
"iya Nya?" tanya Romi yang kini sudah tiba disana
"Anterin saya ke I.C Group ya Rom." pinta Arin kepada Romi
"Eng.. Nyonya ingin bertemu sama tuan Ardan?" tanya Romi
"eng.. bukan!" jawab Arin
Romi segera membuka pintu mobil itu untuk Arin dan kini dirinya beranjak menuju tempat duduk pengemudi.
Romi segera melajukan mobilnya menuju perusahaan dimana Ardan berada.
selang beberapa menit, mereka bertiga telah tiba di perusahaan tersebut.
Arin beranjak keluar dari mobilnya dan diikuti Romi dan Yeni yang kini berada di belakangnya.
Romi hanya menatap bingung apa yang diinginkan oleh majikannya itu.
"Nyonya? apa ada sesuatu yang ingin Nyonya lakukan?" tanya Romi yang kini membuka suaranya.
"aku ingin bertemu Yuan!" ucap Arin yang kini melangkah kan kakinya menuju dalam perusahaan itu.
"Yuan?" gumam Romi
Deg...
Romi seketika teringat akan pembicaraan tuannya semalam tentang apa yang telah terjadi kepada suadara laki laki Ardan.
Romi yang hendak ingin menghentikan langkah Arin namun saat pria itu menatap kembali sosok Arin namun percuma Arin telah memasuki gedung perusahaan itu.
"Yen, kamu masuk kemobil jaga tuan muda dulu, saya mau susul Nyonya sebentar!" pinta Romi kepada Yeni
"iya Kak!" jawab Yeni yang kini kembali masuk kedalam mobil.
di sisi lain Arin yang kini sudah tiba di dalam sana, dan bergegas menuju meja resepsionis, untuk menanyakan sesuatu kepada mereka.
"Selamat pagi Nyonya, ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis itu kepada Arin
"eng.. saya ingin bertemu Yuan Renaldi, apa beliau ada di kantor sekarang?" Ujar Arin seraya bertanya
"pak Yuan, oh.. beliau masih mengadakan rapat bersama Direktur hari ini, jika Nyonya ingin menunggu mungkin satu jam lagi pak Yuan akan selesai rapat!" jawab Resepsionis itu.
"tidak.. saya harus bertemu Yuan sekarang, tolong beritahu dia!" sahut Arin lagi
Resepsionis itu seketika menatap bingung apa yang dilakukan oleh Arin.
"B baik Nyonya!" jawab resepsionis itu kepada Arin dan kini menyambungkan panggilan kepada Yuan.
"Selamat pagi pak Yuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda saat ini!" tukas resepsionis itu kepada Yuan dalam sambungan panggilan
__ADS_1
"saya masih mengadakan rapat bersama Direktur, jika dia ingin menunggu saya satu jam lagi katakan kepadanya!" jawab Yuan dalam sambungan panggilan
"Nyon..!" belum sempat Resepsionis itu melanjutkan perkataannya.
Srek...
Arin seketika merebut telpon genggam itu dari tangan resepsionis.
"Yuan, kau tau jika kau berani menunda untuk bertemu dengan ku sekarang, aku bisa membuatmu di pecat besok!" ujar Arin keoada Yuan
sontak kedua resepsionis itu terbelalak kaget mendengar perkataan dari Arin
"Sya? siapa sebenarnya perempuan itu?" tanya Yaya kepada Tasya seraya mengecilkan suaranya
"aku juga tidak tau, kenapa dia begitu berani kepada Sekretaris pribadi Direktur!" gumam Tasya yang kini berbisik kepada Yaya.
"N Nyonya.. ternyata anda?" gumam Yuan yang kini mendengar suara Arin dari sambungan panggilan.
"temui aku sekarang atau...!" ujar Arin saraya menggantungkan kalimatnya.
"B baik Nyonya saya akan kesana sekarang!" jawab Yuan
"ehh.. tunggu, jangan kasih tau Ardan kalau kamu ingin menemui saya, mengerti?" pinta Arin kepada Yuan
"mmh baik Nyonya!" ujar Yuan seraya memutuskan sambungan itu.
trak... Arin kini meletakan telpon gengam itu di atas meja resepsionis.
namun dari kejahuan Romi yang sedari tadi mencari cari keberadaan Arin.
kini dirinya menatap jauh sosok majikannya itu yang ternyata di resepsionis bagian dua.
Romi bergegas menemui Arin yang masih berada di sana.
"Nyonya?" panggil Romi yang kini sudah tiba disana
Arin seketika mengalihkan pandangannya menatap keberadaan Romi yang kini telah tiba di sana.
"Romi?" panggil Arin yang kini menatap keberadaan Romi di hadapannya.
Namun secara bersamaan dari sebuah ruangan tampak seorang pria yang kini tergesa gesa berlalu menuju arah loby perusahaan.
Dia adalah Sekretaris Yuan tampak dari wajah pria itu ada rasa sedikit takut.
Saat dirinya menghampiri keberadaan seorang gadis yang masih menunggunya disana.
"Salam Nyonya?" ucap Yuan yang kini sudah tiba di sana.
Arin spontan menatap keberadaan Yuan yang kini telah tiba disana, Arin seketika meminta Yuan untuk mengikutinya menemukan Sofia.
__ADS_1
Yuan yang mendengar permintaan Arin sektika pria itu menatap bingung apa yang akan dilakukan oleh istri atasannya itu saat ini.
"Yuan, bukan kah kau yang tau dimana Sofia berada, cepat bawa aku menemuinya sekarang!" ujar seraya meminta pria itu untuk membawanya menemui Sofia.
"eng.. kita beritahu Tn Ardan dulu bagaimana Nyonya?" ucap Yuan kepada Arin
Arin seketika menatap tajam Yuan yang memintanya untuk memberitahu Ardan saat ini.
Yuan seketika tertunduk, mengingat soal Sofia, Ardan memintanya untuk tidak memberitahu siapapun tentang gadis itu saat ini.
Srek..
"ikut aku!" Ujar Arin seraya menarik Yuan menuju luar perusahaan dan membawa pria itu kemobilnya.
"Nyonya?" panggil Yuan yang tidak berani memberitahukan maksudnya.
"apa?" tanya Arin yang kini menatap kearah Yuan
"Sebenarnya Tn Ardan meminta siapapun untuk tidak menemukan gadis itu saat ini Nyonya!" ucap Yuan sedikit gugup melihat ekspresi Arin nanti.
"apa? bagaimana bisa seperti itu, jangan mempersulit ku Yuan, cepat lakukan apa yang aku minta kepadamu!" Ucap Arin lagi.
Yuan terdiam sejenak dan kini menatap kearah Romi dan Arin secara bergantian.
"baiklah, jika kita tidak menemukannya disana, saya mohon Nyonya harus pulang setelah itu!" pinta Yuan kepada Arin
"akan ku pertimbangkan jika kau sudah membawaku kesana!" ujar Arin yang kini sudah duduk di dalam mobil.
Yuan beranjak masuk dan duduk di bagian depan mobil dan diikuti Romi yang kini duduk di bangku pengemudi.
Romi segera melajukan mobil itu meninggalkan gedung I.C Group dan melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang cukup jauh.
yaitu kota D yang memiliki jarak tempuh kurang lebih membutuhkan 3 jam perjalanan.
pukul 13.12 tampak di jalan X Arin dan yang lainnya kini sudah tiba disana.
Arin beranjak keluar dari mobilnya dan seraya menatap jauh kearah sebuah rumah yang tak jauh dari depan jalan tersebut.
"Yuan?" panggil Arin kepada Yuan
"iya Nyonya!" jawab Yuan yang kini sudah berada di samping gadis itu.
"apa itu rumah Sofia?" tanya Arin yang kini menatap kearah sebuah rumah sederhana.
"eng.. iya Nyonya! rumah yang berwarna putih itu rumah Sofia." Ujar Yuan kepada Arin
Arin menatap sekilas rumah itu dan kini beranjak pergi menghampiri rumah tersebut. Dan diikuti Yuan dan Romi yang segera menyusul Arin kesana.
sesaat mereka telah tiba di depan rumah tersebut, Arin beranjak mengetuk pintu rumah itu dan kini beralih menekan sebuah bell rumah tersebut.
__ADS_1
Namun tidak tampak sedikitpun tanda tanda Sofia dari dalam sana.