
Arka Mahendra, pria muda tampan dan kaya, pria yang memiliki darah kelahiran Tiongkok, yang merupakan salah satu president CEO dunia pembisnisan, Arka yang terbilang sosok pria yang begitu dingin, cuek tapi di balik sifatnya itu tersimpan hati yang lembut seperti sang Mamah. Di usia muda yang kini menginjak umur ke 24 tahun Arka yang selalu di gemari oleh para gadis di usia muda.
terlihat pria itu kini tengah berada di sebuah Negara Indonesia, Arka yang memiliki cabang bisnis di Indonesia, kini tampak Arka yang masih berada di ruang kerjanya dan terlihat begitu sibuk sibuknya membaca sebuah dokumen.
Namun terdengar dari luar ruangan itu, suara langkah kaki yang kini memasuki ruangan tersebut dengan sedikit tergesa gesa. Arka seketika menatap kearah pintu itu dan kini tampak seorang gadis yang memiliki tinggi kisaran 155cm dengan tubuh ideal, dengan wajah yang cantik alami gadis itu merupakan sekretaris pribadi Arka.
Bela Nayla Safira gadis muda yang kini berumur genap 20 tahun, dengan rambut berwarna hitam sependek bahu. Tampak Bela kini terlihat sedikit terburu buru membawa beberapa dokumen yang harus di berikan kepada atasannya itu.
"Selamat pagi pak Arka?" ucap Bela dengan nafas tersengal, yang kini sudah berada tepat di hadapan Arka CEO nya itu.
"kamu kenapa lari?" tanya Arka bingung.
"Dokumen pak.. ada yang harus pak Arka tanda tangani!" Ucap Bela kepada Arka.
"Oh.. baiklah sini berikan kepada saya!" pinta Arka.
Bela memberikan dokumen itu kepada Arka, Arka membaca dokumen tersebut dan segera menanda tanganinya.
srek..
Arka memberikan dokumen itu kembali kepada Bela dan kini menatap wajah gadis itu yang terlihat kelelahan.
"nanti malam sibuk?" tanya Arka tiba tiba.
"eng.. tidak pak!" jawab Bela.
"ikut saya makan malam pertemuan Direktur nanti!" ujar Arka.
"baik pak!" ucap Bela.
"mmh kamu boleh pergi sekarang!" timpal Arka.
Bela menganggukan kepalanya dan kini berlalu pergi meninggalkan ruangan Direktur sembari menuju ke mejanya kembali.
Namun saat dirinya berada tepat di pertengahan ruangan karyawan Bela seketika di kejutkan dengan suara Mauren yang tiba tiba memanggilnya.
"Bel?" panggil Mauren kepada Bela.
"oh.. Auren? kenapa?" tanya Bela.
"nanti malam sibuk gak?" tanya Mauren kepada Bela.
"eng aku malam ini sibuk, kenapa Ren?" tanya Bela balik.
"ya.. pengennya tu ngajak shoping bareng di Lote Store yang baru itu, tapi karena kamu sibuk.. besok malam aja gimana?" ucap Mauren sembari bertanya.
"mmh...tidak masalah, jika aku tidak ada jadwal aku akan ikut !" ucap Bela.
__ADS_1
"okeh.. kalau begitu aku pergi dulu, semangat kerja!" ucap Mauren kepada Bela.
"fighting!" timpal Bela dan kini kembali menuju mejanya.
Namun saat dirinya hendak melangkah kan kakinya tiba tiba, dari arah belakang seseorang memanggil dirinya.
"Bela?" panggil orang itu yang tak lain Arka.
"Iya pak?" Sahut Bela spontan membalikan tubuhnya kini menghadap pria itu.
Arka tak menyahuti perkataan Bela melainkan pria itu berjalan menuju arah luar perusahaan dan saat pria itu berada tepat di hadapan gadis itu seketika Arka memberikan jas miliknya dan meminta gadis itu untuk ikut pergi bersamanya.
bruk
Fyuh.. Bela meniup sisian rambutnya yang terkena jas milik Arka.
"Bela ikut saya!" pinta Arka dengan suara sedikit berteriak.
"aa iya pak iya!" sahut Bela yang kini berlalu pergi dengan terburu buru mengikuti Arka dari belakang pria itu.
trak... trak..
suara langkah kaki di sepanjang jalan menuju parkiran perusahaan.
"huh.. begini nih kalau nasib jadi sekretaris, harus ikut kemana aja." batin Bela.
keheningan yang begitu lama terjadi di antara keduanya itu, Arka yang masih berjalan di depan kini menatap sekilas Bela yang berada di belakangnya, yang dimana terlihat gadis itu menundukan kepalanya.
"Awkh...!" pekik Bela yang terbentur sesuatu.
Arka yang ternyata sengaja berhenti, dan kini membalikan tubuhnya menatap intens gadis itu yang berdiri di hadapannya.
"Apa yang kamu lamunkan?" tanya Arka dengan mata menatap wajah Bela.
Bela spontan membalas tatapan tersebut dan kini tatapan mereka beradu satu sama lain, Arka spontan mengalihkan pandangannya dan kini kembali berlalu pergi terlebih dahulu.
"Bela cepat!" teriak Arka lagi.
"ah iya pak!" sahut Bela dengan langkah yang terburu buru.
Di parkiran kini mereka telah tiba di depan sebuah mobil mewah milik pria itu, Arka dan Bela yang masih berada di luar mobil kini tampak terlihat Arka yang tengah menatap sebuah jam tangan miliknya.
"Ambil ini!" ujar Arka memberikan konci mobil kepada Bela dan beranjak masuk kedalam mobil itu.
"iya pak!" sahut Bela dan kini ikut masuk kedalam mobil sembari duduk di bangku pengemudi.
***
__ADS_1
Di dalam mobil Bela yang belum melajukan mobilnya, seketika gadis itu bertanya akan tujuan Arka.
"pak Arka mau kita kemana?" tanya Bela hati hati.
"Kita kebutik yang di pusat kota saja!" ucap Arka.
"oh baiklah pak!" sahut Bela yang kini melajukan mobilnya meninggalkan parkiran perusahaan itu menuju butik di pusat kota.
Arka yang sedari tadi sibuk memainkan handphone nya kini pria itu menatap kearah gadis yang tengah pokus melajukan mobil miliknya melintasi jalan perkotaan itu.
"Sudah berapa lama kamu belajar menyetir mobil!" tanya Arka.
"tidak lama pak, cuma 8 bulan!" jawab Viona.
"secepat itu?" tanya Arka tak percaya.
"iya pak..!" sahut Bela.
Arka menganggukan kepalanya dan kini menatap kembali handphone miliknya.
Selang beberapa lama mereka telah sampai di sebuah butik, Arka meminta Bela untuk ikut turun bersamanya, mereka berdua beranjak masuk kedalam butik tersebut.
"selamat siang Tuan! ada yang bisa kami bantu?" ucap seorang wanita kepada Arka.
"mmh saya butuh gaun untuk gadis itu!" pinta Arka yang kini menunjuk kearah Bela yang masih menatap kesana kemari melihat gaun gaun di butik itu.
"Baik Tuan akan saya bawakan!" ucap wanita itu kepada Arka.
"mmh.." sahut Arka.
selang beberapa lama wanita itu kini kembali membawa sebuah gaun berwarna biru dongker yang begitu mini, Arka meminta wanita itu untuk membungkusnya segera.
Tak lama wanita itu kembali dengan tangan yang membawa sebuah paperbag berwarna hitam.
Arka seketika mengalihkan pandangannya kepada Bela dan kini meminta gadis itu untuk menghampirinya.
"iya pak?" tanya Bela yang kini sudah berada tepat di hadapan pria itu.
"Kamu bawa paperbag itu!" pinta Arka.
"oh iya pak!" sahut Bela yang kini mengambil paperbag itu, dan berlalu pergi mengikuti Arka menuju kembali ke mobil.
"terimakasih." ucap Bela kepada wanita itu.
...♥︎♥︎♥︎♥︎...
...𝚝𝚘 𝚋𝚎 𝚌𝚘𝚗𝚝𝚒𝚗𝚞𝚎 ...
__ADS_1
...𝚜𝚙𝚘𝚒𝚕𝚎𝚛 𝚜𝚝𝚘𝚛𝚢 𝚂𝚎𝚊𝚜𝚘𝚗 2...
...𝙱𝚊𝚋 1...