Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
71


__ADS_3

Ara berbaring terlentang diranjangnya. Ia menatap langit-langit fikirannya saat ini sedang kacau. Ara melirik jam dinakas samping tempat tidur lalu ia mendesah.


"huft sebentar lagi Satria pulang" Gummanya pelan


Ara mengubah posisinya duduk memeluk lututnya.


"Kenapa sekarang aku takut untuk hamil. Apa karena sekarang aku menjadi remaja?. Padahal dulu aku selalu menantikannya." Tatapan Ara menjadi sendu " Apa Satria akan marah jika aku hamil sekarang? Atau dia akan senang?" Ara menggelengkan kepalanya menepis semua fikiran yang membebaninya" Apa yang aku fikirkan. Lagi pula aku baru sekali berhubungan dengannya. Tidak mungkin bukan langsung hamil?" Tanya Ara pada diri sendiri " Sudahlah gimana nanti saja!"


Ara beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar menuju dapur. Ara terdiam sebentar lalu ia memutuskan melakukan sesuatu untuk mengalihkan fikirannya.


"Bikin kue saja lah" Ucapnya pelan


Ara mengeluarkan peralatan untuk membuat kue dan menyiapkan bahan. Ia dengan piawai membuat adonan cheese cake, memasukan kedalam loyang dan memanggangnya. Setelah tiga puluh menit akhirnya cheese cake yang ia panggang pun matang. Bertepatan dengan datangnya Satria yang masuk kedalam apartemen bersama kedua sahabatnya. Aroma yang enak tercium di dalam apartemen itu. Sampai Dion ngiler menciumnya.


"Ehmm Ara sedang buat apa. Wanginya enak banget" Batin Satria saat memasuki apartemen.


"Ehmm wanginya enak banget" Ucap Dion langsung menerobos masuk menuju dapur


"Eh dasar" Ucap kesal Alvin yang disenggol Dion. Satria merangkul pundak Alvin dan menyusul Dion langsung kedapur.


Dion yang sampai duluan didapur langsung ngiler melihat cheese cake yang masih panas terpampang nyata didepannya.


"Kaya nya enak Ra" Ucap Dion tanpa mengalihkan pandangannya dari cheese cake.


"Kalau mau bayar!" Ucap Ara ketus


"Pelit lo"


"Biarin" Ara menjulurkan lidahnya pada Dion


"Argh. Awas lo!. Seandainya lo bukan istrinya Satria sahabat gue. Dah habis lo" Ucapnya kesal


Alvin dan Satria yang melihat itu geleng-geleng kepala. Satria melangkah mendekati Ara dan berdiri disampingnya, lalu mencium puncak kepala Ara. Alvin dan Dion cengo melihat tingkah Satria.


"Udah sehat?" Tanya Satria


Ara menghela nafas lalu menatap suaminya itu "Aku gak apa-apa. Lagi pula dari tadi pagi juga udah bilang kalau gak apa-apa. Kamunya saja yang berlebihan" Jawab Ara


"Iya maaf, ucapnya lembut. Sudah makan?" Ara menggeleng "Ini " Satria memberikan paper bag pada Ara

__ADS_1


" Apa ini" Ucap Ara mengambil paper bag dari Satria. Lalu ia membukanya


" Kamu dari kafe?. "Tanya Ara setelah mengetahui isinya adalah makanan kesukaannya yang ada dikafe milik Satria


"Iya tadi mampir sebentar sekaligus makan" Ara mengagguk mendengar ucapan Satria


Ara menaruh paper bag itu diatas meja lalu pergi mengambil empat buah gelas. Ara berbalik menghadap Satria"Mau minum apa?" Tanya Ara


Satria mengelus rambut Ara " Apapun" Jawab Satria.


"Kelihatannya sahabat kita udah jadi bucin" Bisik Dion pada Alvin


Alvin mengangguk " Iya" Jawabnya


"Woi kita masih disini!. Jangan sok mesra-mesraan didepan kami!" Ucap Dion dengan nada naik satu oktaf.


"Dih jomlo sirik aja" Ucap Ara meledek


Satria tersenyum mengacak-ngacak gemas rambut Ara.


"Njir!. Istri lo noh Sat. Istri lo!"


"Udah-udah kita duduk di ruang tamu aja. Panas juga gue lama-lama" Ucap Alvin mengajak Dion pergi dari dapur


"Udah lo berdua tunggu gue diruang tamu" perintah Satria.


"Ayo kita santai disana saja. Daripada jadi obat nyamuk disini" Ajak Dion


Alvin dan Dion akhirnya berjalan ke ruang tamu. Mereka duduk lesehan dan menyalakan PS milik Satria.


"Woi gue nyalain PS" Teriak Dion


"Iya" Jawab Satria


"Cih teriak teriak emang ini hutan" Ara mencebik


"Sudah" Satria mengusap kepala Ara


Satria membantu Ara membuat minuman untuk mereka. Lalu Ara memotong - motong cake yang ia buat dan menaruhnya di piring kecil beserta garpu kecil yang ditaruh disampingnya. Setelah itu Ara menatanya diatas nampan. Satria membawa cake beserta minumannya ke ruang tamu dan Ara mengekor dibelakangnya.

__ADS_1


"Wah Enak nih" Ucap Alvin Saat Satria menaruh nampan itu dimeja


"Ini gratis apa harus bayar!. Nanti setelah gue makan disurih bayar lagi." Sarkas Dion


"Makan aja" Ucap Satria lalu duduk disamping Ara yang sudah lebih dulu duduk disofa


"Wih gitu kek dari tadi"


Mereka pun memakan cake yang Ara buat


"Ehmm enak. Gak kalah sama yang ditoko" Ucap Satria jujur


Senyum Ara mengembang mendengar pujian dari suaminya.


"Iya Ra ini enak banget. Sumpah" Puji Alvin


"Dua jempol deh buat lo" Ucap Dion memberikan menunjukan jempolnya pada Ara.


"Makasih" Ucap Ara sembari tersenyum "Tumben kalian main?". Tanya Ara


"Lo gak suka kita disini, lo ngerasa ke ganggu!. " Ara mencebikkan bibirnya " Sorry suami lo yang ngundang" Ucapnya sombong


"Udah jangan mulai deh" Ucap Alvin menengahi melihat Ara yang sudah tersulut emosi.


"Kita kumpul disini mau ngebahas yang semalam" Ucap Satria pada Ara


"Ya udah deh aku mau kekamar dulu. Silahkan aja kalian bahas masalah itu" Satria mengagguk" Oh ya tadi Ibu dan Ayah kesini. Nanyain soal semalam, lebih baik kamu kasih tahu Ayah. Kelihatannya beliau khawatir. Ayah bilang takut kalau ini hanya permulaan" Ucap Ara panjang lebar dan Satria mengagguk. Setelah itu Ara pamit dan masuk kedalam kamar.


" Gue rasa ada benarnya saran Ara. Lo lebih baik cerita tentang masalah ini ke orang tua lo Sat.Takutnya mereka bakalan lakuin yang lebih parah dari ini" Ucap Alvin.


Satria diam, ia terlihat menimbang-nimbang saran Ara "Gue tahu. Nanti gue cerita ke Ayah" Ucapnya


" Sat lebih baik lo ceritain deh dari awal tentang kejadian yang kemarin" Ucap Dion


Lalu Satria menceritakan dari awal ia diberi minuman, pergi ketoilet menyangka Angel itu adalah Ara dan sampai ia pulang di antar supir pribadi yang ia hubungi.


"Jadi si Angel itu datang nemuin lo di toilet cwo" Satria mengagguk " Gila gila. Ini pasti rencana nya dibantu sama Renaldi." Ucap Dion


"Iya kalau lo gak sadar saat itu, gue gak bisa ngebayangin apa yang akan terjadi" Ucap Alvin

__ADS_1


"Gue tahu. Entah kenapa kemarin gue gak mau Ara jauh dari gue" Ia melirik kearah pintu kamar " Mungkin itu firasat" Ungkap Satria


Dion tersenyum memandang kedua sahabatnya" Gue punya rencana " Ucap Dion


__ADS_2