
***
Sesampainya di mobil Bela yang kini hendak masuk kedalam mobil itu seketika dirinya di kejutkan dengan suara handphone yang berbunyi.
Bela sontak mengambil handphone nya dan kini menatap kesebuah layar yang dimana terlihat nama ibunya di sana.
"Halo ibuk?" ucap Bela dalam sambungan telepon.
Arka yang berada di dalam mobil dan seketika mendengar gadis itu tengah berbicara kedapa seseorang, kini pria itu menatap intens sosok Bela.
"siapa yang berbicara kepadanya saat ini?" gumam Arka.
"baiklah buk, Bela matiin dulu ya.. nanti bos Bela marah kalau Bela lama jawab telponya!" ucap Bela sembari mengakhiri panggilan itu.
Bela bergegas masuk kedalam mobil itu.
"pak Arka mau pulang atau..." belum sempat Bela melanjutkan perkataannya seketika Arka menyela.
"Keperusahaan, ada yang ingin saya ambil disana." ucap Arka.
"oh baik pak!" jawab Bela yang kini melajukan mobil itu menuju kembali keperusahaan.
Sesampainya mereka berdua di sana Arka yang masih berada di dalam mobil kini pria itu beranjak turun dan berlalu menuju kembali masuk kedalam perusahaanya.
Bela yang sudah keluar dari dalam mobil dan kini berlalu masuk kedalam sana dengan tergesa gesa menghampiri atasanya itu.
Sesampainya Bela di ruangan miliknya, dan kini meletakan paperbag itu di atas meja kerjanya dan sembari bersandar di bangku miliknya.
Bela membuang nafsnya dengan kasar sembari memijat pelan keningnya.
"kenapa sih pak Arka selalu terburu buru banget...!"
Brukk
Sontak Bela terperanjat dari tempat duduknya mendapati Arka yang tiba tiba membuka pintu ruang kerja miliknya.
"Ya Allah..!" ucap Bela kaget.
Arka seketika mengerutkan alisnya mendengar penuturan Bela seperti itu.
"kamu...?" ucap Arka yang baru menyadari kalau Bela seorang gadis muslim.
"i iya pak." jawab Bela dengan wajah tersenyum cangung.
"eng.. baiklah, ini berkas dari Tn Riyan tolong kamu salin besok pagi kamu antar kemeja saya!" ucap Arka kepada Bela.
"iya pak!" jawab Bela.
__ADS_1
Arka beranjak pergi menuju luar ruangan itu dan saat dirinya di luar, Arka terdiam sejenak mengingat Bela yang kaget seperti tadi.
Arka tersenyum dan kini berlalu pergi menuju ruangannya kembali, namun di lain sisi terlihat dua orang karyawan tanpa sengaja melihat Arka yang baru saja keluar dari ruangan Bela dengan wajah tersenyum.
"Ven..? Bela sama pak Arka punya hubungan apa?" tanya Sonya kepada Vena.
"aku juga gak tau.. tapi kau lihat tadi pak Arka senyum loh pas keluar dari ruangan Bela, apa jangan jangan Bela sama pak Arka...." belum sempat Vena melanjutkan perkataanya seketika mereka berdua di kejutkan dengan kehadiran Arka di sana.
"Jangan jangan apanya?" tanya Arka tiba tiba dengan tatapan tajam kearah dua karyawatinya itu.
"Aah..!" teriak Vena dan Sonya bersamaan.
"eng.. pak Arka.. tidak ada pak kami cuma!" gumam Vena.
"lebih baik kita kabur aja Sonya" ucap Vena berbisik kepada Sonya.
Trak.. trak..
"kabur...!" gumam Sonya pelan.
Kedua gadis itu seketika berlari menuju tempat kerja mereka, Arka yang masih berada di sana kini menatap kembali ruangan Bela dan segera berlalu pergi menuju kembali rungan kerjanya.
pukul 17.00
Bela yang baru saja selesai menyalin dokumen dokumen kini tampak gadis itu tengah bersiap siap untuk pulang.
Saat dirinya sudah selesai, Bela beranjak pergi menuju luar sembari membawa paperbag milik Arka, Bela berencana memberikan paperbag itu kepada atasannya.
Deg...
"Siapa kamu?" tanya seorang gadis yang kini berada di ruangan Arka.
"eng.. maaf Nona, saya sekretaris pribadi pak Arka, dan saya kemari untuk memberikan ini kepada pak Arka." ucap Bela.
"apa itu? Apa yang kamu berikan? Arka tidak mau menerima pemberian dari seorang gadis rendahan!" ucap gadis itu kepada Bela.
"Tidak Nona, ini milik Tuan Arka." ucap Bela lagi.
Gadis itu seketika mengerutkan alisnya dan kini beranjak menghampiri Bela dan seketika mengambil paksa paperbag itu dari tangan Bela.
Srek...
"oh.. gaun, untuk apa Arka membeli gaun?" tanya gadis itu yang kini menatap Bela dengan wajah tak suka.
"eng mungkin untuk Nona!" jawab Bela.
"oh benarkah, baiklah ini bagus kau boleh pergi sekarang." Tukas gadis itu yang kini berlalu menuju meja kerja Arka.
__ADS_1
Bela menganggukan kepalanya dan berlalu pergi menuju luar perusahaan itu dan lekas pulang kerumahnya.
Sesampainya di luar Bela beranjak memanggil sebuah taxi dan bergegas masuk.
"pak antar kejalan bunga nomor 05 ya pak!" pinta Bela kepada sopir taxi itu.
"baik Non!" ucap sopir itu yang kini melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan itu.
di lain sisi di ruangan, Arka yang kini sudah kembali dari luar seketika di kejutkan dengan kehadiran sosok gadis yang berada di ruangannya.
Deg..
Sontak Arka menatap paku gadis yang sudah lama tidak di jumpainya, gadis itu menatap keberadaan Arka yang tiba di sana, dan kini gadis itu berlari menghampiri keberadaan Arka dan memeluk tubuh pria itu.
"Sayang aku merindukan mu!" ucap gadis itu yang ternyata pacar Arka.
"eng.." gumam Arka tak bisa berkata apapun lagi.
"Arka kenapa kau tidak pernah mengunjungi ku lagi hah? kau tau tadi ada seorang gadis kemari aku pikir dia selingkuhan mu!" ucap gadis itu dengan wajah manja.
Srek..
Arka seketika melepaskan pelukan gadis itu.
"kapan kau datang?" tanya Arka kepada gadis itu yang bernama Tasya Liyodra.
Tasya Liyodra atau di sapa Tasya gadis muda yang kini berumur 23 tahun, gadis berparas cantik dan memiliki tinggi 170 an itu, Tasya yang merupakan seorang model yang kini tengah naik daun, Hubungan Tasya dan Arka yang terbilang sudah terjalin 4 tahun. Namun saat Tasya yang harus menjalani karirnya di USA, Tasya selalu menyibukan dirinya dan tak memperdulikan Arka yang selalu menghubungi gadis itu dan memberi kabar.
"Kenapa kau tidak membalas pesan ku selama 3 bulan terakhir dan sekarang kau datang menemui ku?" tanya Arka.
"eng.. apa kau marah kepada ku? Aku sungguh benar benar sibuk" ucap Tasya.
Arka terdiam sejenak dan kini menatap kesebuah paperbag yang barusan diberikannya kepada Bela.
"kenapa itu bisa ada disini!" gumam Arka.
"apa yang kamu pikirkan?" tanya Tasya yang kini menatap kearah paperbag.
"seorang gadis memberikannya kepadaku, katanya itu punya mu dan aku lihat itu gaun.. apa kau membelikannya untuku sayang!" ucap Tasya.
Arka yang mendengar penuturan Tasya seketika di dalam hati pria itu ada api yang membara mendengar perkataan gadis itu barusan.
"dia mengembalikannya begitu saja!" batin Arka penuh amarah.
Srek..
Arka mengambil kembali paperbag itu yang terletak di atas meja kerjanya dan kini berlalu pergi menuju luar perusahaan dan bergegas menuju mobilnya meninggalkan perusahaan itu dan begitu juga Tasya disana.
__ADS_1
......☘️☘️☘️......
...𝚝𝚘 𝚋𝚎 𝚌𝚘𝚗𝚝𝚒𝚗𝚞𝚎...