
"pergilah, tapi..." belum sempat Ardan melanjutkan perkataannya, seketika Arin menyela.
"sama Romi?" sambung Arin.
"hemm ya, kamu harus pergi sama Romi, saat saya tidak ada dirumah." Ucap Ardan menjelaskan.
"Hemm yaudah kalau gitu besok Arin pergi sama Romi" jawab Arin yang kini menyandarkan kepalanya di dada bidang Ardan.
Ardan membelai rambut Arin seraya menciuminya.
pukul 06.00
Drett..... dret.....
pagi dini Arin telah beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi.
namun sedikit berbeda tampak nya wajah Arin terlihat sedikit pucat dari sebelumnya.
"Hoek... !!" di kamar mandi Arin mengalami mual mual dan bahkan dirinya terlihat lemas.
"Hoek... hoek..!!" Ardan yang masih tertidur, kini beranjak bangun mendengar suara tersebut.
"Arin?" Ucap Ardan yang kini melihat kearah tempat tidur, Ardan seketika menuju kekamar mandi, tidak mendapati Arin saat berada di kamarnya.
"Arin? kamu kenapa?" Tanya Ardan yang kini berjalan menghampiri Arin.
yang masih memuntahkan isi perutnya disana, Ardan menggosok pelan punggung Arin seraya memijatnya.
"mas Ardan?" Ucap Arin yang kini mengubah posisinya duduk di atas toilet duduk.
seraya memandang Ardan yang kini berlutut di hadapannya.
"Kamu baik baik saja? Kita kerumah sakit aja gimana?" Ucap Ardan yang kini membelai wajah Arin yang sedikit pucat.
"tidak usah mas.. Arin baik baik saja, cuma mual doang kok" jawab Arin seraya tersenyum.
"tapi saya takut kamu kenapa kenapa." Ucap Ardan lagi, Arin hanya tersenyum melihat Ardan yang begitu terlihat cemas.
"Mas Ardan kekantor hari ini?" Tanya Arin kepada Ardan.
"hemm iya.." jawab Ardan singkat.
"yasudah.. mas Ardan bersiap siap, biar Arin yang siapin baju mas Ardan" timpal Arin ingin beranjak dari sana, namun dengan cepat Ardan menghentikan langkahnya.
"Kenapa Mas?" Tanya Arin bingung.
"morning kiss nya mana?" Ucap Ardan seraya menunjukan bibirnya, Arin seketika menatap bingung Ardan.
"tapi mas Arin belum gosok gigi loh, nanti saja gimana?" Ucap Arin kepada Ardan.
"tidak perlu, sekarang saja" tukas Ardan seraya tersenyum.
"tapi...mas" tanpa basa basi Ardan seketika mencium bibir itu cukup lama.
__ADS_1
Arin mendapati dirinya seperti itu seketika wajahnya bersemu merah menahan malu akibat ulah Ardan kepadanya.
Arin seketika memegang kedua pipihnya seraya berlari menuju luar kamar mandi.
Ardan yang melihat Arin seperti itu seketika tertawa dengan tingkah Arin yang begitu menggemaskan baginya.
di perusahaan J.C Group, Fian yang baru saja tiba diruangannya kini hendak pergi kemobil untuk mengambil berkasnya yang tertinggal di mobilnya.
"ck.. kenapa bisa bisanya aku lupa" gumam Fian yang kini beranjak keluar dari ruangnnya menuju parkiran mobil.
namun saat dirinya tengah berada di koridor tiba tiba seseorang menabrak dirinya.
Brukk..
"akh...!!" Pekik orang itu,
"ck...!!" Gumam Fian yang kini menatap kemejanya,
"maaf tuan.. saya tid..."ucap orang itu menggantungkan kalimatnya.
"eh.. Tn Fian?" Ucap orang itu.
Fian seketika mengalihkan pandangannya kearah orang itu.
"eng... Sofia?" Ujar Fian yang kini menatap kearah Sofia yang ternyata menabraknya barusan.
"Maaf kan aku tadi aku buru buru!" Ucap Sofia kepada Fian.
"tidak apa apa... lagian aku juga tidak lihat saat berjalan" ucap Fian kepada Sofia.
Sofia tak menjawab perkataan Fian melainkan hanya menatap peria itu dengan perasaan kagum, Fian segera berlalu menuju mobilnya.
"Aahh apa yang aku lakukan!" Ucapnya seraya memegang kedua pipihnya.
Sofia segera berlalu menuju kedalam perusahaan itu untuk melakukan observasi kinerja yang di perintahkan oleh atasannya.
****
Trak.. trak...
suara seseorang yang tengah memasak, Arin yang kini tengah berada di dapur untuk membuat makan siang.
seketika sesuatu yang menyentuh pundaknya, Arin sontak membalikan tubuhnya menghadap kearah orang itu.
"eng..." gumam Arin yang kini melihat Aziah berada di hadapannya.
"Mamah?" Ucap Arin sedikit gugup, Aziah menatap jauh kedua mata itu seketika tersenyum, Arin hanya diam terpaku dan memikirkan apa yang terjadi.
"Mamah mau sesuatu?" Tanya Arin lagi.
"emm.. kamu masak apa?" Tanya Aziah yang kini melihat kearah masakan yang Arin buat.
"eng.. Arin bikin Sup Mah." jawab Arin pelan, takut ibu mertuanya itu tak menyukai masakannya.
__ADS_1
Aziah terasenyum dan seketika bersuara.
"Arin? saya minta maaf atas perlakuan saya pada kamu?" Ucap Aziah yang kini beralih menatap Arin.
Arin menggelengkan kepalanya pelan, dengan tatapan berbinar.
"Mah.. tidak perlu meminta Maaf, Arin sudah memaafkan Mamah" ucap Arin yang kini tertunduk kebawah.
Aziah seketika menyentuh pundak itu dan memeluk Arin di dekapannya.
Pukul 09.00 Arin sudah selesai memasak dan kini beranjak menuju kamarnya.
Arin segera bersiap siap, saat dirinya sudah selesai Arin segera turun kebawah untuk mencari Romi.
"Rom?" Panggil Arin yang kini berada di ruang tamu.
"iya Nyonya!" Jawab Romi dari arah luar, "ada yang perlu saya bantu Nyonya?" Tanya Romi kepada Arin.
"hemm antar saya kerumah Bibi San ya Rom." ujar Arin kepada Romi, Romi menganggukan kepalanya seraya tersenyum dan kini beralu menuju mobil.
Di perjalanan Arin menatap seluruh penjuru kota dari dalam sana, di bukannya jendela itu terasa sejuknya angin pagi yang menerpa wajahnya.
"Rom...kita berhenti di 𝐅𝐀𝐋𝐂𝐄 bentar ya?" Ucap Arin kepada Romi.
"baik Nya" jawab Romi yang kini melajukan mobilnya menuju 𝐅𝐀𝐋𝐂𝐄, saat mereka telah sampai disana.
Arin segera turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam Store tersebut.
"pagi Nyonya? Ada yang perlu saya bantu?" Ucap pramuniaga itu kepada Arin yang kini sudah berada di sana.
"eng... saya mau cari .." ucap Arin yang kini memberitahukan apa yang ingin dirinya beli.
"baik Nyonya, tunggu sebentar saya akan mengambilnya" jawab pramuniaga itu yang kini menuju suatu ruangan.
namun tak lama pramuniaga itu kembali membawa sesuatu yang Arin minta.
"ini Nyonya, barang yang anda minta" ucap pramuniaga itu seraya mengeluarkan beberapa Dompet keluaran terbaru untuk Arin lihat.
"saya ambil ini satu ya, tolong kamu packing sekarang" ucap Arin kepada pramuniaga itu dan memberika kartu pembayaran kepadanya.
selah beberapa menit, kini pramuniaga itu telah kembali membawa pesanan Arin.
Arin segera beranjak keluar dan kembali kemobil dimana Romi sudah menunggu nya disana.
Romi kini kembali melajukan mobilnya menuju tempat yang telah di perintahkan kepadanya.
***
di jalan xxx kini Arin beranjak turun dari mobilnya dan berjalan menusuri gang itu, Romi yang tak ikut bersama Arin kini dirinya menunggu di mobilnya seraya memainkan ponsel miliknya.
Romi sesekali mengecek beberapa data terlihat di sana terdapat gambar seseorang dengan tato ular di lehernya, tampaknya orang tersebut merupakan buronan yang masih dalam pencarian.
Romi sesekali mengirim koneksi melalui ponselnya ke jaringan sistem protektif milik atasannya yaitu Ardan.
__ADS_1
selama ini Ardan tau keberadaan Arin melalui jejaringan yang Romi kirimkan karena itu Ardan selalu tau di mana saja Arin berada.