Terlanjur, Mengikat Janji

Terlanjur, Mengikat Janji
Part 24


__ADS_3

Angel Sasmita! Kau masih saja menjadi duri. Walau hanya di dalam mimpi, aku benar-benar tidak ingin melihat atau mendengar nama mu lagi. Gerutu Yuna di dalam hatinya. Wajahnya pun terlihat datar, wajah yang tadinya mengukir senyuman kini berubah masam. Pemilik nama itu benar-benar membuat mood-nya rusak.


"Aku memulai bisnis sejak usiaku dua puluh tahun. Karena hobby fotografer, perlahan dan dengan kerja keras serta dedikasi yang tinggi aku mulai terlibat dengan industri ini, dan seiring berjalannya waktu, Lucca Entertainment terus berkembang dan menjadi perusahaan hiburan terbesar di Thailand.


Suatu hari rekan bisnis Daddy memberikan penawaran luar biasa, dan dengan menjual saham yang ku punya aku berhasil mengambil alih tiga Hotel di dua Negara berbeda.


Aku melakukan semuanya bukan untuk ajang pamer atau coba-coba. Semua hal ku kerjakan dengan hati-hati sehingga saat ini aku bisa berdiri di posisi ini.


Ku tempatkan orang kepercayaan ku di Singapura dan China, tanpa memiliki keraguan sedikit pun kalau mereka bisa saja menghianatiku.

__ADS_1


Suatu hari, saat aku berkunjung ke Singapura, disana aku bertemu dengan gadis aneh yang berhasil mencuri perhatianku. Aku mulai jatuh cinta padanya sejak kami bertemu tanpa sengaja. Sampai akhirnya, aku tahu dia memiliki kontrak kerja sama dengan Lucca Entertainment, dan wanita yang berhasil mencuri perhatianku itu adalah Angel Sasmita." Urai Zain sembari menghadirkan sosok cantik Angel dalam benaknya, ia bahkan tidak menyadari Yuna mulai terlihat bosan. Bosan karena sosok yang Zain bicarakan dan sanjung-sanjung tidak sebaik yang orang duga.


"Cukup. Aku tidak ingin mendengar apa pun yang berkaitan dengan Angel. Bagiku, dia hanya masa lalumu, dan aku tidak ingin masa lalu itu menjadi bayangan hitam bagi masa depan ku." Gerutu Yuna sembari menatap tajam pada Zain yang saat ini terlihat biasa saja.


Bukannya memghiraukan ucapan Yuna, Zain malah terseyum bahagia seolah ia sedang mendapatkan kabar besar yang berhasil membuat dunianya penuh warna.


"Aku serius Zain, aku marah saat kau menyebut nama wanita itu. Jadi, jangan pernah lakukan itu jika kau tidak ingin membuat ku merasa kesal." Sambung Yuna lagi. Kekesalannya tergambar dengan jelas di wajah cantiknya. Itu bisa di pahami mengingat betapa buruknya hubungan Angel dan Yuna dulu.


"Lepaskan aku."

__ADS_1


"Bagaimana jika ada yang datang?"


"Aku tidak mau di cap sebagai istri yang mengganggu pekerjaan suaminya. Aku tidak seperti itu dan tidak akan pernah bersikap seperti itu." Celoteh Yuna untuk kesekian kalinya, ia berusaha melepaskan diri dari lilitan tangan Zain. Sayangnya, pria tampan itu tidak mau melepaskannya, dan sampai kapan pun, Zain tidak akan pernah melepaskan Yuna-nya.


"Tidak akan ada yang datang. Karena Aku telah menutup setiap pintu agar siapa pun tidak bisa mengganggu hubungan kita. Siapa pun." Zain menegaskan kalau dirinya pria setia yang akan selalu menjaga wanitanya.


"Aku hanya ingin mengatakan, aku di kelilingi oleh wanita cantik karena pekerjaanku mengharuskanku terlibat dengan mereka.


Entah itu Ploy Nan, atau aktris dan model mana pun tidak akan sanggup menggeser posisimu dari hatiku.

__ADS_1


Angel Sasmita adalah masa lalu ku, dan kau akan selalu menjadi masa depanku. Aku tidak tahu sampai kapan kau bertahan berada disisiku, aku juga tidak bisa menjamin kau tidak akan bosan denganku. Dan sebelum saat itu tiba, aku hanya ingin menghabiskan waktu kita seperti ini, sederhana namun bermakna." Aku Zain sambil mengeratkan pelukannya, ia sangat takut kehilangan Yuna, namun ia juga tidak bisa membuka rahasianya. Yuna terlalu berharga untuk seorang Zain De Lucca.


...***...


__ADS_2