
3 tahun telah berlalu, dan Asep masih menyembunyikan kalau dia jenius dan hal lainnya, ia berteman dengan anak seusianya supaya tidak timbul kecurigaan,
di sela sela ia bermain, Asep selalu membaca buku kakaknya Icha, kak Icha sekarang berusia 6 tahun dan baru masuk jenjang SD,
diam diam Asep selalu mencuri buku paket kakaknya dan selalu membacanya hingga tidak terasa ia sudah membacanya selama 3x berulang ulang,
tapi ia belum puas akan hal itu, maka dari itu ia selalu pergi kemanapun untuk membaca buku, termasuk perpustakaan yang disediakan oleh pemerintah untuk desanya,
setiap jam 3 sore setelah mandi Asep selalu ke perpustakaan itu untuk membaca buku, perpustakaan itu cukup besar dan mempunyai ratusan tidak bahkan ribuan buku diletakkan di perpustakaan itu,
buku buku itu berisi banyak hal seperti seluruh rumus matematika, pengetahuan umum, dan buku buku penting lainnya, oleh karena itu perpustakaan itu lebih ke anak umur sekolahan jenjang SMA,
tapi apalah daya, minat baca di desa Asep sangat rendah dan bahkan yang datang ke perpustakaan bisa dihitung jari setiap harinya termasuk Asep,
minat baca Asep sangat tinggi dan bahkan diluar akal manusia normal, karena di umurnya yang 3 tahun, setiap hari selama 3 jam di perpustakaan itu ia setidaknya sudah membaca 200 halaman atau sama dengan 1 buku normal,
kecerdasan Asep memang melebihi manusia normal karena ia pernah hidup sebelumnya dan itu rahasia dirinya,
tidak hanya membaca, ia mempunyai 1 buku tulis dan 1 pena yang ia beli di warung, uangnya dia meminta ke bapak dengan alasan membeli mainan,
buku itu biasanya sebagai alat catat supaya ia lebih memahami dalam pelajaran matematika anak kelas 6 SD. yaa, Asep sudah memahami seluruh rumus mtk dan ilmu ipa dari kelas 1 sampai kelas 6, dan beberapa bulan kedepan targetnya ia akan membaca buku pelajaran lainnya,
.
karna ia hanya anak kecil, penjaga perpustakaan itu tidak menghiraukan dirinya, menurutnya Asep hanya bermain dengan buku di perpustakaan maka dari itu ia tidak pernah menghiraukannya
.
.
sekarang waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, dan sudah saatnya Asep untuk datang dan membaca buku di perpustakaan,
'lebih baik aku belajar buku PKN hari ini' gumam Asep yang perlahan berjalan masuk ke perpustakaan
dan sekali lagi, penjaga perpustakaan itu menghiraukan kedatangan Asep yang menguntungkan Asep karena ia tidak akan kerepotan dalam beberapa hal,
perpustakaan itu dibagi menjadi 2 rak sama halnya seperti minimarket, 2 rak berisi banyak buku yang beragam, di dinding rak pun berisi banyak hal, saat masuk kesini Asep seperti masuk ke dunia yang berbeda jika dia ingin melihatnya,
__ADS_1
“aku sudah menyelesaikan matematika dan IPA untuk jenjang SD, kalau PKN hanya tulisan berisi pahlawan sejarah dan semacamnya” ucap Asep dengan perlahan mengambil buku PKN jenjang SD kelas 1,
sebenarnya ia bisa meminjam buku itu dari kakak Icha tapi ia tidak ingin diganggu saat membaca, maka dari itu ia selalu ke perpustakaan daripada belajar dirumah
.
1 menit
.
5 menit
.
10 menit
.
30 menit
.
.
2 jam
.
3 jam
.
tidak terasa sudah 3 jam Asep belajar, dan sekarang hari mulai gelap dan Asep memutuskan untuk pulang dan ibadah,
Asep sedikit kesal karena ia tidak membaca buku itu sampai habis, buku PKN itu berisi sekitar 278 halaman, dan Asep baru membacanya sekitar 220, dan ia mulai berpikir kalau ia masih terlalu banyak bermain daripada belajar
[ author : Udah enak main malah pengen belajar, MC bod_ ]
__ADS_1
malam hari telah tiba dan mereka berempat sama seperti dulu yaitu selalu menonton tv bersama, tapi sekarang beda karena tv sudah cukup besar dan rumah tidak terlalu rapuh seperti dulu karena bapak sudah bekerja dan mendapatkan uang yang lumayan,
“pak, temen temen Icha semuanya udah ada handphone, apa bapak bisa beliin Icha handphone” minta Icha kepada bapak
POV MC
yaa anak anak sekarang sangat mengerikan, dulu anak kelas 4 SD sudah mempunyai handphone dan kepergok pacaran dengan teman sekolahnya, tapi sekarang anak kelas 1, kakakku bahkan ingin bermain handphone, bukannya itu sedikit berlebihan
“untuk apa, nanti ajalah bapak gak ada duit” ujar bapak
“iya toh, kamutuh masih kelas 1, gunanya handphone untuk apa?” sambung ibu dengan suara sedikit keras
kak icha langsung terdiam setelah mendengar ocehan ibu dan bapak, dan bapak tidak bisa apa apa karena ia tidak punya uang
POV AUTHOR
keheningan terjadi setelah ocehan bapak dan ibu tadi, selama beberapa detik terjadilah suara iklan tv untuk memecahkan suasana disana,
.
note :
1, bapak dan ibu Asep memang tinggal di Jawa barat tapi mereka berdua murni orang jawa
2, bahasa yang akan digunakan bukan bahasa baku melainkan bahasa normal dengan bahasa gaul
3,. kalo kata katanya kurang maapin soalnya idenya cukup sulit ditemuin
__ADS_1