Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
95


__ADS_3

Satria berlari menuju UKS setelah Dion memberitahunya bahwa Ara pingsan dan dibawa ke UKS. Dibelakangnya ada Alvin dan Dion yang mengikuti.


"Ya ampun sayang, maafkan aku yang tidak bisa menjagamu" Batin Satria bermonolog.


Sesampainya didepan pintu UKS, Satria membuka pintu dengan kasar.


Brak...


Ara, Alia dan Bu Tanti langsung berbalik kearah suara dan melihat Satria datang langsung menghampiri Ara. Raut khawatir terlihat jelas diwajahnya dan siapapun bisa melihat itu.


"Sayang kamu gak apa-apa?" Tanya Satria yang baru saja datang di ikuti Dion dan Alvin


"Kalian berpacaran?" Tanya Bu Tanti melihat betapa khawatirnya Satria dan Satria pun mengagguk.


"Dasar anak jaman sekarang!. Saya akan menghubungi guru BP dan menyuruh orang tua kalian berdua datang" Ucapnya sedikit ketus


"Tapi Ada masalah apa bu?" Tanya Satria yang merasa ada yang janggal


"Pacar kamu hamil!" Jawab Bu Tanti dengan tegas


"APA HAMIL" Ucap Satria, Alvin ,Alia dan Dion secara bersamaan.


Sungguh mereka semua terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh Bu Tanti. Dan tanpa mereka sadari ada seseorang diluar yang menguping. Ia langsung pergi dari sana setelah mendengar kabar Ara hamil anak Satria.


"Apa benar Bu?" Tanya Satria memastikan


"Melihat gejalanya seperti itu kemungkinan. Namun harus di tes lagi untuk hasil yang akurat. Tapi sepertinya kekasih mu itu sudah merasa dia hamil" Ucap Bu Tanti melirik Ara


"Apa benar Ra?" Tanya Satria


"Aku memang belum menstruasi bulan ini dan sudah terlambat dua minggu" Ucap Ara pelan


Satria tersenyum "Pantas akhir-akhir ini dia aneh" Batin Satria


"Kenapa gak bilang hem" Tanya Satria, ia mengusap rambut Ara penuh sayang


"Maaf aku juga baru ingat"


"Jangan minta maaf" Ucap Satria, ia duduk dan memeluk Ara.


"Wah selamat ya Ara, aku bakalan jadi aunty" Ucap Alia girang


"Kita jadi om muda Vin" Ucap Dion takkalah senang


"Iya benar, selamat buat kalian" Ucap Alvin

__ADS_1


Melihat interaksi mereka yang terlihat senang bukan terbebani atau merasa bersalah membuat Bu Tanti mengerutkan keningnya heran.a


"Kalian senang? Tanya Bu Tanti heran


Dan semuanya mengagguk mantap.


"Benar-benar anak jaman sekarang!"


"Maaf Bu, bisa Ibu tidak memberitahu orang tua kami tentang masalah ini" Pinta Satria


"Kenapa?. Apa alasannya?"


"Karena mungkin akan membuat heboh satu sekolah." Ucap Satria sambil tersenyum yang membuat Bu Tanti semakin heran. Melihat itu akhirnya Satria memberitahu setatus mereka sebenarnya.


"Maaf Bu, sebenarnya kami sudah menikah" Bu Tanti terkejut bukan main mendengar pengakuan Satria.


"Jangan membohongi Ibu" Ucap Bu Tanti


"Bila Ibu tidak percaya, Ibu boleh bertanya pada Pak Kepala Sekolah" Timpal Alvin


"Iya betul, karena dulu waktu Satria dan Ara menikah yang jadi saksinya Kepsek" Ucap Dion


"Kalian masih sekolah sudah menikah?" Tanya Bu Tanti tidak percaya


"Iya Bu saya dan Ara dijodohkan dan dinikahkan pada hari libur semester kemarin." Jelas Satria


"Kamu tampung urin disini lalu masukan strip ini sampai batas biru dan diamkan selama lima menit. Baru serahkan pada saya"


"Baik Bu"


Ara masuk kekamar mandi dibantu Alia. Didalam Ara melakukan semua yang diintruksikan Bu Tanti. Ia menunggu dengan cemas.


"Apa aku beneran hamil. Gimana kalau bukan. Gimana kalau Satria kecewa. Argh masa hamil diusia remaja. Ya walau tubuhku saja yang berusia remaja. Tapi hamil diusia ini kan rentan. Arghh bagai mana ini" Batin Ara bermonolog


Sampai Ara tersadar oleh ketukan dan panggilan dari Alia diluar.


"Ra kamu gak papa." Tanya Alia khawatir


"Eh gak apa-apa. Aku baik-baik saja Al"


Lalu Ara mengambil strip tes kehamilan dan melihat hasilnya. Bola mata Ara membulat sempurna, Sebelah tangannya menutup mulut dan air mata pun jatuh. Ada gemuruh aneh didalam hatinya. Antara senang, cemas, khawatir dan bahagia menjadi satu.


Ara pun keluar dengan perasan yang tak menentu dan raut wajah yang tidak terbaca oleh yang lain termasuk Satria. Satria langsung menghampiri Ara dan merebut hasil tes dari tangan Ara. Seperti yang Ara rasakan, Satria pun merasakannya. Mata Satria sudah berkaca-kaca, senyumnya mengembang, raut wajah yang bahagia tergambar jelas diwajah Satria . Satria lalu memeluk Ara dan air matanya pun jatuh tapi cepat-cepat dihapus supaya tidak ada yang melihatnya.


"Terima kasih sudah mau mengandung benih ku dan menjadikan ku Papa muda" Bisik Satria dan Ara hanya mampu mengagguk dengan air mata yang sudah tidak biaa dibendung lagi.

__ADS_1


Satria pun melepas pelukannya dan membawa Ara ke belangkar untuk berbaring. Ia pun menyerahkan hasil tesnya pada Bu Tanti.


"Sudah Ibu duga" Gummanya pelan " Baiklah, Ibu tidak akan bilang apa-apa lagi hanya Ibu sarankan kalian pergi ke Dokter Kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut" Jelas Bu Tanti


"Baik Bu" Jawab Ara dan Satria berbarengan


"Ibu tinggal dulu" Ucapnya pamit


Sepeninggal Bu Tanti, Satria menghubungi Dokter keluara untuk membantunya membuat janji dengan Dokter Kandungan. Tapi Satria lupa untuk merahasiakan dulu kabar bahagia ini dari orang tuanya. Alhasil setelah selesai berbicara dengan Satria, sang Dokter pun menghubungi Heru untuk memberitahukan kabar bahagia ini. Mendengar kabar bahagia ini Heru menjadi heboh. Ia langsung memberitahu besan sekaligus sahabatnya kabar kehamilan Ara. Sehingga Kedua pasang suami istri itu langsung pergi keapartemen anak mereka.


Setelah selesai menghubungi Dokter keluarganya, Satria mengajak Ara pulang keapartemen untuk beristirahat sejenak dan mengganti pakaian sebelum pergi ke Rumah Sakit.


"Selamat brow. Sekarang udah jadi calon Papa muda. Hahahaha"


"Lo bener Ion. Selamat sekali lagi buat kalian berdua. Semoga sehat dan selamat sampai melahirkan" Ucap Alvin tulus.


"Iya selamat ya. Kamu mau jadi Mama muda. Hehehe. Semoga kalian sehat sampai melahirkan" Ucap Alia tulus sembari mengusap perut Ara yang masih datar


"Ra kita pulang dulu lalu pergi ke Rumah Sakit buat cek kandungan" Ucap Satria


Mereka pun akhirnya pulang kerumah masing-masing. Diperjalanan Ara meminta Satria berhenti didepan mini market.


"Sat, berhenti di mini market yang ada didepan" Perintah Ara


"Mau beli apa?" Tanya Satria tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.


"Eskrim sama cemilan" Jawab Ara dengan mata berbinar membuat Satria tersenyum melihatnya.


Satria menepikan mobilnya didepan mini market dan mereka keluar bersama. Ara langsung mengambil troli setelah didalam mini market. Ia mengambil banyak cemilan dan biskuit juga roti. Setelah hampir satu troli penuh, Ara langsung menuju tempat es krim berjejer.


Saat Ara sibuk memilih eskrim, pandangan Satria tertuju pada rak yang terdapat susu khusus ibu hamil berjejer rapi. Satria pun melangkah menuju tempat susu ibu hamil namun ia bingung karena banyak sekali varian rasa dari berbagai merk. Satria pun menanyakan kepada palayan toko.


"Maaf Kak saya mau tanya, susu ibu ham mana yang bagus" Tanya Satria


Pelayan itu bukan menjawab malah menatap Satria. Satria yang mengerti pun akhirnya bersuara.


"Itu untuk Kakak saya yang sedang hamil Kak" Jawab Satria datar tanpa ekspresi.


"Owh maaf saya kira untuk mu Dek" Pelayan perempuan itu lalu terkekeh namun ia juga merekomendasikan susu hamil yang bagus menurutnya


"Terima kasih Kak" Ucap Satria


Satria lalu mengambil tiga box susu dengan rasa yang berbeda. Setelah itu ia menyusul Ara yang sudah menunggunya didepan kasir. Setelah membayar mereka pun melanjutkan perjalanan. Senyum Satria tak pernah luntur, apalagi melihat Ara begitu menikmati eskrim yang tadi ia beli.


Tak terasa akhirnya mereka sampai diapartemen. Satria menghela nafas melihat cemilan yang tadi Ara beli sampai dua keresek besar. Satria berjalan dibelakang Ara sambil menenteng keresek belanjaan istrinya.

__ADS_1


Saat mereka baru memasuki unit apartemennya. Mereka dikagetkan oleh teriakan dua wanita paruh baya yang tak lain adalah Lisa dan Devina. Menyambut mereka dengan kehebohannya.


__ADS_2