
Setelah berkeliling sekolah dengan Alia sebagai tour guide nya. Ara dan Alia duduk selonjoran di bawah pohon ditaman sekolah. Tidak hanya Ara dan Alia tapi banyak siswa yang lain juga. Ara juga Alia sedang berbincang, sesekali tertawa. Sampai Ara sekilas melihat Satria sedang diikuti seorang siswi yang terlihat memohon mohon pada Satria, cewek itu terlihat putus asa. Sedangkan Satria mempercepat langkahnya tanpa menggubris cewek itu.
Alia yang melihat fokus Ara teralihkan pun mengikuti pandangan Ara
" Dia Angel siswi terpopuler disekolah ini. Dia mengejar-ngejar Satria udah lama tapi kamu tahu kan kalau Satria itu Cowok Tak Tersentuh. So dia tidak pernah mengaggap Angel"
" Owh, kasian ya" Alia mengagguk " Dia itu temennya Sisil ya? "
" Kok kamu tahu? " Alia menatap Ara curiga
" Ehmm itu itu dari Dion. Ya dari Dion, hehehe" Alia hanya beroh ria
" Untung dia percaya..." batin Ara
"Eh kita pulang yu Ra "
"Emang udah pada pulang ya"
"Liat aja tuh, udah pada pulang sebagian"
Ara melihat sekeliling, ternyata benar banyak siswa siswi yang beranjak pulang sekolah.
"Ya udah ayo ke kelas dulu, ambil tas" ajak Ara
Mereka pun beranjak dari zona nyamannya menuju ke kelas. Di depan kelas Ara dan Satria dkk berpapasan. Satria melirik Ara dengan ekspresi datar.
" Lo mau pulang Ra ? " Tanya Alvin
" Eh...iya " Ara tersenyum manis " Lo juga? "
" Kita itu sibuk, asal lo tahu. Kan kita anggota OSIS" kata Dion menyombongkan diri.
Alvin dan Alia menggelengkan kepalanya sedangkan Satria masih betah dengan ekspresi datarnya.
" Iya anggota osis yang sibuk mempersiapkan kelengserannya. hahahah" Ara memegangi perutnya yang sakit karena tertawa
" Sialan lo, awas aja lo" Mengacungkan telunjuknya pada ara.
Satria memandang tajam Dion. Dion cengir mendapat tatapan tajam dari s
Satria. Alia menatap bingung tingkah laku mereka.
" Apa mereka saling kenal sebelumnya? Mereka tidak terlihat baru ketemu hari ini" Batin Alia
" Kita duluan Ra" pamit Alvin
" Ok"
Lalu Ara masuk ke dalam kelas, sedangkan Satria dkk pergi menuju ruang osis.
ting...
*Pangeran Es...
Aku ada rapat, tunggu lah sebentar dikelas*.
Ara
*B*isakah aku main ke mall bersama Alia
*P*angeran Es...
TIDAK
__ADS_1
*Ara
Ayolah....ya ya ya*
Pangeran Es...
TIDAK
*Ara
Kau sangat menyebalkan*!!!
*Pangeran Es...
Jadilah gadis baik*
Ara menghembuskan nafasnya kasar. Lalu duduk di bangkunya. Alia melihat itu penasaran lalu ikut duduk disamping Ara.
" Kenapa? Kaya gak jadi kencan saja bad mood gitu..." Alia pun terkikik
" Gak" jawab Ara
" Lgian siapa juga yang mau kencan bersamanya" Ara menggerutu
Ups Ara keceplosan, saat sadar Ara menutup mulutnya sembari memandang Alia.
" Hahahaha Ara Ara. Jadi sekarang gimana? Pulang bareng yuk!.."
Ara meletakkan kepalanya diatas meja. Alia heran dengan kelakuan Ara, tapi dia tahu batasan. Walau ia penasaran tapi tidak ingin menggali permasalahan Ara. biarlah Ara sendiri yang nanti bercerita.
" Duluan saja, aku masih ada urusan sebentar"
" Kk, aku duluannya" Ara mengagguk
" Bosen jika harus menunggu disini "
Ara langsung mengambil handphone nya lalu mengirimkan pesan pada satria
*Ara
Aku tunggu di perpustakaan ya, bosen kalau harus nunggu dikelas*.
Tidak ada balasan dari Satria bahkan di read juga tidak. Ara langsung menuju perpustakaan. Sesampainya disana Ara lihat hanya ada beberapa siswa yang sedang membaca buku. Ara lalu mencari buku yang menarik untuk dia baca. Setelah menemukan buku yang akan dibacanya Ara duduk dipojok dekat jendela dan membaca bukunya.
Disisi lain Satria tengah sibuk dengan anggota osis lainnya yang akan melaksanakan acara pemilihan ketua osis yang baru. Karena anggota osis kelas XII yang sekarang menjabat harus berhenti untuk fokus pada pelajaran menghadapi UN (ujian nasional).
Ting...
Handphone Satria berbunyi, tapi Satria tidak menggubrisnya. Setelah satu jam lebih akhirnya rapat osis pun berakhir. s
Satria membuka handphonenya lalu membaca.
*Ara
Aku tunggu di perpustakaan ya, bosen kalau harus nunggu dikelas*
Satria tersenyum membaca pesan dari Ara.
Alvin dan Dion tidak bertanya pesan dari siapa sampai membuatnya tersenyum. Karena mereka tahu yang membuatnya tersenyum akhir-akhir ini adalah Ara istrinya.
"Mayanya udah ada benih-benih cinta yang tumbuh" Sarkas Dion
Satria menatap Dion, tapi yang ditatap malah tertawa.
__ADS_1
" Hahaha, biasa aja ekspresinya kali"
Avin tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Udah yuk pulang, eh sat lo bareng dia kan" Satria mengagguk
" Gue ke perpustakaan dulu" dan dianggukin Alvin juga Dion.
Satria berjalan menuju perpustakaan yang berada disekolahnya. Tanpa Satria sadari ada seseorang yang mengikutinya diam-diam.
Satria masuk kedalam perpustakaan. Ia mengedarkan pandangannya mencari Ara, dan akhirnya satria melihat Ara sedang bejalan. Sepertinya akan mengembalikan buku yang ia baca. Satria melangkahkan kakinya mengikuti langkah Ara
" Udah selesai bacanya?..."
" Asgafirullah hal'adzim" Ara mengusap ngusap dadanya kaget
"Sejak kapan kamu ada disitu. Bikin jantungan aja"
Mendengar pernyataan Ara, Satria terkekeh. Ara bengong melihat Satria terkekeh, Satria begitu tampan saat ini. membuat Ara terpesona melihatnya.
Melihat Ara seperti itu Satria semakin mendekat bahkan memepet Ara ke rak buku. Satria mendekatkan mukanya ke muka Ara, lalu Satria membisikkan sesuatu.
" Suami mu ini emang tampan bukan?..." Lalu Satria melirik Ara begitu pula Ara melirik Satria dan pandangan mereka bertemu.
Tanpa disadari kedua sejoli itu, ada gadis yang sendari tadi mengikuti Satria. Dia melihat Sstria sangat dekat dengan seorang siswi. Bahkan melihat Satria sedang berciuman. Seketika gadis itu menangis.
Padahal Ara dan Satria tidak berciuman hanya saja posisi mereka seperti sedang berciuman. Angel segera menghapus air matanya lalu melangkah mendekati Satria
" Sa Satria" Angel memanggil Satria
Mereka berdua kaget mendengar seseorang memanggil Satria. Seketika Satria menyembunyikan wajah Ara didadanya.
" Diam jangan berbicara atau bergerak" Satria berbisik pada Ara, Ara pun mengagguk.
Satria menoleh melihat siapa yang memanggilnya.
" Ternyata lo, gue bilang jangan temuin gue lagi. Gue muak"
" Siapa yang dimaksud Satria" Batin Ara
Angel menitikan air matanya yang berusaha ia tahan. Tapi mendengar kata kata Satria, pertahanannya pun runtuh juga. Lalu cepat-cepat menghapusnya
" Siapa dia Sat" Katanya dengan suara parau.
" Bukan urusan lo"
" Apa kurangnya gue dibanding dia, kenapa lo pilih dia dibanding gue"
" Karena dia tidak sempurna dan gue melengkapi ketidak sempurnaannya" jawab Satria datar
" What! Dia bilang apa. Gak sadar gitu
bukan dia yang milih tapi Ibu Lisa dan Ayah Heru yang milih aku." Batin Ara
Angel menagis tersedu-sedu dan mengundang rasa penasaran murid yang masih ada di perpustakaan.
" Shitt" Umpat Satria
Satria lalu mengeluarkan hodie dan topi dari tasnya lalu memakaikannya pada Ara. setelah itu Satria memakaikan masker untuk lebih menutupi wajah Ara
" Menunduk, jangan sekali kali mengagkatkan kepala sampai kita di parkiran" Perintah Satria, Ara mengaguk.
Satria menarik lengan Ara setengah berlari keluar perpustakaan. Banyak pasang mata yang menyaksikan. Mereka berbisik-bisik, siapa gerangan cewek yang bersama Satria.
__ADS_1