Terlahir Kembali

Terlahir Kembali
93


__ADS_3

Ara menjatuhkan dirinya diatas tempat tidur karena lelah. Sesuai rencana, mereka berangkat jam empat sore dan baru sampai di apartemen jam delapan malam.


Melihat Ara yang sangat kelelahan, Satria mengurungkan niatnya untuk mengajak Ara makan diluar. Satria melangkah mendekati Ara. Ia mengusap lembut kepala Ara.


"Lelah hemm"


"Sangat lelah, tapi menyenangkan" Ara tersenyum namun matanya masih terpejam


"Baiklah, mau makan apa?. Biar aku pesankan"


"Ehmmm aku pengen yang anget anget berkuah" Satria mengerutkan keningnya mendengar keinginan Ara


"Apa?"


"Soto mie" Jawab Ara dengan mata berbinar


"Ya sudah kita lihat apa ada di aplikasi" Satria mengambil handphonenya berencana memesan makanan namun suara Ara menghentikan kegiatannya.


"Jangan delivery order sayang" Rengek Ara


Satria langsung mengalihkan pandangannya pada Ara. Ia terkejut mendengar kata sayang dari mulut Ara. Namun sudut bibirnya terangkat sedikit. Satria senang Ara memanggilnya dengan kata sayang.


"Coba katakan sekali lagi" Pinta Satria


"Gak mau delivery order"


"Bukan yang tadi" Satria gemas sendiri


"Apa?"

__ADS_1


Satria menghela nafas " Tadi panggil aku apa?" Satria memberi petunjuk


Ara nampak berfikir lalu tak lama ia tersenyum canggung. Muka Ara memerah dan Satria yakin Ara tahu apa yang ia inginkan.


"Ach jadi malu" Batin Ara


"Ehmm Sa-sayang" Ucap Ara terbata-bata "Kok aku jadi gagap gini ya. Kaya remaja aja" Batin Ara


Senyum Satria merekah mendengar Ara memanggilnya Sayang.


"Coba sekali lagi" Pinta Satria


"Ihhh kapan makannya" Rengek Ara


"Sekali lagi trus kita pergi cari soto mie nya"


"Sayang" Ucap Ara


"Ayo pergi" Ara dengan antusias menyambut tangan Satria


"Tapi apa tidak lelah. Perjalanan dari pulau kesini kan lumayan" Satria khawatir


"Gak. Ayo cepat" Ara menarik Satria keluar dari kamar


"Sebentar aku ambil dompet dan kunci mobil dulu" Ara mengagguk


Mereka pun pergi menyusuri jalan kota J mencari tukang soto mie yang berada dipinggir jalan. Tadinya Satria akan mengajak Ara ke restoran atau cafe yang menyajikan menu soto mie tapi Ara ingin makan soto mie yang berjualan memakai gerobak. Aneh memang permintaannya, bahkan Satria dibuat terkejut dengan keinginan Ara. Satria fikir sama saja, yang penting makan soto mie, tapi berbeda dengan Ara.


Setelah tiga puluh menit menyusuri jalan, akhirnya Satria melihat penjual soto yang memakai gerobak dan memakai tenda dengan kursi dan meja panjang untuk pembeli yang akan makan ditempat. Satria pun menepikan mobilnya dipinggir jalan.

__ADS_1


"Wah ternyata ramai" Ucap Ara yang melihat penjual soto dikerumuni pelanggan


"Jadi bagaimana. Masih mau makan disitu?" Tanya Satria


"Ya mau lah, udah ngiler rasanya" Ucap Ara sambil menelan salivanya memandang kearah penjual soto.


"Ya sudah tunggu disini, biar aku yang mengantri. Nanti kalau ada tempat kosong baru keluar" Perintah Satria


"Gak ach aku mau ikut" Ucap Ara


"Tapi ini sudah malam, diluar dingin"


"Ya kan memang sudah malam, kata siapa siang. Kamu aneh!" Ucap Ara kesal


"Kenapa akhir-akhir ini dia keras kepala" Batin Satria. Satria menghela nafas " Baiklah, tapi pakai dulu sweater nya" Perintah Satria dan Ara menurut


Mereka keluar bersama-sama. Satria menggenggam tangan Ara dan berjalan menuju penjual soto, mereka pun mengantri. Banyak pasang mata yang melihat kearah Satria dan Ara. Ada sebagian orang yang kenal dengan wajah Satria sebagai penerus perusahaan Aditama. Ada juga yang tidak tahu. Mereka berbisik bisik membicarakan Ara dan Satria. Ada yang mencibir karena masih percaya dengan gosip yang pernah beredar. Ada juga yang kagum dan memuji sebagai pasangan serasi tampan dan cantik. Ada juga yang iri walau tidak secara lisan namun pandangan mereka menatap tidak suka.


Satria sesekali melirik Ara, ia takut Ara akan sedih bila mendengarnya. Namun sepertinya Ara tidak perduli dan malah tidak sabar ingin segera makan soto mie yang ia inginkan dari tadi. Reaksi Ara membuat Satria lega. Setelah cukup lama mengantria akhirnya mereka berdua duduk dan memakan soto mie. Ara menambahkan sambal dan jeruk purut kedalam mangkuknya lalu memakannya dengan penuh nikmat membuat Satria tersenyum bahagia karena melihat orang yanh dicintainya senang.


"Enak banget ya" Tanya Satria melihat ekspresi Ara yang begitu menikmati soto mienya


"Ehmm enak banget. Seger, asam pedas enak" Ucap Ara sembari memakan soto mie miliknya.


Satria mengcak-ngacak rambut Ara gemas. Setelah selesai makan mereka pun pulang. Tidak lama mobil melaju, Ara sudah terlelap. Melihat itu Satria menepikan mobilnya. Ia menurunkan sandaran kursi sehingga Ara bisa lebih nyaman tidurnya. Satria mengecup kening Ara dan melanjutkan perjalanan mereka.


Sesampainya ditempat parkir gedung apartemen yang mereka tempati. Satria tidak tega membangunkan Ara sehingga ia pun menggendong Ara ala bridal style dari tempat parkir sampai masuk kedalam apartemennya. Satria membaringkan Ara ditempat tidur. Melepas sepatu dan sweater nya secara perlahan agar Ara tidak bangun. Ia juga mengambil tisu basah untuk mengelap muka Ara, Karena ia tidak tega membangunkan Ara hanya untuk sekedar mencuci muka.


Selesai dengan Ara, Satria melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri. Ia tidak mandi hanya mengelap tubuhnya karena sudah larut malam dan melaksanakan ritual sebelum tidurnya yaitu mencuci muka dan menggosok gigi. Setelah selesai Satria keluar dari kamar mandi. Ia melangkah menuju tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya yang juga sangat lelah. Satria menari Ara kedalam pelukannya. Menjadikan tangan satria sebagai bantalnya dan Satria menyusul Ara kealam mimpi.

__ADS_1


Maaf cuma dikit. Insya Allah mulai besok up tiap hari lagi. Sebenarnya ceritanya menuju end. Jadi ditungu aja ya akhir cerita Ara dan Satria.


Happy reading


__ADS_2