Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
moment romantis pagi hari


__ADS_3

waktu berlalu...


di kota B satria tengah sibuk dengan pembukaan cafe nya yang ternyata disambut antusias oleh remaja remaja di kota B. sekarang cafe nya sangat ramai, pengunjung memadati cafe nya. cafe ini di design khusus untuk anak muda yang suka berfoto. banyak spot untuk bersua foto di beberapa titik cafe itu.


di ruang kerja cafe satria duduk menyender di sofa. dia sedang mengistirahatkan tubuhnya. satria melirik handphonenya. tidak ada chat atau telepon dari sang istri ara. ah dia lupa bahwa mereka belum bertukar nomor. satria memijit pengkal hidungnya.


" bodoh" gumanya.


ia meraih HP nya lalu menghubungi nomor rumahnya.


" Hallo, Assalamualaikum"


"waalaikumussalam, bi ini satria. ara ada di rumah, tolong panggilkan saya mau bicara"


" baik den"


" hallo, ada apa?... tumben lo eh kamu hubungin gue eh aku!..."


satria yang mendengarnya tersenyum


" ehmm aku mau tanya aja. lo mau oleh oleh apa. eh kamu" satria menggaruk kepalanya tak gatal, ternyata sulit merubah panggilan


" emang mau kapan pulangnya?"


"besok mungkin"


" oh...apa ya" ara mengusap ngusap dagunya dan berfikir


" oh ya aku mau tempe goreng, oncom goreng, trus dodol kacang....emmm apa lagi ya....apa aja deh" satria terkekeh di sebrang sana..


" ya udah aku tutup dulu"


" iya"..


tut..ttut..


satria tersenyum menatap gedget nya sampai tidak sadar bahwa alvin dan dion sudah ada diruangan itu bersamanya


" woi lo kesambet setan apa sampe terseyum seyum cuma liat HP doank" sarkas dion


satria menatap datar sahabat soplaknya ini, lalu menggeleng. alvin duduk disampong satria menyenderkan punggunhnya kesandaran sofa.


" sumpah gak nyangka bakalan seramai ini kafe lo" satria mengagguk setuju dengan alvin


" ini semua berkat kalian juga yang udah bantu gue"


" jagan lupa persentasenya sat, buat gue dan alvin...hehehe" satria hanya menggeleng


" ia gue gak lupa ion"

__ADS_1


merekapun tertawa....


sore hari satria dkk akan berangkat pulang dari kota B menuju kota J yang bila tidak macet cuma butuh waktu sekitar 3 sampai 4 jam. kini yang dibelakang kemudi adalah dion. mereka singgah terlebih dahulu di toko oleh oleh khas kota itu, untuk membeli buah tangan. satria terlihat memborong beberapa jenis makanan pesanan ara juga yang lainnya. begitu pula alvin dan dion tidak jauh beda.


satria sampai dirumah jam 11.30 malam karena terjebak macet, dirumah sangat sepi karena semua penghuni rumah sudah terlelap. satria berjalan gontai, ia merasa sangat lelah. sedangkan koper dan oleh oleh yang tadi dibelinya dibawa oleh pak deni selaku secruity yang mengekori satria. sebenarnya satria dkk akan pulang besok namun entah mengapa dia memaksakan pulang hari ini, mungkin karena ara....


cklek...


ia bersyukur ara tidak mengunci kamarnya.


" den ini saya taruh didalam" kata pak deni sebelum satria melangkah masuk. satria menoleh


" simpan saja disini biar saya sendiri yang bawa" pak deni pun pamit


barang barang satria di simpan depan pintu lalu, satria membawannya masuk. satria menyimpan barangnya asal lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah membersihkan diri satria memakai kaos longgar dan celana boxer lalu tidur di samping ara.


...----------------...


pagi menjelang sepasang suami istri muda ini tidur saling berpelukan


kring...kring...kring...


alarm ara berbunyi tepat jam 05.00 pagi. ara mengerjap ngerjapkan matanya. ia merasa sulit bergerak. lalu ara membuka mata dan terkejut melihat dada bidang seorang laki laki dan.....


" aaaaaaaaaaa" ara berteriak dan seketika satria terbangun


" apa apa ada apa..." tanya satria yang bingung karena ara berteriak


" lo tanya kenapa gue disini,,, bodoh ini kan memang kamar gue!..." satria sangat kesal saat tau ternyata ara berteriak karena tidur denganya.


" bu bukan begitu maksudnya kapan lo pulang, gue kaget pas bangun lo meluk gue. gue kira siapa" lalu ara turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi


satria mengagkat sebelah alisnya,


" gue meluk dia, gak mungkin. palingan dia yang meluk gue!" lalu satria merebahkan lagi tubuhnya.


di dalam kamar mandi ara menetralkan degup jantungnya yang tiba tiba berdetak kencang. setelah beberapa saat ara pun melanjutkan ritual mandi paginya. setelah selesai ia keluar hanya menggunakan handuk.


satria yang melihat ara hanya memakai handuk memalingkan mukanya lalu ia turun dan menyambar handuk masum ke kamar mandi. ara yang mengerti langsung memakai baju lalu menyiapkan baju untuk satria. setelah itu ia langsung menunaikan sholat subuhnya. setelah selesai ara turun ke bawah menuju dapur untuk membantu membuat sarapan sekalian menghindari satria.


satria tersenyum melihat pakaiannya sudah disiapkan ara. ia lalu memakainya dan menunaikan ibadahnya. setelahnya satria kembali tidur, ia masih merasa lelah dan ingin beristirahat.


di dapur mertua ara alias lisa sudah berada di dapur sedang memberikan intruksi kepada bi lastri yang akan memasak.


" ibu.." panggil ara


" eh putri ibu sudah bangun" lisa tersenyum sembari mengusap kepala ara yang sekarang berada di depannya.


" ibu mau masak apa?... ara bantuin ya"

__ADS_1


" gak usah sayang udah ada bibi yang masak" ara mengagguk " katanya satria sudah pulang" ara tersenyum kaku


" ehmm iya tadi malam, tapi ara tidak tau jam berapa karena ara udah tidur...hehehe" lisa pun tersenyum lalu menuntun ara duduk di meja makan


" tidak apa apa, bagus donk anak ibu yang nyebelin itu gak ngebangunin menantu kesayangan ibu" dan tawa lisa pecah melihat ekspresi ara yang terlihat canggung


merek berbincang bincang sampai tak terasa waktu menunjukan pukul 06.50 WIB hampir jam 7 pagi.


" bangunin suami kamu, kita sarapan sama sama" ara mengagguk lalu pergi ke kamarnya


cklek....


pintu kamar terbuka, ara lihat satria masih terlelap dalam mimpi indahnya. ara berjalan menghampiri satria dan duduk di tepi ranjang.


" satria bangun" ara menepuk nepuk pundak satria yang membelakanginya


" ihhh bangun " menggoyang goyangkan tubuh satria


" ehmm bentar lagi bu" rancau satria


" ih dikira gue ibunya kali" lalu ara tersenyum smirk


ara mendekati satria, mencondongkan tubuhnya lalu mendekatkan mulutnya ketelinga satria. satria yang sebenarnya sudah bangun. dia merasakan hembusan nafas ara ditelinganya tubuhnya langsung bereaksi.


" baa......." sebelum ara berteriak satria membalikan wajahnya dan...


cup...


bibir mereka bersentuhan. ara kaget langsung berdiri, karena tidak seimbang ara terjatuh


bruk....


" awww"


melihat itu satria tidak berniat membantu ia malah tertawa


" hahahaha, kualat kamu jadi istri" ara tertegun dengan ucapan satria.


" istri....ach iya gue memang istrinya" batin ara


melihat ara diam satria bangun lalu membatu ara bangun.


" ayo bangun, betah amat di lantai" ara hanya diam memandang satria


" dia aneh gak sih, kadang irit banget bicaranya kadang bawel juga" batin ara


satria terseyum melihat ara memandangnya


" aku tampan kan.."

__ADS_1


" eh..."


__ADS_2