
"eng... s saya Sekretaris Tn Ardan yang baru, Nona!" jawab gadis itu yang ternyata Cristin.
"oh.. Tn Ardan nya ada?" tanya Arin kepada Cristin.
"Eng.. Tn Ardan lagi keluar sebentar Nona, jika Nona ada perlu sesuatu mungkin Nona bisa menemui Tn Ardan lagi nanti!" ujar Cristin kepada Arin.
Yang kini menatap Arin dari ujung kepala hingga kaki, Arin yang menyadari Cristin memperhatikannya, tak memperdulikan sikap gadis itu kepadanya.
"saya akan menunggu Tn Ardan saja!" sahut Arin yang kini hendak duduk di sofa.
"eng.. Nona, bagaimana jika Nona menunggu Tn Ardan di ruangan tamu saja!" ujar Cristin.
"eng.. kenapa? apa saya tidak boleh duduk dan menunggu Tn Ardan disini?" tanya Arin.
"Tn Ardan tidak menyukai seseorang masuk kedalam ruangannya Nona!" ujar Cristin.
"lalu dia pikir dirinya saat ini berada di mana? di alam baka?" batin Arin yang terlihat jengkel.
"baiklah.. Saya akan menunggu Tn Ardan disana!" timpal Arin yang kini beranjak dari sofa.
Saat sebelum dirinya benar benar pergi Arin menatap keberadaan Cristin sekilas.
"oh begini saja sampai kan kepada Tn Ardan kalau saya tadi ingin menemuinya! Saya akan permisi terlebih dahulu." ujar Arin seraya berjalan menuju luar ruangan itu.
Cristin manganggukan kepalanya dan seraya menatap kepergian Arin dari ruangan itu.
Namun saat dirinya sudah berada di luar Arin seketika membuang nafasnya dengan kasar, seraya berlalu pergi meninggalkan perusahaan itu.
***
"Selamat soreh Nyonya?" ucap para karyawan kepada Arin.
Saat dirinya melangkah kan kakinya menelusuri sisi parusahaan itu dan bergegas menuju kearah luar.
"mmh soreh!" jawab Arin dengan senyuman kepada karyawan yang sedari tadi menyapanya.
di luar perusahaan Arin yang kini sudah tiba di sana.
Arin kini meraih ponselnya dan segera menelpon Fina.
"Hallo Arin?" ucap Fina.
Yang kini sudah terhubung dalam panggilan.
"Hallo, Fin.. kamu sibuk gak?" tanya Arin kepada Fina.
"eng.. nggak kok, kenapa ingin ajak keluar ya?" tanya Fina seraya menggoda Arin.
"hehe.. iya sudah lama kita gak temu, aku tunggu di Restoran Baberque okeh!" ucap Arin kepada Fina.
"wih.. ada yang mau traktir nih!" ucap Fina seraya tersenyum.
"iya iya... aku traktir kita makan malam bersama sekalian okeh." ucap Arin seraya tertawa kecil.
__ADS_1
"siap buk bos, otw...!" Sahut Fina yang kini mengakhiri panggilan tersebut.
Tut...
Arin menaruh ponselnya kembali dan beranjak menuju jalan tol, seraya menghentikan sebuah taxi.
di dalam taxi.
"pak..tolong anterin saya ke jalan xxx ya pak?" pinta Arin kepada sopir taxi itu.
"baik Nona!" ucap sopir taxi itu.
Dan seraya melajukan mobilnya menuju jalan yang di beritahukan oleh Arin.
Di dalam taxi Arin yang kini duduk di bangku penumpang, tampak terlihat di wajah gadis itu tengah memikirkan sesuatu.
Namun saat dirinya tengah larut dalam pemikirannya, Arin seketika di kejutkan dengan suara sopir taxi yang kini membuyarkan lamunannya.
"Nona? kita sudah sampai." ucap sopir taxi itu kepada Arin.
"eng.. oh iya pak!" jawab Arin seraya memberikan uang kepada sopir taxi itu.
Dan beranjak keluar dari dalam taxi dan seraya menuju kearah restoran Baberque.
Sesampainya Arin di dalam restoran tersebut, Arin kini menatap kesana kemari mencari meja kosong untuk dirinya dan Fina.
Namun di arah lain tampak seorang pria kini tengah menatap kearah Arin yang kini berlalu menuju kesebuah meja yang terletak di dekat jendela.
Pria itu menatap lekat sosok Arin dan seraya tersenyum.
Arin mengacungkan tangannya kearah seorang pelayan restoran.
"Iya Nona, apa anda mau pesan sesuatu?" tanya pelayan restoran itu kepada Arin yang kini sudah tiba di sana.
"eng.. saya mau pesana paket Baberque dan Jus jeruk dua!" ucap Arin kepada pelayan restoran itu.
"baik Nona, apa masih ada lagi?" Tanya ppelayan restoran itu seraya mencatat pesanan.
"aah tidak itu saja!" jawab Arin seraya tersenyum.
Pelayan itu segera berlalu meninggalkan Arin dan beranjak menuju dapur.
Namun secara bersamaan tampak seorang pria yang kini menghampiri Arin di mejanya. Tanpa basa basi pria itu seketika duduk dan kini menatap senyum Arin.
Deg...
Arin terkejut mendapati seorang pria asing kini duduk di hadapannya.
"Hai Nona?" sapa pria itu kepada Arin.
"eng.. H Hai?" ucap Arin terbata bata.
"boleh aku duduk disini?" tanya pria itu.
__ADS_1
"eng.. maaf Tuan, disini sudah ada teman saya!" ujar Arin mencoba berbicara baik baik.
"oh.. siapa teman mu? aku tidak melihatnya sedari tadi?" tanya pria itu lagi.
"aah.. eng.. dia belum tiba Tuan!" ucap Arin lagi.
"mmh.. Nona boleh aku tau siapa nama mu?" tanya pria itu lagi kepada Arin.
"ah.. Arin." jawab Arin sudah terlihat jenuh akan sosok pria itu yang sedikit mengganggunya.
"Ahk..!" belum sempat pria itu melanjutkan perkataannya seketika, seseorang kini bersuara.
"Arin?" panggil seseorang kepada Arin.
"oh.. Fina kau sudah tiba, duduk lah!" Pinta Arin kepada Fina yang kini sudah tiba disana.
"eng iya." jawab Fina yang kini duduk di bangku kosong yang berada di samping Arin.
"oh.. apa dia teman mu Rin?" tanya Fina.
"eng bukan!" jawab Arin spontan.
"Aa.. oh aku kira dia teman mu, Tuan maaf kan aku!" ucap Fina seraya tersenyum kearah pria itu.
"haha tidak masalah." ucap pria itu seraya terkekeh.
"baiklah.. aku pergi dulu Nona Nona!" ucap pria itu seraya berlalu pergi meninggalkan Arin dan Fina di meja mereka.
Arin dan Fina menganggukan kepala mereka, Arin menatap sekilas pria itu.
Yang kini sudah pergi dari sana, namun secara bersamaan pesanan mereka telah tiba, pelayan restoran itu meletakan makanan makanan itu di atas meja mereka.
"terima kasih!" ucap Arin kepada pelayan itu.
Pelayan restoran itu menganggukan kepalanya seraya tersenyum, dan kini berlalu pergi kembali bekerja.
"Oh ya Rin, tumben sekali ngajak makan diluar kenapa?" tanya Fina kepada Arin.
"Mmh nggak kenapa kok, cuma masih pengen makan diluar saja!" jawab Arin yang kini menyantap makanannya.
"loh Arka nggak ikut nih?" tanya Fina lagi.
Arin menggelengkan kepalanya pertanda jawaban darinya, namun saat mereka tengah asik menikmati makan malam, seketika seorang pelayan kini datang menghampiri Arin dan Fina.
"maaf mengganggu Nona!" ucap pelayan itu kepada Arin dan Fina.
"Eng iya?" ucap Arin yang kini menatap kearah pelayan wanita itu.
"Nona bisakah saya meminta nomor ponsel Nona?" tanya pelayan itu kepada Arin.
"nomor saya? untuk apa?" tanya Arin bingung.
"eng.. restoran kami sedang mengadakan promo untuk pengunjung, sebagai hadiah promo setiap pengunjung akan diminta nomor nya Nona!" ucap pelayan itu kepada Arin.
__ADS_1