
Setelah pergulatan panas yang panjang mereka. Akhirnya Satria mengajak Ara untuk berlibur kepantai disebuah pulau. Dan disinilah sekarang mereka berada. Mereka berdua sedang berdiri dibibir pantai memandang indahnya pemandangan sore hari.Tangan yang saling bertautan, senyum yang tak pernah pudar dan mata yang saling beradu pandang membuat iri siapapun yang memandangnya.
Mereka begitu serasi, apalagi memakai pakaian dengan warna senada. Satria memakai celana pendek warna cream dengan kaos warna senada dipadukan dengan kemeja putih yang dipakai sebagai outer. Ara begitu cantik memakai dress warna putih dengan model sabrina dan rambut yang digerai. Pasangan yang serasi.
"Tempat ini sangat indah" Ucap Ara yang takjub akan keindahan pemandangan didepan matanya.
"Memang indah"
"Terima kasih sudah membawa ku kemari Suamiku yang tampan" Satria tersenyum mendengar kalimat terakhir Ara.
"Apapun untuk mu"
Satria mendekatkan wajahnya membuat Ara refleks menutup matanya. Satria mengecup kening Ara lalu membawa Ara kedalam pelukannya.
"I Love You" Bisik Satria
"I Love You To My Husband" Jawab Ara
Satria melihat pasangan yang lain sedang mengambil gambar dengan berpose mesra. Membuat Satria ingin melakukan hal yang sama. Karena selama ini mereka tidak mempunyai foto mesra kecuali foto yang diambil oleh Alvin dulu.
"Bagaimana jika kita mengambil gambar" Satria melonggarkan pelukannya menatap manik indah milik Ara
"Boleh" Ara tersenyum lebar
Lalu mereka mengambil beberapa foto selfi dengan berbagai gaya yang membuat hati jomblo meronta ronta.
Satria tersenyum melihat foto selfi yang telah mereka ambil. "Bagaiman kalau kita minta seseorang mengambil foto kita?" Tanya Satria
"Ok"
Satria menghampiri pasangan yang berada tidak jauh dari mereka dan meminta mereka untuk membantu mengambil gambarnya.
"Maaf, permisi." Pasangan itu melirik Satria
"Ada apa?"
"Bisa minta tolong untuk mengambil foto saya dan pasangan saya" Ucap Satria sopan karena melihat orang yang dimintai tolong olehnya usianya lebih tua daripada dirinya.
"Oh tentu" Jawab pasangan itu
Mereka melangkah menuju tempat dimana Ara sedang menunggu Satria. Setelah sampai didepan Ara, Satria memberikan handphone miliknya kepada laki-laki yang tadi dimintai tolong.
Satria dan Ara mulai berpose. Pertama Satria merangkul pinggang Ara dan mereka berdua menatap pada kamera sembari tersenyum bahagia. Kedua Ara memeluk Satria dari samping dan Satria mengecup puncak kepala Ara. Terakhir Ara menyandarkan kepalanya didada Satria sembari menatapnya dan Satria menunduk tersenyum melihat Ara.
"Terima kasih" Ucap Ara dan Satria setelah selesai
"Sama sama" Pasangan itu pun pergi
__ADS_1
"Coba mana aku lihat hasilnya" Ara merebut handphone yang berada ditangan Satria.
"Wah hasilnya bagus ya. Dia pintar ambil fotonya" Satria menaruh dagunya dipundak Ara
"Mana?"
"Ini lihat" Ara memperlihatkan foto mereka.
"Hmm. Bukan hanya mereka yang pintar ambil fotonya tapi juga modelnya fotogenic" Satria mengambil handphone nya
"Ayo kita kembali ke resort, Sudah mulai gelap" Ajak Satria
"Iya"
Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Tanpa sepengetahuan Ara, Satria memposting foto mereka ke akun media sosialnya. Yang akan membuat para pemuja Satria meradang melihat kemesraan mereka.
Ditempat lain seseorang telah mengumpat pasangan yang sedang bucin bucinnya itu.
"Dasar kampret!. Punya sahabat gak ada akhlak. Bisa-bisanya honey moon pas masa tenang ujian!"
"Kenapa lo marah-marah gak jelas gitu" Ucap Alvin yang sedang berjalan kearah Dion sambil membawa nampan berisi cemilan dan minuman.
"Nih lihat!" Dion menyodorkan Handphone nya pada Alvin yang sudah duduk didepannya.
Alvin mengambil handphone Dion dan melihat ke layar yang menampilkan foto-foto mesra Satria dan Ara hanya dengan keterangan emotikon hati. Senyumnya mengembang, ia merasa ikut bahagia melihat kebahagiaan sahabatnya. Alvin mengembalikan handphone Dion tanpa berkomentar apapun.
"Lah trus gue harus ngomong apa" Dion memonyongkan bibirnya
"Ih ngeri gue liatnya. Hahahaha"
"Sialan lo, malah ngetawain gue"
"Abisnya sih lo ngapain juga ngurusin pasangan yang lagi bucin"
"Ya ela, dia kan pinter. Bantu kita belajar kek. Malah indehoyyyy" Alvin menggelengkan kepalanya
"Sudah ayo belajar lagi".
"Sebentar, gue mau komen dulu nih foto" Dion pun mengetik komentarnya.
Woi masa tenang malah liburan, mentang mentang pinter
Namun Dion membulatkan matanya melihat beberapa komentar yang menusuk.
Cewek murahan mau aja diajak indoy
Kasihan Satria dapet cewek gak bener
__ADS_1
Pantas saja Satria mau, orang dia diajak maen diranjang toh
Pasangan gak punya moral. Eh kalau gak digoda sama cewek ganjen. Gak mungkin Satria jadi kaya gini.
Oh ternyata dia merangkak ke ranjang Satria buat dapetin dia. Murahan!!!!
Dan masih banyak yang lainnya, yang menghina Ara karena mereka hanya tahu Ara dari keluarga biasa dan tidak pantas bersama Satria.
"Sialan!. Awas aja mereka. Akan gue buat menderita karena ngehina sahabat gue" Ucap Dion pelan dengan raut muka penuh kekesalan.
Alvin mengerutkan keningnya mendengar apa yang Dion ucapkan.
"Lo kenapa lagi?"
"Nih lo lihat" Dion menyodorkan handphone nya.
Sama seperti Dion, Alvin pun terkejut melihat komentar-komentar jahat yang ditujukan pada sahabatnya terutama Ara.
"Lo cari tahu mereka yang berkomentar seperti itu. Buat mereka merasakan akibat menyinggung sahabat kita" Ucap Alvin
Hal yang sama pun dirasakan oleh Satria. Satria mengepalkan tangannya dan mengeratkan giginya menahan amarah saat membaca komentar yang merendahkan istrinya. Untung saat ini Ara sedang dikamar mandi sehingga tidak melihat raut wajah satria. Lalu ia memekan tombol memanggil sahabatnya.
"Lo udah tahu kan!. Buat mereka merasakan akibatnya karena menghina istri gue!."
"Lo tenang aja. Gue pastiin mereka menyesal"
Lalu Satria memutuskan panggilannya secara sepihak. yang membuat seseorang disebrang telepon mengumpat kesal.
Satria larut dalam fikirannya yang membuat ia tidak menyadari bahwa Ara sudah keluar dari kamar mandi dan kini berada didepannya.
"Kenapa dia?" Batin Ara melihat Satria melamun.
Ara melambaikan tangannya namun Satria tidak merespon. Lalu Ara dudu disamping Satria yang membuat Satria tersadar karena pergerakan Ara. Satria memandang Ara lalu mengusap pipinya.
"Sudah selesai. Kamu wangi banget sih" Namun Ara tidak menjawab. Tapi malah mengajukan pertanyaan.
" Kamu kenapa" Ara menatap penuh selidik
"Tidak apa-apa. Kalau begitu aku mandi dulu" Lalu Satria bangkit dari duduknya
Namun Ara tidak begitu saja percaya. "Jangan menyembunyikan sesuatu dari ku" Kalimat Ara menghentikan langkah Satria.
Mereka saling tatap. Lalu Satria menghampiri Ara dan mencium puncak kepala Ara.
"Tidak ada. Jangan berfikiran yang tidak-tidak". Satria meninggalkan Ara dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Aku berharap begitu" Ara menatap sendu Satria yang sudah hilang dari pandangannya.
__ADS_1