
Hari ini Ara pulang sendiri karena kesibukan Satria. Ara merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya dan Satria. Ara terlelap dalam mimpi indahnya sampai suara HP membuka paksa matanya.
Alia
" Ra akhir pekan ini kita ke pantai yuk. Yang dekat aja"
Ara menghembuskan nafasnya setelah membaca pesan dari Alia. Setelah itu Ara membalas pesan itu.
Ara
"Liat nanti ya, minta izin dulu. Takut gak diizinin"
Alia
" Izin sama siapa? Ortu or pacar kamu?"
Ara
" Hehe. Dua duanya"
Alia
"Dasar! Ya udah deh ceptan kasih tahu aku kalau dapet izin ok"
Ara tidak membalas lagi pesan Alia. Ara meletakkan pembali Handphone nya. Setelah beberapa saat Ara beranjak dari zona nyamannya menuju dapur. Tadi Ara belum sempat makan siang dan sekarang perutnya berdemo minta diisi. Ara membuka kulkas dan ternyata tidak ada bahan makanan. Hanya ada dua buah telur, sawi putih, tiga buah tahu putih dan Daun bawang.
" Ya bahan makanan ternyata sudah habis. Makan apa ya?. Atau delivery aja?" Ara berfikir sejenak. Lalu ia membuka lemari tempat penyimpanan makanan.
"Wah ada mie instan. Masak mie aja kali ya. Ya udah lah"
Dan Akhirnya Ara memasak mie instan ala-ala dengan tambahan bahan yang ada di kulkas. Setelah selesai memasak mie, Ara meletakkan mie yang sudah jadi di atas meja depan Tv. Lalu ara membersihkan dapur terlebih dahulu.
__ADS_1
Ara kembali untuk memakan mie nya, ternyata disana ada Satria yang sedang menikmati hasil karyanya. Ara berjalan sembari menghentakan kakinya lalu duduk disamping Satria. Ara melipat tangannya didada, melirik Satria dan memasang muka masam.
"Kenapa kamu makan mie punya ku!" Ara mengerucutkan bibirnya
Satria yang sedang menikmati mie sambil menonton TV melirik Ara. Satria meletakkan mangkuknya.
" Maaf abis aku laper, kebetulan ada mie jadi langsung aku makan." Ara mencebikkan bibirnya
"Aku juga laper tahu, belum makan. Tadi pulang sekolah aku tidur" Ara menghembuskan nafasnya " Itu mie terakhir. Gak ada lagi, bahan makanan juga habis. Kita belum belanja"
" Maaf ya" Ucap Satria" Aku juga belum makan dari tadi" Ara mendengarnya menjadi tidak tega.
"Ya sudahlah" Ucap Ara lemah
"Apapun yang kamu minta aku kabulin deh buat ganti rugi mie nya" Sambung Satria yang merasa bersalah
" Beneran nih?" Satria mengagguk mantap
" Iya, apapun"
" Awas kalau ingkar" Satria menggagguk " Assik" Ucap Ara sumringah
Satria mengambil mangkuk mie. Ia mengambil satu sendok lalu menyodorkan pada Ara. Ara malah bengong saat sendok itu berada tepat didepan mulutnya
" Makanlah, bukannya kamu bilang belum makan?" Ara mengagguk lalu membuka mulutnya menerima suapan dari Satria. Satria menyuapkan satu sendok kemulutnya lalu menyuapi Ara dan begitu seterusnya sampai mie habis tak bersisa.
" Bersiap-siaplah. Kita pergi ke supermarket belanja bahan makanan setelah itu kita makan. Kamu masih laparkan?" Ara mengaguk " Ya sudah sana pergi siap-siap"
Ara pergi kekamar untuk membersihkan diri dan bersiap-siap pergi. Setelah Ara masuk kedalam kamar Satria menyusul setelah menaruh mangkuk didapur.
Satria menunggu Ara sembari memainkan Handphone nya. Saat Ara keluar dari kamar mandi ia kaget melihat satria sedang duduk di sofa kamar sembari mamainkan HP nya. Dengan cepat Ara mengambil bajunya dan berniat masuk ke kamar mandi lagi namun diurungkan.
__ADS_1
" Ganti saja disini" Ara memegang erat baju didadanya sembari menatap Satria tidak percaya " Aku mau mandi" Lanjutnya lalu pergi kekamar mandi
Setelah Satria masuk kekamar mandi Ara menjatuhkan bajunya. Ia memegang dadanya dan terduduk lemas dilantai.
" Dia benar-benar buat aku jantungan" Ucap Ara
Ara mengenakan baju yang tadi dia ambil dan memakai skin care miliknya. Ara memakai bedak tabur lalu mengoleskan lipgloss pada bibirnya. Setelah selesai Ara menyiapkan pakaian untuk Satria. Ara menyambar tasnya dan bergegas keluar. Ara menunggu Satria sambil menonton TV.
Cklek...
Pintu kamar terbuka. Pandangan Ara beralih dari HP kepintu kamarnya. Nampak Satria memakai celana jins dan kaos oblong yang kebesaran, keluar dari kamar. Ara menatap Satria dengan tatapan kagum.
" Kenapa makin hari dia makin ganteng aja" Ara tersenyum
Satria tersenyum melihat tingkah Ara. Ia berjalan mendekati Ara. Tanpa Ara sadari Satria sudah berada didepannya. Satria membungkukkan badannya. mendekatkan wajahnya pada wajah Ara. Semakin dekat dan semakin dekat. Hidung mereka bersentuhan dan Satria menempelkan bibirnya pada bibir Ara. Mata Ara membulat sempurna, kini ia sadar dari lamunannya. Ara ingin melepaskannya namun Satria menahan tekuk leher Ara. Satria mulai ******* bibir Ara dengan lembut. Ara diam terpaku menikmati ciuman sepihak dari Satria. Sampai Satria melepaskan pungutannya dari bibir Ara, karena merasa tidak ada respon.
Satria berdiri, kepalanya menunduk melihat Ara yang juga sedang menatapnya. Pandangan Satria terfokus lada bibir Ara. Lalu tangannya terulur membersihkan air liur yang ada dibibir Ara dengan ibu jarinya.
Suasana menjadi canggung.
" Ayo kita pergi." Ajak Satria lalu pergi meninggalkan Ara yang masih diam terpaku. Ara masih mencerna apa yang terjadi.
Suara notifikasi HP membuyarkan lamunan Ara.
Pangeran Es
" Aku tunggu dimobil"
" Achhhh bangaimana ini" ....
Ara akhirnya menyusul Satria dengan ragu. Ara sudah tiba di tempat parkir, Ara merasa berjalan dari unit apartmennya ketempat parkir menjadi sangat dekat. Ara merasa belum siap bertemu dengan Satria setelah kejadian barusan.
__ADS_1