
"bagaimana kalua hari ini kita ke Mall, kau mau?" Tanya Fina lagi.
"hem baiklah, lagian kita sudah lama tidak jalan jalan kaya dulu lagi" jawab Arin dengan senyuman diwajahnya.
pukul 13.00
kini Fina dan Arin beranjak menuju Mall menggunakan taxi, mereka berdua berencana untuk jalan jalan hari ini.
beberapa jam kemudian, kini mereka berdua telah tiba di salah satu Mall ๐๐ง๐ฌ๐จ๐ฎ๐ฅ๐๐ข ๐๐จ๐ซ๐ฏ๐๐๐ข๐๐ง merupakan Mall terbesar di kota A.
selain Mall ๐๐จ๐ซ๐๐๐ง ๐๐ง๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐จ๐ง(๐.๐), ๐.๐ ๐๐ซ๐จ๐ฎ๐ฉ didirikan oleh salah satu pengusaha terbesar dari Kington, merupakan pengusaha nomor dua tekenal di kota A, selain ๐.๐ ๐๐ซ๐จ๐ฎ๐ฉ.
"Arin.. ayo kita kesana" ajak Fina seraya menarik tangan Arin menuju suatu tempat permainan.
"apa ini?" Tanya Arin yang kini melihat Zona permainan yang bahkan memiliki luas 2x stadion.
"ini Zona permainan kau tau semua game disini bisa kita gerakan melalui pikiran kita, ya seperti Infinity actual, itu salah satu game terbaru" jelas Fina kepada Arin.
Arin yang tak mengerti tentang permainnan, kini hanya mangut mangut saja.
"ayo kita masuk" ujar Fina yang kini membawa Arin masuk kedalam sana.
"ya.. Fina bukan kah ini terlalu mengerikan!" Ucap Arin yang melihat Vitual Zombie, dan Virtual Infinity.
"hemm" gumam Fina yang kini menatap kearah pandangan Arin, tak lama dari arah dalam terlihat seorang peria yang kini menghampiri mereka berdua.
"selamat siang Nona?, eng... maaf wanita hamil dilarang untuk memainkan permainan seperti ini" ujar peria itu kepada mereka berdua.
"oh.. iya" jawab Arin.
"eng... anda bisa menunggu disana jika teman anda ingin pergi bermain Nona" ujar peria itu lagi seraya menunjuk bangku tunggu pengunjung.
Arin menganggukan kepalanya seakan akan mengerti, Kini Arin beralih menuju tempat duduk itu dan menyuruh Fina untuk bermain sendirian disana.
beberapa jam berlalu Kini Arin dan Fina mereka berdua pergi menelusuri Mall itu.
seraya menikmati minuman yang mereka beli, namun dari kejahuan tampak seorang wanita kini menghampiri mereka berdua.
"oh.. bukan kah kau Arin?" ucap wanita itu yang kini melihat kearah mereka.
Arin dan Fina sontak melihat kearah seseorang yang membicarakan mereka.
"Oh.. ternyata benar kalian berdua" ujar wanita itu kini menatap Arin dan Fina.
"ternyata kau Rani" ujar Fina tampak di wajahnya terlihat tak menyukai kehadiran gadis itu.
Rani kini beralih menatap Arin dan seketika pandangannya menatap perut Arin.
"apa kau hamil? tampaknya kau benar benar hamil, ck wanita seperti mu ternyata lebih handal ya bermain dengan peria di luar sana" ucap Rani merendahkan Arin, Arin hanya diam tak menghiraukan perkataan Rani.
"jaga bicaramu Ran, jadi kau menghampiri kami hanya untuk ini" ucap Fina kesalยก
__ADS_1
"hemm tidak.. oh bukannya kau sudah tau, beberapa minggu lagi, anak anak akan mengadakan Reuni, jadi aku hanya ingin memberitahukan, kalau lokasinya berada di ๐๐ง๐ฌ๐จ๐ฎ๐ฅ๐๐ข ๐๐๐ฌ๐จ๐ซ๐ญ" jelas Rani kepada Fina.
"oh.. kau juga bisa hadir disana nanti Arin, okeh baiklah aku pergi sekarang" timpal Rani seraya berlalu pergi begitu saja.
Fina hanya menahan amarahnya.
namun tidak dengan Arin yang hanya diam tanpa bersuara sedikit pun.
"sudahlah kita pulang sekarang" ujar Fina kini membawa Arin menuju luar Mall.
***
saat mereka telah tiba diluar, tampak seseorang tengah menunggu kehadiran mereka.
"Romi?" gumam Arin melihat Romi yang berdiri di depan mobil, Romi yang juga melihat kehadiran Arin kini segera menghampirinya.
"Nyonya..." ucap Romi yang kini sudah berada disana.
"hmm, kenapa kau bisa kemari Rom?" Tanya Arin bingung.
"eng.. begini Nyonya, tuan meninta saya untuk menjemput Nyonya" jawab Romi, Arin menganggukan kepalanya.
" mas Ardan udah pulang?" Tanya Arin kepada Romi.
"eng.. i iya Nyonya" jawab Romi sedikit bingung.
"hemm baiklah, Fin.. aku duluan ya!" Ucap Arin kepada Fina.
namun saat dirinya sebelum pergi Arin kini melangkah kan kakinya menuju jalan tol.
"loh.. Rin?" Ucap Fina bingung.
"tidak apa apa.. makasih udah bawa aku jalan jalan" ujar Arin kepada Fina.
kini dirinya segera masuk kedalam mobil, Romi segera melajukan mobil itu menuju suatu tempat.
di dalam mobil Arin tampak bingung, kenapa Romi membawanya kemari.
"Rom.. kita mau kemana?" tanya Arin bingung.
"nanti Nyonya juga akan tau" jawab Romi yang masih pokus menyetir Arin hanya duduk diam seraya melihat keluar jendela.
di pantai, tampak sebuah Villa yang begitu indah Romi memberhentikan mobilnya disana.
Arin menatap jauh Villa itu, baru kali ini dirinya melihat Villa yang begitu indah dengan interior khas Swedia.
"Romi? Ini Villa siapa?" Tanya Arin yang kini mulai penasaran.
"eng... punya Tn Ardan Nyonya" jawab Romi.
"mari Nyonya, Tn sudah menunggu Anda didalam" ucap Romi kini meminta Arin untuk masuk kedalam sana.
__ADS_1
Di dalam Villa Arin berdecak kagum melihat isi dalam Villa itu, seraya mencari sosok Ardan disana.
namun tak terlihat dari tadi, Arin bergumam kini dirinya berada sendirian di dalam sana.
Arin segera berlalu menuju lebih jauh dalam Villa itu dan kini di sebuah pintu kaca tampak dari dalam sana sebuah pantai.
Arin melangkah kan kakinya menuju luar, melihat pemandangan pantai di malam hari dengan dihiasi lampu lampu kecil.
Arin kini menatap kesuatu Arah dimana disana terdapat sebuah pondok kecil dengan sedikit cahaya yang menderangi.
Arin yang penasaran, kini menghampiri chaya itu, seraya menatap jauh kedepan.
Saat dirinya sudah berada di sana, Arin kini melihat secarik kertas yang tertera di meja itu, di bukanya kertas itu dan seraya membacanya.
namun seketika..
Trek....
brus...
***
Arin terhentak kaget, melihat cahaya itu kini menjadi lebih dari satu, Arin menatap kebawah di pandangnya cahaya lilin itu seraya memutari tubuhnya.
Deg...
Arin seketika tersenyum melihat lilin itu yang ternyata membentuk suatu gambar hati.
namun seketika sebuah kembang api kini menghiasi langit langit malam di pantai itu.
Arin mendongak kan kepalanya menatap kagum pemandangan itu.
namun seketika. Sebuah pelukan kini mendarat di tubhnya, Arin yang merasakan sentuhan itu spontan membalik tubuhnya menghadap kearah seseorang yang kini tengah memeluknya.
"Mas Ardan?" Gumam Arin yang kini menatap Ardan.
yang berada di hadapannya, dengan wajah yang sangat dekat. Ardan seketika tersenyum melihat gadis itu yang kini berada di pelukannya, Ardan kini memutar tubuh Arin kembali menghadap kedepan.
dan memintanya memandang jauh keatas, tak lama tampak beberapa cahaya dari Drone di langit.
yang kini membentuk suatu tulisan di atas sana, sebuah ungkapan perasaan, Arin tertegun seketika matanya meneteskan Airmata.
Arin kini beralih menatap Ardan dan memeluk tubuh itu seraya menangis disana.
Ardan hanya tersenyum dan mencoba menenangkan Arin, tak lama dari arah lain.
terdengar suara beberapa orang yang kini menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan membawa kue bersama mereka.
Arin seketika menatap kearah mereka dilihatnya ibu mertua dan Ayah mertuanya begitu juga yang lainnya disana.
Arin kembali meneteskan airmatanya dan kini berlalu menuju kearah mereka semua.
__ADS_1
"selamat ulang tahun sayang" ucap Aziah seraya membelai wajah Arin dan kini memeluknya.