelah Acaranya selesai aku akan ajak kamu jalan-jalan."
Ara hanya membacanya tanpa membalas pesan Satria. Ia memasukan Handphonenya kedalam tas.
Jam pelajaran berakhir. Para Siswa dan siswi mulai pergi meninggalkan sekolah. Begitu pula dengan Ara dan Satria. Satria yang sudah berada diparkiran menghubungi Ara.
"Hallo, "
"Ehmz, nanti langsung kekafe jangan pergi main denga siapapun!"
"Iya. Cerewet"
__ADS_1
Satria tersenyum, Ia matikan sambungannya lalu memasukan handphonenya kedalam sakunya.