
Lanjut episode yang lebih dulu up ya readers... mungkin jadi gak nyambung karena episode nya kebalik...
Dukung terus Author dengan like, vote and commen. Terima kasih yang udah dukung autor selama ini. (^_^)
Happy reading
...----------------...
Ara dan Alia sampai lebih dulu dikafe milik Satria. Mereka berdua langsung masuk kedalam kafe dan duduk dimeja yang berada dipojok ruangan. Lalu tak lama Satria dan kedua sahabatnya pun muncul dan menghampiri Ara dan Alia yang sudah duduk menunggu mereka. Satria duduk disamping Ara. Sedangkan Dion dan Alvin duduk didepan mereka.
"Udah pesan?" Tanya Satria lembut pada Ara. Ara menggeleng sebagai jawaban.
Satria memanggil pelayan dan datanglah pelayan perempuan.
"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya pelayan
"Kalian mau pesan apa?"
"Apapun gue makan. Hehehe" Ucap Dion
"Aku ngikut aja" Jawab Alia
"Aku spageti seafood dan minumnya lemon tea aja deh" Ucap Ara
"Biasanya jus alpukat" Beo Satria
"Lagi pengen aja. Kenapa? Satria menggeleng
"Siapakan menu spesial hari ini dan minumnya lima lemon tea" Perintah Satria
"Baik pak" Dan pelayan itu pun pergi menyiapkan pesanan bosnya.
Sembari menunggu pesanan mereka, Satria pergi ke kantornya untuk mengecek pemasukan dan pengeluaran di kafenya.
"Aku cek dokumen sebentar" Ucapnya pada Ara. Ara mengalihkan pandangannya pada Satria lalu mengangguk, Satria pun pergi.
"Ya elah pamitnya cuma pada bebeph nya doank" Ungkap Dion sambil bersandar dan menyilangkan tangannya menatap kepergian Satria.
"Sirik Aja lo" Ucap Ara yang tidak melepaskan pandanganya dari Handphone. Melihat itu Alvin hanya menggelengkan kepalanya.
Alia yang sendari tadi menyimak dan merasa bingung, akhirnya tidak mampu menahan rasa penasarannya.
"Satria mau kemana memang?" Tanyanya
"Dia mau meriksa dokumen keuangan kafe" Jawab Ara yang masih anteng dengan gawainya.
__ADS_1
"Memeriksa keuangan kafe" Beo Alia pelan.
"Iya kan dia pemilik kafe ini" Ungkap Dion
Alia terkejut mendengar pernyataan Dion "Ja jadi ini kafe milik Satria!." Dianggukin Dion lalu Alia melirik Ara. Ara yang mengerti pun mengagguk mengiyakan "Wah hebat ya Satria" Ucapnya merasa bangga.
"Ya jelas lah. Gue yang dukung dia" Tunjuknya dengan ekor matanya yang mengarah kearah Satria pergi.
"Pedean!. Dia punya kemampuan makanya bisa mempunyai kafe yang ramai seperti ini. Lo hanya bumbu!" Ucap Ara
"Apa lo bilang!" Ucap Dion kesal mendengar perkataan Ara
"Udah udah!. " Alvin menengahi "Kalian itu kalau udah ketemu. Udah kaya kucing sama anjing. Berdebat mulu, gak ada habisnya" Ucap Alvin
"Iya bener itu" Alia membenarkan perkataan Alvin
Tak lama makanan yang ditunggu-tunggu pun datang. Namun Satria masih belum kembali. Ara melirik kearan kantor Satria namun Satria masih belum menampakan batang hidungnya.
"Mari makan" Ucap Dion semangat
"Tapi Satria belum datang. Gak enak rasanya" Ucap Alia merasa tidak enak hati karena yang meneraktirnya belum ada tapi mereka mau memulai makannya.
"Tidak apa, Satria memang suka begitu. Ayo kita makan" Ajak Alvin
Ara terus menatap kearah Kantor Satria "Apa dia belum selesai" Gummanya dalam hati. Tepukan Alia membuyarkan lamunannya dan Ara pun menoleh.
" Ehmm. Gue liat Satria dulu" Ucapnya lalu berdiri dan berjalan menuju tempat dimana Satria berada.
Alvin dan Dion sudah memulai makannya namun Alia masih ragu untuk memakan makanan yang ada didepannya. Apalagi setelah Ara pun pergi. Ia jadi merasa tidak enak.
"Apa kita beneran tidak apa-apa makan duluan?"Tanyanya
"Gak apa-apa makan aja" Jawab Alvin
"Iya benar, pasangan itu jangan difikirinlah. Lama nunggu mereka Mah" Ucap Dion menimpali.
"Ayo Al makan saja, jangan merasa tidak enak" Alvin mencoba menenangkan Alia dan Alia mengagguk lalu mulai memakan makanan yang ada didepannya.
Tok...
Tok...
Tok...
Ara mengetuk pintu sebelum masuk. Namun tidak ada jawaban sehingga Ara memberanikan diri untuk masuk.
__ADS_1
Cklek...
Ara membuka sedikit pintu dan mengintip dan memasukan kepalanya. Satria yang sedang membaca dokumen pun melirik kearah pintu. Ia melihat kepala Ara nongol dicelah pintu yang terbuka pun tersenyum.
"Aku ganggu gak" Ucap Ara sambil cengir. Satria menggeleng sebagai jawaban
"Sini" Perintah Satria.
Ara membuka pintunya lebar dan masuk kedalam ruangan Satria lalu menutup pintu itu kembali. Ara berjalan mendekati Satria yang duduk dikursi kebesarannya. Setelah berada didepan Satria yang terhalang oleh meja kerjanya. Ara lalu mengajaknya makan.
"Kamu belum selesai?" Tanya Ara. Satria mengagguk tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang sedang ia baca.
"Kenapa tidak makan saja duluan" Ucap Satria
"Ya kan biar seru bareng-bareng" Ucap Ara
Satria meletakkan dokumennya lalu menatap Ara.
"Tanggung bentar lagi ya"Ucap Satria memohon. Ara yang mendengarkan ucapan Satria memanyunkan bibirnya dan menyilangkan tangannya. Satria tersenyum melihat ekspresi Ara. Ia lalu berbalik hendak pergi meninggalkan Satria namun tangannya dicekal oleh Satria.
"Tunggu, jangan ngambek gitu" Ara hannya diam mendengar ucapan Satria " Kita makan disini saja, ok. Mungkin mereka sudah memulai makannya" Ara mengagguk " Biar aku yang ambil makanannya" Satria menggiring Ara untuk duduk disofa lalu dia pergi mengambil makanan mereka.
Alvin yang melihat Satria menghampiri mereka merasa aneh karena ia berjalan sendiri tanpa Ara yang tadi berniat menyusulnya.
"Loh kok sendiri Sat?. Ara kemana?". Tanya Alvin.
Dion dan Alia yang sedang makan langsung menoleh pada Satria setelah mendengar pertanyaan Alvin.
"Ada didalam" Jawab Satria sekenanya. Mereka bertiga Saling pandang dan teringat kejadian tadi disekolah.
"Lo kalau mau enak enak mending pulang gih bawa Ara keapartemen" Ucap Dion ngasal yang membuat Alia kesal
"Kamu tuh apa-apaan sih!. Itu gak boleh tahu!. Dosa!." Semua tercengang mendengar Alia berbicara. Beberapa saat kemudian Dion tertawa renyah sampai memegangi perutnya. Sedangkan Alvin dan Satria terkekeh sembari menggelengkan kepalanya. Alia menatap tajam ketiga lelaki yang ada didepannya.
" Kalian pikir ini lelucon!." Ucap Alia. Terlihat jelas tatapan penuh amarah dimatanya. Mereka berhenti tertawa" Aku gak nyangka kalian serendah itu" Ucapnya lagi
Satria diam, ia ingin menjelaskan tapi merasa tidak berhak. Karena yang seharusnya menjelaskan kepada Alia itu Ara fikirnya. Karena Satria hanya diam, Alvin pun membuka suaranya.
"Tunggu dulu Al, ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Satria dan Ara itu, me.." Ucapan Alvin terpotong oleh Ara yang tiba-tiba datang.
"Kok lama sih. Katanya mau makan didalam" Ucap Ara manja
"Ara ayo pulang!. " Ucap Alia
"Hah!! Ara melirik Satria, Alvin lalu Dion. Ia bingung dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Tanpa babibu Alia menarik Ara keluar dari kafe. Ara menengok kebelakang lalu melihat Alia.
" Apa yang sebenarnya terjadi?" Batin Ara