Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
67


__ADS_3

cklek...


Satria membuka pintu ruangan dimana teman-temannya berada. Terlihat beberapa temannya ada yang bernyayi ria didepan, beberapa bersantai dan ada juga yang tertawa melihat tingkah konyol teman-temannya. Satria melangkah masuk kedalam ruangan yang sangat bising oleh suara cempreng milik temannya.


"Akhirnya lo datang juga Sat. Gue kira lo gak bakalan datang" Ucap Renaldi


Satria tersenyum dan duduk diantara Alvin dan Renaldi. Renaldi menyodorkan minuman bersoda pada Satria.


"Nih minum" Ucap Renaldi


"Thanks " Ucap Satria lalu membuka botol minuman itu dan meneguknya. Renaldi tersenyum Smirk melihat Satria meneguk minumannya tanpa curiga.


"Lo bakalan hancur Sat. Gue pastiin itu!. Lo udah bikin Angel tidak bisa melihat ketulusan gue. Dan gue bakal hancurin kalian berdua!" Batin Renaldi


"Sat ayo sini kita bernyayi bersama. Hahaha" Ajak Dion


"Lo aja gue lagi males" Jawab Satria


Dion cemberut memerima penolakan Satria"Lo mah gak pernah mau tiap gue ajak"


"Ya elah baper amat sih. Sana lo nyanyi lagi!" Perintah Alvin


Satria terus saja meminum minuman yang diberikan oleh Renaldi sampai tandas. Lama kelamaan Satria merasa gerah padahal ruangan itu ber AC.


"Kok gerah banget ya?" Batin Satria


Tidak ada yang memperhatikan Satria, karena mereka sibuk bergembira kecuali Renaldi yang duduk disampingnya. Ia memperhatikan Satria sembari ikut bernyanyi dan bergembira bersama yang lain agar tidak ada yang curinga


"Obatnya mulai bereaksi" Gummanya dalam hati


Satria mengambil Air mineral dalam botol dan meminumnya, menyisakan setengah. Alvin yang tengah berjalan hendak mengambil minumannya melihat itu merasa aneh.


"Lo kenapa Sat? Haus?"Ucap Alvin. Lalu duduk disamping Satria dan meminum minuman yang baru saja ia ambil.


Satria membuka satu kancing atas kemejanya dan mengibas-ngibaskan tangannya. "Gerah gue" Ucap Satria pelan


"Lo aneh banget, masa gerah Sat. Orang AC nya dingin gini"


"Alvin benar. Ini aneh" Satria melihat sekelilingnya " Mereka sepertinya tidak kepanasan. Bahkan sekarang kepalaku mulai pusing" Batin Satria


"Ada apa denganku" Gummanya pelan sangat pelan.


"Apa yang lo ucapkan, gue gak denger. Sumpah!" Ucap Alvin heran


Satria menggeleng "Gak ada" Satria beranjak dari duduknya.


"Lo mau kemana Sat?" Tanya Alvin

__ADS_1


"Gue ke toilet sebentar" Jawab Satria dan Alvin pun mengagguk.


"Sat lo mau kemana?" Teriak Dion


"Ketoilet sebentar" Dion mengangguk


"Lah paling bukan ke toilet tapi ke ruangan sebelah" Ucap dion dalam hati lalu ia terkikik


"Kenapa lo, cekikikan gitu kaya orang gila. ihh"


"Sialan lo!"


"ternyata mudah sekali membuatmu masuk kedalam jebakanku Satria Putra Adithama!" Batin Renaldi


Renaldi mengeluarkan handphone nya dan mengirim pesan pada seseorang.


"Obatnya sudah bereaksi, dia sedang menuju toilet"


Renaldi memasukan kembali handphone nya dan bergabung bersama teman-temannya yang sedang bernyayi ria.


Disisi lain, kini Satria sedang berada didalam toilet. Ia pantulan wajahnya dicermin mengerutkan keningnya.


"Mataku merah juga wajah ku" Tangan Satria terangkat menyentuh keningnya "Tidak panas, tapi tubuhku begitu terasa panas" Gummanya.


Tangan Satria memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit "Argh" Pandangannya sedikit kabur, ia berjalan sempoyongan menuju pintu namun sebelum sampai depan pintu. Pintu itu terbuka dan masuklah seorang gadis yang tersenyum menatap Satria. Ia berjalan menghampiri Satria.


Satria tersenyum pada gadis itu " Ara" Gummanya pelan


"I Love You Satria" Ucap Angel


"Aku tahu" Balas Satria


Satria melepas pelukannya dan memandang wajah Angel yang dikira Ara. Ia berusaha menahan rasa pusingnya agar terlihat baik-baik saja didepan Ara.


Satria mengecup kening Angel. Angel memejamkan matanya dan menikmati kecupan singkat Satria dikeningnya.


Satria membelai wajah Angel" Kamu cantik" Ucapnya


Angel mengalungkan tangannya dileher Satria "Apakah kamu baru sadar" Satria tersenyum " Bukankah aku bahkan lebih cantik dari putri dari keluarga wiguna itu" Ucap Angel menyombongkan diri


Deg...


Senyum satria memudar, matanya membulat. Lalu ia mengucek ngucek matanya, barulah pandangannya jelas. Wajah Ara kini berubah menjadi wajah Angel. Satria menatap tajam Angel dan langsung mendorong Angel yang masih mengalungkan tangannya dileher Satria.


Brugh...


"Aww.. Ais sakit Sat" Rintih Angel yang jatuh dengan posisi terduduk menghadap Satria.

__ADS_1


Satria tidak perduli, ia melangkah menuju wastafel untuk membasuh wajahnya dan membiarkannya basah. Supaya ia tetap sadar sampai ia bertemu dengan Ara. Satria menatap Angel dengan tatapan yang dingin. Bahkan Angel tak pernah melihat tatapan Satria sedingin ini padanya. Satria berjongkok mencengkram wajah Angel kuat dan menatapnya dengan tatapan tajam sampai Angel ketakutan dibuatnya.


"Gue akuin lo hebat, bisa menjebak gue dengan mudahnya. Namun sayangnya kesombongan lo membuat rencana lo gagal" Ucap Satria dingin. Satria melepaskan cengkramannya dengan kasar. Membuat Angel meringis.


"Cih. *****!" Ucap Satria


Mendengar itu tubuh Angel bergetar, air matanya mengalir dengan deras.


Kini Satria sadar bahwa ia dalam pengaruh obat perangsang. " Gue harus segera pergi dari sini. Sebelum keadaan gue memburuk" Gummanya dalam hati. Ia melangkah menuju pintu, membukanya lalu melangkah keluar. Namun ia berdiri diambang pintu dan melirik Angel


"Murahan!" Ucapnya lalu menutup pintu dan pergi.


"Arghhh. Lo kejam Sat. Lo kejam" Teriak histeris Angel


Angel mengeluarkan handphonenya dan menghubungi Renaldi.


"Kita gagal Nal" Teriaknya sambil menangis.


"Lo dimana"


"Gue ditoilet" Jawabnya dengan suara serak.


"Keluar dari sana dan tunggu gue dibelakang."Ucap Renaldi lalu ia keluar.


Disisi lain dengan sempoyongan Satria keluar dari toilet. Ia pergi keluar dari tempat karoke itu. Saat berjalan keluar, Satria menghubungi Ara untuk segera keluar.


"Hallo, kenapa?udah selesai?" Tanya Ara disebrang sana


"Cepat keluar dan tunggu aku di lobi" Ucap Satria dengan suara serak


"Kamu kenapa?. Sakit?. Kok suaranya gitu?"


"Jangan banyak bertanya, cepat." Satria langsung menutup sambungannya.


Ara menggerutu sambungan teleponnya dimatikan sepihak oleh Satria. Namun ia tetap mematuhi perintah Satria. Ara keluar ruangannya dan berlari menuju lobi. Sesampainya dilobi, Ara melihat Satria sedang berdiri diluar menyandarkan tubuhnya dipilar gedung.


"Sat "Panggil Ara setelah dekat. Ara melihat wajah Satria dan matanya yang memerah lalu menaruh tangannya dikening Satria "Gak panas" Gummanya


"Aku memang tidak sakit" Ucapnya lemah


"Kamu mabuk" Satria menggeleng


"Nanti aku ceritakan"


Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti didepan mereka. Pengemudinya keluar dan Ara mengenal supir itu. Dia adalah supir mertuanya.


"Sat it.." Perkataan Ara terpotong karena Satria terjatuh

__ADS_1


Brugh...


"Satria" Teriak Ara yang panik "Kamu kenapa?. "Tanya Ara sambil membantu Satria berdiri dan dibantu juga oleh supir. Karena Satria tidak menjawab, Ara buru-buru membawa Satria kedalam mobil dan pulang keapartemen mereka.


__ADS_2