
Untuk para readers yang nungguin update terbaru novel aku. Maaf banget seminggu ini keadaan aku down sampai bedrest jadi gak bisa update. Karena lihat cahaya aja udah pusing banget. Apalagi harus ngetik dan ngedit. Jadi saya berharap readers semua memakluminya.
Semoga kedepannya kita semua diberi kesehatan di tengah-tengah pandemi ini. Jujur aku belum pernah sakit sampai seperti ini. Apalagi seperti saudara-saudara kita yang harus dirawat karena Covid-19 dirumah sakit. Membayangkannya saja gak sanggup kaya nya. Semoga kita semua bisa bangkit dari wabah virus corona ini. Semoga yang terkena virus corona dimanapun itu bisa secepatnya sembuh.
Aamiin
...----------------...
Dion tersenyum memandang kedua sahabatnya" Gue punya rencana " Ucap Dion.
"Apa?"... Tanya Satria dan Alvin
" Mengikuti masuk kedalam jebakan mereka. Kita biarkan mereka mengira Satria bodoh karena sudah berhasil masuk dalam jebakannya" Dion tersenyum smirk
"Cuma gitu doank?" Tanya Alvin
"Ya gak lah. Pertama kita kumpulin dulu informasi yang bersangkutan tentang kejadian kemarin termasuk CCTV secara diam-diam. Sehingga saat mereka menggunakan CCTV buat ngejebak lo lagi. kita bisa membalikan keadaan disaat yang tepat"
"Lalu?" Ucap Satria tidak sabar
" Kita pura-pura saja tidak tahu apapun. Kita pura-pura saja kelimpungan nyari bukti buat membuktikan ketidak bersalahan Satria. Nah pada saat yang tepat kita Dor deh. Beri mereka peluru yang mematikan. Bukan hanya membuktikan ketidak bersalahan Satria tapi menghancurkan mereka." Alvin dan Satria mengagguk
"Lo yakin mereka bakalan ngejebak gue dengan CCTV yang udah diedit?" Tanya Satria pada Dion
Dion membusungkan dadanya dan tersenyum Devil.
"Lo ngeraguin otak gue?.. Gini gini dibandingin lo berdua" Tunjuk Dion pada Alvin dan Satria " Isi kepala gue kalau masalah ginian jauh diatas kalian" Ucap Dion bangga. Alvin dan Satria memutar matanya jengah. Tapi dalam hati mereka membenarkan perkataan Dion
" Kita bertiga harus mencari kelemahan mereka. Gue fikir kalau memang benar mereka mau fitnah lo Sat. Mereka pasti sudah menyiapkan segala sesuatunya termasuk menghapus CCTV aslinya. Tapi sekenario apa yang bakalan mereka buat untuk ngejebak lo Sat?." Ucap Alvin
"Otak mereka mah cetek. Ya ela paling juga judulnya itu SATRIA MELECEHKAN ANGEL DITOILET gitu!." Ucapnya dengan penekanan disetiap katanya
"Kalau gitu akan sulit membuktikan Satria tidak bersalah. Mereka berdua kan memang berada ditoilet". Ucap Alvin
"Lah itu mah mudah banget kita ngebuktiinnya" Satria dan Alvin Saling pandang lalu menatap Dion " Visum aja itu mudah kan"
Deg...
Satria mengepalkan tangannya lalu mengusap wajahnya kasar.
"Sial. Mereka pasti sudah melakukannya" Batin Satria
__ADS_1
"Sat lo kenapa?" Tanya Alvin melihat perubahan ekspresi Satria
"kalau memang rencana mereka seperti itu. Gue kira mereka sudah melakukan visum untuk memfitnah gue" Ucap Satria
"Maksudnya?" Tanya Alvin dan Dion berbarengan.
"Kemarin malam Angel pasti bermalam dengan seseorang dan membuat visum untuk memfitnah gue"
"Kalau memang benar itu gawat Sat" Ucap Alvin Khawatir
"Kalian tenang aja. Walaupun susah gue bakalan dapetin rekaman CCTV ditempat karoke milik keluarga Renaldi."
"Lo yakin bisa dapetin. Gimana kalau sudah dihapus?" Tanya Satria
"Tenang saja lo harus percaya gue. Dion gitu dilawan" Ucap Dion sambil membusungkan dadanya
"Gue percaya. Teman gue ini hecker terbaik" Ucap Alvin dan dianggukin Satria
"Gue pinjem notebook lo" Ucapnya pada Satria.
Satria berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamar. Dia masuk dan melihat Ara yang tidur miring memunggunginya. Ia tersenyum lalu melangkah mengambil notebook dimeja belajarnya. Lalu ia kembali ke ruang tamu dengan membawa notebook ditangannya.
"Ini" Satria memberikan notebook nya
Saat Dion Anteng dengan notebook yang berada didepannya dan Alvin sibuk dengan gadget nya. Satria terus saja melirik pintu kamarnya lalu menghela nafas.
"Sana pergi. Jangan cuma dilirik terus" Sarkas Dion
Satria menoleh Dion, begitu juga Alvin.
"Udah lah pergi aja. Kita berdua gak apa-apa. Asal jangan sampe kita dengar suara surgawi. Hahahaha!" Ucap Alvin lalu tertawa dan diikuti Dion
"Sialan lo pada" Namun tetap saja Satria berdiri dan masuk kedalam kamar.
"Dasar bucin" Ucap Alvin dan Dion berbarengan.
Cklek...
Satria masuk kedalam kamar. Terlihat Ara masih dengan posisi tidur miring memunggunginya. Satria perlahan naik ketempat tidur dan berbaring disamping Ara. Ia memeluk Ara dari belakang menaruh kepalanya diceruk leher Ara.
Cup...
__ADS_1
Satria mengecup leher Ara. Ara menggeliat merasa terganggu tapi tidak sampai bangun. Satria tersenyum melihatnya.
"Kamu tahu Ra. Aku tidak pernah mengenal yang namanya cinta. Namun kini aku rasakan itu bersama mu " Ucap Satria pelan
Satria membalikan tubuh Ara secara perlahan menghadap dirinya. Ia menenggelamkan kepala Ara didada bidangnya. Satria tersenyum sembari mengecup pucuk kepala Ara.
"I love you" Bisik Satria lalu ia ikut terlelap bersama Ara
Diluar kamar, tepatnya diruang tamu. Dion masih fokus dengan tujuannya. Sedangkan Alvin sudah mulai bosan. Ia melirik pintu kamar Satria
"Mereka sedang apa ya" Gumma Alvin pelan namun masih bisa didengar oleh Dion.
Mendengar itu Dion menghentikan kegiatannya dan mengikuti arah pandang Alvin.
"Lah paling lagi tidur mereka" Alvin mengalihkan pandangannya pada Dion " Ya secara semalam habis bergadang membobol gerbang. Hahahaha" Tawa Dion pecah seketika setelah mengatakan itu dan diikuti Alvin
"Hahahaha. Benar juga"
"Sana main PS aja kalau bosen. Kalau ini udah beres, gue tantang lo!" Lalu Dion beranjak sembari membawa gelas kosong
"Kemana lo?" Tanya Alvin
"Haus gue. Yang punya rumahnya malah ngamar jadi gue ambil sendiri. Hahahaha"
"Ayo lah kita rampok dapurnya" Ajak Alvin
Mereka pun pergi kedapur berencana membuat minuman dingin dan mengambil makanan ringan.
Dion membuka lemari es dan terkejut melihat isinya "Wah banyak juga bahan makanannya. Lengkap lagi"
"Ya ela lo bego apa pura-pura bego. Udah tahu Ara itu hobi masak. Ya pasti lengkap lah bahan makanannya. Gimana sih lo!" Ucap Alvin
"Ya iya sih. Hehe" Ucap Dion sembari menggaruk kepalanya. Lalu ia menutup pintu lemari esnya kembali.
Setelah selesai membuat minuman dingin dan mengambil beberapa bungkus makanan ringan mereka kembali keruang tamu. Dion kembali berhadapan dengan Notebook nya sedangkan Alvin sedang menyetel PS yang akan dia mainkan.
"Gimana, udah dapet belum CCTV nya?" Tanya Alvin
Dion mengalihkan pandangannya dari layar LED 10'inc itu dan menatap Alvin.
" Dikit lagi. Untungnya mereka belum menghapus rekaman CCTV nya. Kalau gak kayanya gue harus bergadang malam ini" Jawab Dion lalu kembali fokus
__ADS_1
"Bagus deh"