Terlanjur, Mengikat Janji

Terlanjur, Mengikat Janji
Part 26


__ADS_3

"Aku rasa, Ploy benar-benar mencintai-Mu! Jika kau belum menikah, dengan sepenuh hati aku pasti akan mendukung kalian berdua.


Aku bahagia kau mendapatkan wanita yang kau cintai. Tapi, aku juga sedih karena aku tahu Ploy pasti akan merasakan patah hati." Aron tidak berbohong, dia memang merasa sedih. Satu sahabatnya merasa bahagia dengan pernikahannya, dan satunya lagi patah hati.


"Untuk apa kau mengatakannya, jelas-jelas itu tidak berguna. Sejak awal kau sudah tahu kalau Ploy hanya sebatas teman dan rekan kerja saja bagiku. Dan tidak akan pernah lebih dari itu, hari ini dan selamanya." Cicit Zain sembari menatap Aroon dengan tatapan meyakinkan.


"Iya, aku mengerti itu. Hanya saja, Ploy yang tidak mengerti itu. Sepertinya dia sangat kesal pada istri mu." Aroon kembali meraih minumannya, meneguknya hingga tandas.


"Kau harus menjaga istrimu. Kau tahu sendiri, saat Ploy marah dia berubah menjadi macan menakutkan. Ia tidak akan segan-segan melukai lawannya, dengan elegan." Sambung Aroon lagi.

__ADS_1


Siapa lagi yang lebih mengenal Ploy lebih baik dari Zain dan Aroon? Menghabiskan banyak waktu bersama membuat mereka saling memahami.


"Tadi dia berkunjung ke kantor ku. Dia juga protes kenapa aku tidak menghentikan pernikahan kalian. Aku sampai penasaran wanita seperti apa yang kau nikahi sampai membuat Ploy merendahkannya. Aku meminta Alex mencari potret kalian saat di pesta, dia bahkan tidak bisa menemukan satu pun potret kalian berdua."


"Aku meminta media agar tidak mempublikasikan wajah istriku. Terkadang dia bersikap sangat manja, dia juga bisa bersikap dingin. Dia juga sangat lembut, aku tidak ingin orang lain mengusiknya." Zain bangun dari sofa kemudian berjalan menuju meja kerjanya. Membuka laci kemudian mengambil dokumen penting yang berisi kontrak kerjasama baru antara Lucca Entertainment dan Mourer Group.


"Kau bisa berkunjung ke Mansion ku untuk bertemu dengannya. Dan satu lagi, jika ada yang tidak kau mengerti dari surat itu kau bisa menghubungiku kapan pun yang kau mau." Ujar Zain sembari menyodorkan berkas yang ada di tangannya pada Aroon.


"Belum. Aku sudah meminta Alex mencari desainer handal. Sayangnya, dia belum menemukan kriteria yang cocok dengan perusahaan kami. Sebagai pimpinan, aku juga berusaha mencarinya. Dan, ini memang sedikit sulit." Aroon menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Sepertinya, mencari desainer yang cocok dengan gaya Ploy membuatmu kewalahan. Jika kau mau, perusahaan kami akan mengganti modelnya dengan yang baru. Bagaimana menurut Mu?"


"Tidak perlu." Jawab Aroon cepat.


"Kau tahu sendiri, kan? Ploy aktris terbaik di Negara ini. Menggantinya dengan model lain sama saja dengan menghancurkan bisnis kita." Sambung Aroon lagi.


Iya, itu memang kebenarannya. Dan Zain pun mengakui pesona seorang Ploy Nan tak bisa di ragukan lagi. Dari angka satu sampai seratus, dia berada di angka sembilan puluh sembilan. Bahkan pengikut di sosial medianya mencapai ratusan juta orang, bukankah itu menakjubkan?


"Aku yakin kau akan segera mendapatkan desainer baru yang sejalan dengan perusahaan mu. Jadi, kau tidak perlu mengeluhkan itu lagi. Aku dengar kau sampai membentak asistenmu."

__ADS_1


"Iya, itu memang benar." Balas Aroon dengan wajah berbinar, dalam hati ia mengaminkan ucapan sahabat sekaligus rekan bisnisnya, Zain De lucca.


...***...


__ADS_2