
Falshback
srek...
Brukk..
"huks..huks...ck ahh haak" terdengar suara kericuhan di sebuah lorong.
terlihat begitu banyak orang yang kini menantikan sebuah taruhan.
" gimana apa kalian masih mau tatuhan hah?" Teriak seseorang kepada pemain lainya.
tidak ada sautan dari sana kini mereka semua hanya berdiam dan melihat kejadian itu.
"pergilah.. kalian" tukasnya kepada yang lain, seketika semuanya kini beranjak pergi meninggalkan lorong itu.
namun dari kejauhan terlihat seseorang yang kini masih menatap jauh kearah orang yang terbaring disana dengan luka cukup parah, orang tersebut segera menghampirinya.
"apa kau baik baik saja?" Tanya orang itu kepada pemain yang pernah di kalahkannya itu.
"akh.. aku baik baik saja, kenapa kau membantu ku?" Tanya orang itu yang kini telah bangun dari sana.
"hemm aku tau aku memang sudah mengalahkan mu, tapi aku tidak bermaksud untuk membiarkan mu terbaring disana" ujar orang itu seraya membopong tubuh pemain satunya.
"haa... menyedihkan!" Ucap seseorang seketika kepada mereka berdua.
"eng..." gumam mereka berdua yang kini menatap kehadiran orang itu
"untuk apa kau masih tetap hidup, jika kau saja sudah kalah dengan dirinya" ujarnya yang kini menatap kearah yang satunya.
"maafkan aku Dio... aku.."belum sempat orang itu melanjutkan perkataanya seketika Dio menyelah perkataan itu.
"ck.. lebih baik kau berhenti saja, aku tidak butuh pemain sepertimu" ujarnya Dio lagi,
"kalian.. bawa dia" pintanya kepada anak buahnya yang lain, saat anak buah Dio telah membawa orang itu pergi.
kini tinggal dirinya bersama seseorang yang berada di hadapannya, Dio menatap kearah orang itu seraya berkata.
"bagaimana, kalau kau ikut bersamaku?" Ucap Dio kepada Orang itu.
"hemm maaf tuan.. aku tidak bisa, aku tidak mau bertaruh..." ucapnya seraya ingin pergi meninggalkan Dio disana.
"oh.. bukan kah kau butuh uang untuk biaya pengobatan ibumu!" Tukas Dio kepada orang itu.
seketika orang itu berhenti melangkahkan kakinya dan kembali menatap Dio dengan senyum smrik diwajahnya.
"jangan ikut campur urusan ku tuan" tukas orang itu seraya berbalik, namun dari kejahuan tampak beberapa geng yang berjalan kearah mereka berdua.
"Romi?" Panggil salah satu dari anggota geng itu.
"eng..." Romi seketika mengalihkan pandangannya menatap kearah kumpulan orang itu.
"kalian?" Gumam Romi yang kini berdiam disana
"bagaimana? Apa kau mau? Aku akan menunggumu jika kau sudah berubah pikiran nanti" ujar Dio seraya berlalu pergi.
Romi menatap intens Dio yang kini telah pergi dari sana bersama anak buahnya yang lain, namun secara bersamaan salah satu anggota Romi.
__ADS_1
kini menghampirinya dan membawanya pergi dari sana. Romi kini berlalu pergi bersama kawanannya seraya berpikir jauh tentang tawaran yang di berikan orang itu kepadanya.
***
Dua hari telah berlalu, terlihat Romi yang kini telah berada di salah satu gedung tua.
disana tampak terlihat puluhan anak buah Dio yang masih berjaga disana, Romi berjalan menghampiri mereka semua.
"hei.. mau apa kau datang kemari?" Tanya anak buah Dio kepada Romi.
"aku ingin bertemu Dio!" ucapnya kepada anak buah Dio itu.
"hemm mungkin dia orang yang Dio maksud, pengganti Iyan." ujar yang satunya lagi.
"baiklah.. kau boleh masuk, Dio berada di atas sekarang" ucap orang itu kepada Romi.
Romi berjalan memasuki gedung itu dan menuju lantai atas dimana Dio berada.
di sebuah ruang tampak seseorang tengah duduk seraya meminum sebotol beer di tangannya.
Romi yang kini sudah berada disana, seketika masuk dan melihat kearah dimana Dio berada.
"selamat datang.....Romi!!" Ucapnya kepada Romi yang baru saja tiba disana.
"hemm" gumamnya singkat.
"baiklah.. apa kau sudah memikirkan perkataanku, soal bergabung dengan ku?" Tanya Dio yang kini meletakan minumannya di atas nakas.
seraya beranjak mendekati Romi.
"baiklah.. aku akan ikut bergabung dengan mu tapi...jika kau bersediah membayarku lebih" ujar Romi kepada Dio, Dio hanya tersenyum smrik dan kini menyetujui perjanjian itu.
***
"breng***!!" Teriak seseorang yang kini terlihat sangat marah
"ck... kenapa? bukan kah itu lebih pantas untuk mu Romi!" ucapnya seraya tersenyum evil.
"apa yang kau lakukan... kau membohongi ku, kembalikan uang itu kepadaku" ujar Romi dengan wajah terlihat sangat marah.
Brak...
Dio mendorong tubuh Romi dari hadapannya.
"untuk apa? kau hanya orang yang ku pertaruhkan, jadi untuk apa aku membayarmu lebih besar" ucapnya yang kini beranjak meninggalkan Romi disana, namun seketika.
Bruk...
srek...
Romi memukul keras wajah Dio, dan membuatnya terjatuh ketanah.
"breng***, kau belum tau apa yang akan ku lakukan kepadamu Romi, jika kau berani memukul ku lagi ingat... ada satu nyawa yang saat ini tengah kau perjuangkan" ucapnya yang kini mengancam kearah Romi.
namun Romi tidak memperdulikan perkataan ini melainkan terus melayangkan pukulan kearah Dio..
Bruk...
__ADS_1
bruk...
"Ahhhs... kalian, kenapa kalian diam saja, hentikan si breng*** ini" pintah Dio dengan wajah yang penuh luka lebam.
anak buah Dio segerah menghentika tindakan Romi dan membawanya pergibdari sana.
"ck.. tunggu pembalasan ku" gumam Dio yang kini beranjak berlalu meninggalkan tempat tesebut.
***
Di sebuah taman kini Romi telah berada di sana bersama dengan teman temannya.
"Romi...apa yang kau pikirkan, kenapa kau..." belum sempat orang itu melanjutkan perkataanya, seketika Romi menyela.
"Aku akan berhenti... kalian tidak perlu mencariku lagi" ucapnya seraya beranjak pergi dari taman itu, mereka kini hanya diam menatap kepergian Romi yang begitu saja,
Di sebuah rumah sakit ternama, tampak Romi yang kini terduduk dilantai dengan airmata masih mengalir di kedua pipihnya
Romi hanya menatap naar ruangan itu yang dimana tempat ibunya yang saat ini telah tiada, (RUANG JENAZAH) Romi seketika berlalu pergi tanpa memikirkan orang disana yang kini di tabraknya begitu saja.
Bruk...
"eh..."gumam seseorang yang kini melihat kearah perginya Romi.
"kenapa kau berdiam saja disana.. cepat kita har...."belum sempat orang itu melanjutkan perkataanya.
"kau duluan saja, aku akan menyusulmu nanti" ujar salah satunya kepada orang itu, seraya berlalu menuju luar.
kini di sebuah taman yang berada di depan rumah sakit, tampak Romi yang masih berdiam disana, menatap kosong semua taman itu.
namun seketika
Srek...
seseorang kini menyentuh pundaknya, Romi seketika membalikan tubuhnya menatap kearah orang itu
"eng...!" gumam Romi yang kini menatap bingung kearah orang asing itu.
"apa yang kau pikirkan, kau berjalan terburu buru, dan menabrak ku" ucapnya dengan tangan yang masih berada di sakunya.
" eng.. maafkan aku.. aku tadi, tidak sengaja tuan" ucapnya kepada orang itu.
tidak ada jawaban dari pria itu melainkan uluran tangan yang kini mengarah kepada Romi.
"siapa namamu?" Tanyanya seketika.
"eng... Romi tuan" jawab Romi singkat.
"hemm baiklah, aku Ardan.. tampaknya kau sedang dalam masalah" ucap Ardan seketika Romi hanya tertunduk menanggapi perkataan Ardan kepadanya.
dan seraya bercerita tentang semuanya apa yang terjadi. Ardan hanya menganggukan kepalanya mendengar cerita Romi, dan kini dirinya menawarkan sesuatu kepada Romi.
yaitu pekerjaan untuknya, menjadikan Romi sebagai orang kepercayaan sekaligus kaki tangannya.
Romi tertegun mendengar perkataan Ardan yang memintanya untuk bekerja dengannya, Romi tersenyum dan menerima pekerjaan itu.
Falshback Off
__ADS_1