Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)
Acara Tiara


__ADS_3

Srek..


Reni beranjak duduk di bangku sebelah Arin, sembari menatap Arin dari ujung kepala hingga kaki.


"sudah lama tidak lihat mu? Jadi kau benar benar sudah berhenti ya, selama hampir 2 tahun ini!" ucap Reni kepada Arin.


"mmh.. iya!" sahut Arin cuek.


"ck.. oh begini, sebenarnya aku ingin memesan sesuatu, jadi sekalian saja ya, aku kasih tau kalian untuk hari ini, teman teman ingin mengadakan reunian jadi aku kabari juga kalian!" Ujar Reni


"Satu jam lagi akan diadakan!" timpal Reni kepada Arin dan Fina.


"oh.. baiklah, dimana?" tanya Arin kepada Reni.


"Wistbel!" ucap Reni.


Arin seketika mengerutkan alisnya mendengar nama sebuah restoran yang baru luncur di Tiongkok itu.


Arin seketika menganggukan kepalanya.


"Baiklah.. aku dan Arin akan ikut!" ucap Fina yang kini ikut bersuara.


"baiklah.. jangan lupa datang!" ujar Reni.


Reni beranjak dari bangkunya dan kini meminta pelayan untuk membuatkan pesanannya, selang beberapa lama Reni kini telah berlalu pergi meninggalkan Arin dan Fina disana.


"Hehe... sory ya Rin, gak nunggu jawab dari kamu dulu!" ujar Fina kepada Arin.


"ck.. tidak perlu, kita akan pergi sekarang ayo, sebentar lagi acara reunian akan dimulai kan!" Ucap Arin yang kini beranjak pergi dan diikuti Fina yang kini menyusul gadis itu menuju mobil taxi.


Di perjalanan Arin yang kini memberitahu Ardan soal dirinya yang pulang sedikit telat.


"Mas juga akan pulang telat, klien Mas datang dan ngajak Mas makan bersama!" ujar Ardan dalam sebuah pesan.


"Loh Arka nya Mas?" tanya Arin.


"Sekalian Mas bawa!" balas Ardan lagi.


Arin seketika mengakhiri pesan tersebut dan kini menaruh kembali ponselnya di tas miliknya.


Namun di lain sisi, tampak Ardan yang kini tengah berada di sebuah ruang pertemua VIP di suatu restoran dengan seorang klien yang bernama Tn Sam yang merupakan seorang pengusaha di Swiss yang baru berdiri selama kurang lebih 4 tahun.


"Saya senang bisa kerja sama dengan Tn Ardan, saya harap kerja sama ini bisa berjalan lancar!" ucap Tn Sam kepada Ardan.


"mmh.. iya Tn Sam, saya juga begitu, tapi.. saya harap kerja ini saya mau Tn Sam sudah bisa memberikan sebuah data soal perkembangan perusahaan Thai Phie kepada Saya!" ucap Ardan kepada Tn Sam.


"baik Tn, saya sudah siapkan!" ucap Tn Sam kepada Ardan.


Di sebuah Restiran Wistbel, Arin da Fina yang kini sudah tiba di sana, Arin beranjak masuk kedalam sana bersama dengan Fina.


di sebuah ruang VIP yang dimana sudah di sebutkan oleh elayan restoran. Arin dan Fina kini menatap kearah dimana terlihat rombongan pria dan wanita.


"Oh.. itu mereka, ayo Arin!" ucap Fina yang kini menarik lembut tangan Arin dan membawanya masuk kedalam ruangan itu.

__ADS_1


Arin menatap kearah dimana rombongan berada, dan kini mengalihkan pandangannya kearah ruangan yang satunya sepertinya tengah mengadakan sebah acara besar besaran.


"tunggu? Spertinya di ruangan sebelah ingin mengadakan sebuah acar!" ucap Arin kepada Fina.


Srek..


Arin dan Fina beranjak duduk di bangku hadapan mereka.


"oh kalian?" ucap Ken kepada Arin dan Fina.


"oh.. iya!" sahut Arin yang kini mengalihkan pandangannya menatap kearah teman temannya.


Namun saat mereka berdua tengah diam, seketika Tara bersuara.


"apa kau hamil Arin?" Ucap Tara kepada Arin.


"eng iya..!" jawab Arin singkat.


"anak pertama?" tanya Wahyu kepada Arin yang kini ikut berbicara.


"Kedua!" sambung Fina.


Sontak semua mata kini menatap tak percaya kepada Arin.


"Apa? dua?".


"wah..!" gumam Ken.


Joshua seketika menatap tajam kearah Ken dan kini mengalihkan pandanganya menatap kearah Arin yang dimana terlihat gadis itu tengah mengobrol.


Joshua seketika bersuara.


"Apa kau menikah dengan Roy?" Tanya Joshua seketika.


Arin yang mendengar penuturan dari Joshua seketika dirinya menatap kearah pria itu.


"eng!" gumam Arin.


Joshua menatao kearah Arin dan kini kembali bersuara.


"Apa semuanya sudah berkumpul?" tanya Joshua kepada yang lainnya.


"tunggu, Jesika sama Tiara belum datang." sahut Ken kepada Joshua.


"eng.. mereka? apa mereka akan ikut diacara seperti ini?" tanya Joshua kepada Ken.


"Entahlah.. aku tidak tau?" sahut Ken lagi.


"ck.. tunggu, bukannya Tiara baru pulang dari Swiss beberapa bulan yang lalu, sekarang kudengar dia akan mengadakan ulantahunya di sini!"


"Mmh hari ini ulangtahun Tiara!" sahut Desi.


"hari ini?" sahut Ken.

__ADS_1


"mmh tidak kau lihat ruangan sebelah itu acara Tiara hari ini!" sahut Desi lagi.


Namun tampak dari arah pintu terlihat dua orang gadis yanh


g kini bejalan masuk keruangan mereka.


sontak semua mata tertuju kepada mereka berdua yang ternyata Jesika dan Tiara, yang baru saja tiba disana.


Jesika seketika menatap kearah Arin dan spontan dirinya menatap kearah lain dengan wajah sedikit takut.


Namun di lain sisi Tiara yang kini juga menatap kearah keberadaan Arin dan seketika dirinya beranjak duduk di depan gadis itu. Tiara menatap intens Arin dan tersenyum smrik.


Arin yang di buat bingung kini dirinya hanya berdiam saja.


"sudah lama ya Rin tidak bertemu? sekarang kau sudah tambah gemukan aja hah!" ucap Tiara kepada Arin.


"mmh iya!" sahut Arin dengan senyum terpaksa.


"woh.. ternyata kau tidak tau Tiara kalau Arin sekarang tengah hamil anak kedua!" sahut Ken kepada Tiara.


Tiara spontan menatap kearah Arin dan kini tertawa kecil.


"aku pikir kau akan menjadi orang yang sukses selama ini? ternyata kau menjadi seorang ibu yang sebentar lagi beranak dua" ucap Tiara lagi.


Jesika yang mendengar penuturan Tiara tampak di wajah gadis itu ada rasa takut.


"aah sudahlah.. jangan seperti itu Ra, bukannya kau ingin mengundang mereka semua untuk ikut diacaramu nanti!" ujar Jesika kepada Tiara.


"aa iya, aku kemari ingin mengundang kalian untuk ikut di acara ku, sekarang ayo!" ucap Tiara kepada mereka semua.


Sontak semuanya kini menatap tak percaya dengan apa yang kini gadis itu katakan.


Mereka semua kini berteriak ricus, dan bergegas menuju ruangan sebelah yang dimana acara Tiara diadakan.


Arin yang masih berdiam di bangkunya dengan cepat Fina menarik tangan gadis itu dan mengikuti yang lainnya.


di sebuah ruangan VVIP tampak begitu indah, dihiasi lampu thumbler dan beberapa balon pink yang mengudara.


Arin menatap seluruh dekorasi itu dan kini berlalu menuju sebuah meja bulat besar.dan sembari duduk di sana dan diikuti Fina dan yang lainnya.


"huh..!" gumam Arin yang terlihat lelah.


Brukk..


"Arin tampaknya kau sangat kelelahan?" ucap Fina keoada Arin.


"mmh.. sedikit, aku hanya ingin duduk saja sebentar!" sahut Arin dan sembari bersandar di sana.


Tampak acara ulangtahun itu kini telah dimulai, para tamu yang hadir juga makin ramai, Arin menatap kesana kemari mencari sesuatu.


...☘️☘️☘️...


...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...

__ADS_1


__ADS_2