
"Kau bilang istrimu sangat cantik dan menarik, lalu dimana wanita itu? Aku bahkan menantikan kehadirannya sejak tadi. Nyatanya dia tidak datang dan itu artinya dia tidak seperti yang kau ucapkan." Celoteh Ploy masih dalam keadaan berbisik, ia sangat yakin seratus persen Zain masih sendiri dan ia hanya perlu sedikit kerja keras untuk meraih hati prianya. Dalam hati, Ploy bersorak gembira, ia bersumpah akan mendapatkan apa yang di inginkan hatinya dan sekaranglah waktunya.
Di saat alunan nyanyian cinta bergema di seluruh Ballroom Hotel, menghipnotis setiap orang untuk merasakan betapa indah cinta itu, dan di saat bersamaan pula masuklah sosok lain dari pada yang lain, dari segi penampilan dia terlihat sederhana, namun siapa pun yang menatap wajahnya akan terpukau pada kecantikan alami itu.
Dia lah Yuna Dinata. Wanita yang berhasil mencuri perhatian semua orang saat ia datang, gaya berpakaian aneh di tambah dengan jas hitam yang menempel di tubuhnya, dia tidak terlihat seperti akan menghadiri pesta, namun tepatnya ia terlihat seperti kucing manis yang tersesat dan tidak tahu jalan pulang.
"Lepaskan, aku akan menemui istriku!" lagi-lagi Zain menepis tangan Ploy kemudian berjalan mendekati Yuna.
Yuna yang tahu dirinya menjadi pusat perhatian hanya bisa berdiri mematung di antara ribuan pasang mata yang saat ini menatapnya dengan tatapan tak percaya.
Mengetahui wanitanya di tatap dengan tatapan aneh membuat Zain mempercepat langkah kakinya, kemudian berhambur kedalam pelukan Yuna.
__ADS_1
"Kenapa kau terlambat?"
"Apa pengawal yang mengantarmu tersesat?"
"Aku akan memecat mereka karena telah berani membuatku menunggumu begitu lama!" Celoteh Zain sambil berbisik.
Tidak ada balasan dari Yuna selain mengeratkan pelukannya, ia merasa tersanjung Zain menunggunya. Dan ia merasa tidak sia-sia memutuskan untuk kembali. Setelah melepas pelukan dari suami tampannya, ia menatap tajam kearah Ploy yang tidak terlalu jauh darinya. Dalam hati ia memaki wanita itu karena telah berani mendekati suaminya.
Cih. Wanita seperti itu yang mengalahkanku? Walau di lihat dari sudut manapun, dia benar-benar terlihat buruk. Aku yakin wanita itu pasti menjebak Zain ku. Ploy menggerutu di dalam hatinya, rasanya ia ingin mencekik wanita yang berdiri di samping pria yang sangat ia cintai sejak delapan tahun terakhir.
"Sebenarnya aku tidak terlambat. Saat aku tiba, kau sedang asyik bicara dengan perempuan itu." Celoteh Yuna sembari menunjuk Ploy dengan dagunya.
__ADS_1
"Dia terlihat genit, bisa-bisanya kau bicara dengan wanita seperti itu. Aku tidak bisa menarikmu di hadapan semua orang, aku terpaksa harus keluar. Sayangnya, saat aku akan pergi, seorang anak menabrakku hingga bajuku terkena noda ice cream." Yuna berusaha menjelaskan panjang lebar.
"Jika masalahnya seperti itu, kenapa kau tidak menghubungiku? Aku bisa memerintahkan asistenku mencarikan baju yang pas untukmu."
Belum sempat Yuna menimpali Ucapan suaminya, beberapa orang menyapa mereka dan menyodorkan tangan hendak bersalaman dengan Zain.
Yuna menatap Zain dengan tatapan penuh tanya, pria yang menjadi suaminya itu menyimpan banyak rahasia. Yuna yang tidak mempermasalahkan segalanya hanya bisa tersenyum senatural mungkin di depan tamu suaminya.
"Bisa kita bicara?"
"Sebentar saja."
__ADS_1
Yuna menoleh kearah sumber suara, dan mendapati wanita itu di belakangnya. Wanita cantik dengan pakaian super terbuka. Si centil Ploy dengan segala kekesalannya.
...***...