Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
108


__ADS_3

"Dari gue"


Mereka berempat berbalik melihat asal suara yang begitu mereka kenal dan terkejut ternyata tebakan mereka memang benar.


"Dion" Ucap mereka bertiga secara serempak


"Iya kenapa" Ucap Dion dengan muka tanpa dosa


"Sejak kapan kalian ber-" Ucapan Alvin terpotong oleh Dion


"Kita bertunangan kemarin"


"Kok kalian gak ngasih tahu kita" Ucap Ara dengan nada sedikit kecewa


" Maaf" Ucap Alia merasa bersalah pada sahabatnya


"Gak usah minta maaf" Ucap Dion sembari mengusap lembut kepala Alia yang tertutup hijab. Lalu Dion beralih pada para sahabatnya " Kita sebenarnya juga mau ngasih tahu tapi nanti kalau udah fix tanggal ijab qobul nya"


"Wih udah mau ijab qobul aja" Ucap Alvin menggoda pasangan baru yang ada didepannya


"Jadi kalian mau balas dendam gitu!. Ich gak asik" Ucap Ara kesal dengan pernyataan Dion


"Tuh Lo pinter Neng"


Semua tertawa melihat ekspresi mumka Ara yang mendengar kalimat terakhir Dion.


...----------------...


Hari hari berlalu begitu cepat, tak terasa hari yang sudah mereka nanti-nantikan pun tiba. Semua murid sedang berdesak-desakan melihat papan pengumuman yang tertera di pinggir lapangan. Sengaja pihak sekolah menaruhnya disitu agar tidak mengganggu lalu lintas di koridor sekolah. Berbagi ekspresi mereka tunjukkan setelah melihat papan pengumuman yang berisi nama-nama siswa yang lulus. Tentunya ekspresi itu ekspresi bahagia. Namun berbeda dari kebanyakan murid, geng Satria dan Ara malah asik nongkrong dikantin. Bukannya mereka tidak penasaran dengan hasil kerja keras mereka. Hanya mereka memilih untuk melihatnya nanti karena tidak ingin Ara terhimpit. Setia kawan sekali mereka ya, hehe.


Setelah puas makan dan nongkrong di kantin, mereka beranjak karena kantin juga sudah mulai penuh dengan para murid yang berdatangan ingin mengisi perut atau hanya minum dan nongkrong bareng dikantin. Kapan lagi coba mereka akan berkumpul haha hihi seperti ini pikirnya.


Ara berjalan sambil menggandeng tangan Alia. Membuat Dion sedikit kesal, pasalnya Ara malah menempel dengan calon istrinya itu saat disekolah seperti tidak ingin Dion dekat-dekat dengan Alia. Mereka berjalan menuju papan pengumuman yang masih dikerumuni oleh murid kelas XII walaupun tidak berdesakan seperti tadi.

__ADS_1


Satria merangkul Ara dan berjalan menerobos kerumunan siswa yang tinggal sedikit itu. Satria begitu menjaga Ara, ia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya yang sedang hamil. Sampai didepan papan pengumuman Satria dan Ara tersenyum. Ekspresi yang berbeda dengan kebanyakan siswa yang lainnya yang akan berteriak histeris, atau loncat loncat karena bahagia bisa lulus ujian. Tapi mereka berdua hanya mengukir senyum indah dibibirnya.


"Hei bagaimana hasilnya?" Tanya Dion


"Sesuai harapan" Ucap Satria singkat


"Dasar es balok. Orang biasa aja ekspresi wajahnya. Kaya bukan sesuatu yang wow gitu" Kesal Dion


"Memangnya harus bagaimana" Ucap Satria yang diiringi kekehan Ara


"Dasar pasangan aneh" Umpat Dion


"Apa Lo bilang" Ara berkacak pinggang mendengan umpatan sahabat suaminya sekaligus calon suami sahabatnya


"Udah, ayo kita lihat hasilnya" Ajak Alia menengahi


"Iya benar. Kalian tau benar-benar kaya Tom and Jerry" Ucap Alvin yang jengah melihat Ara dan Dion selalu berdebat


"Dasar pasangan aneh" Guma mereka bertiga secara berbarengan lalu tertawa


Sedangkan pasangan suami istri yang mereka tertawakan sedang duduk santai dipinggir lapang.


"Dasar aneh kalau gue pasti udah loncat-loncat kegirangan" Ucap Dion


"Aku pasti udah nangis" Ucap Alia


Mendengar itu Dion mengusap kepala Alia yang membuat Alvin kesal


"Jangan bermesraan didepan gue!" Ucap Alvin kesal


"Sitik aja lo jomblo!"


"Sialan lo. Kalau lo gak dijodohkan juga masih jomblo sama kayak gue!"

__ADS_1


Melihat Dion yang ingin mengeluarkan suaranya, Alia cepat-cepat memotong agar tidak berkepanjangan dan lama lagi mereka akan berdebat.


"Udah, lebih baik kita lihat dulu ini" Tunjuk Alia pada papan pengumuman dan diangguki oleh kedua lelaki yang bersahabat itu


Mereka menghentikan perdebatan tidak berfaedah itu dan mulai mencari nama mereka dari ratusan nama yang terpampang didepan mata.


Mata Alia berkaca-kaca melihat namanya ada didaftar siswa yang lulus.


"Aku lulus" Ucap Alia


"Yes gue juga lulus" Ucap Alvin


"Gu- gue lulus. Gue lulus" Ucap Dion sambil melompat lompat dan berakhir memeluk Alvin


"Gue lulus Vin, Gue lulus" Alvin menepuk punggung sahabatnya


"Iya kita semua lulus"


Satria dan Ara tersenyum melihat tingkah konyol ketiga sahabatnya itu.


"Aku bahagia bisa memiliki mu dan kalian semua" Gumma Ara pelan, tanpa sadar meneteskan air mata


Satria yang menyadari Ara menangis pun mengusap air mata Ara dengan jarinya "Jangan menangis, entah itu bahagia ataupun sedih. Aku tidak suka melihat mu menitikan air mata"


Ara tersenyum mendengar perkataan Satria. lalu ia mencium pipi Satria dan memeluknya dari samping. Satria yang mendapatkan itu tersenyum sembari membalas pelukan Ara.


"Woi, jangan mesra-mesraan Mulu kenapa. Sakit mata gue liatnya" Teriak Alvin


"Kenapa dia jadi nyebelin" Gumma Ara


"Mungkin karena dia yang jomblo sendiri sekarang" Ucap Satria pelan


Ara tertawa mendengar ucapan Satria "Hahahaha benar juga"

__ADS_1


__ADS_2