Terlanjur, Mengikat Janji

Terlanjur, Mengikat Janji
Part 18


__ADS_3

Hmm!


Suara helaan nafas kembali terdengar dari seorang Yuna Dinata untuk kesekian kalinya. Ia menahan amarah di hatinya, ingin melampiaskan segalanya namun masih saja tidak bisa. Jangan bertanya kenapa Yuna tidak menarik rambut Ploy yang terus mengoceh omong-kosong tentang keinginanya untuk mengambil Zain darinya, ia tidak melakukan itu hanya untuk menjaga nama baik suaminya saja.


Keluarga Zain adalah keluarga terpandang di Thailand, bayangkan apa yang akan orang pikirkan jika menantu dari keluarga Lucca bertengkar dengan Model sekaligus Aktris papan atas hanya karena wanita itu ingin merebut suaminya? Membayangkan dirinya di cibir oleh semua penggemar seorang Ploy Nan membuat Yuna merinding. Dan lebih buruk dari itu, nama baik keluarga suaminya akan di pertaruhkan jika ia sampai bertindak bar-bar.


"Haha!" Bukannya takut dengan ancaman Ploy yang akan mengambil suaminya, Yuna justru terkekeh seolah melihat tontonan yang berhasil menggelitik perutnya.


Tak percaya!

__ADS_1


Hanya dua kata itu yang terlintas di benak seorang Ploy Nan saat menatap lawan bicaranya. Selama ini Ploy selalu mendapatkan apa yang dia inginkan dengan sangat mudah, kali ini dia menemukan lawan yang berimbang.


"Suamiku punya hati, dan hatinya selalu menginginkan ku. Maksudku, dia tidak akan melihat wanita manapun karena jantungnya berdetak hanya untuk ku. Un-tuk-ku!" Ucap Yuna menegaskan.


Kebetulan yang tak di sengaja. Zain menatap Yuna dari meja berbeda, menatap Yuna dengan tatapan penuh cinta, padahal pria itu sedang membicarakan bisnis dengan rekan pengusahanya. Untuk sesaat tatapan mereka saling beradu, saling mengunci. Dan saling melempar senyuman yang sulit di artikan oleh seorang Ploy Nan.


"Zain menatapku dengan tatapan cinta."


"Kau tidak akan bisa merasakan cinta itu karena hatimu di butakan oleh keinginan buruk. Keinginan burukmu karena kamu telah berani mengancam akan mengambil suamiku. Dan baiknya, pria ku bahkan tidak melirikmu." Lagi-lagi Yuna berusaha memanas-manasi Ploy. Apakah ini buruk atau tidak, Yuna benar-benar tidak tahu, yang ia tahu ia hanya ingin melindungi prianya dari wanita seperti Ploy, wanita yang terlihat polos dan baik namun sebenarnya banyak racun yang akan ia sebarkan di setiap tempat yang tidak ia sukai.

__ADS_1


"Jika kau sudah selesai dengan pembicaraan omong kosong ini, apa aku bisa pergi? Suamiku ada disana, dia pasti membutuhkanku!" Ujar Yuna lagi, dan ini untuk kesekian kalinya seorang Yuna Dinata memanas-manasi Ploy Nan si ratu drama.


Yuna berdiri kemudian meninggalkan Ploy yang terlihat menahan kekesalannya. Mau bagaimana lagi, terlalu lama duduk bersama si ratu drama itu akan semakin membuat emosinya memuncak.


Pesta malam ini berjalan dengan sangat meriah, Yuna di kenalkan pada semua orang sebagai istri seorang Zain De Lucca. Bisa di bayangkan kan betapa bahagianya Yuna saat semua orang menatapnya dengan senyuman lebar? Iya, Yuna sangat bahagia sampai tidak bisa melepaskan senyuman dari bibirnya. Mengingat hubungan mereka selama tinggal di apartemen terasa hambar dan beresiko.


Pesta malam ini berlangsung hingga tengah malam, setelah memberikan beberapa kejutan spesial untuk beberapa karyawan yang beruntung, Zain memilih pulang, membawa Yuna bersamanya dan tentunya di mobil yang sama. Dan disinilah mereka berada sekarang, di sebuah Mansion megah yang luasnya dua kali lipat dari kediaman Dinata yang ada di Jakarta.


...***...

__ADS_1


__ADS_2