
Cuph...
Ardan tiba tiba mencium lembut bibir Arin.
"Selamat Natal Arin!" ucap Ardan.
"Selamat Natal Mas Ardan.. !" ucap Arin dan kini beranjak duduk dan seketika gadis itu mengecup lembut pipih Ardan.
Ardan tertegun mendapati Arin yang tiba tiba seperti itu.
Arin seketika tertawa kecil melihat wajah Ardan yang begitu gemas menurutnya.
"Mas Ardan mau sampai kapan bengong!" Ucap Arin membuyarkan lamunan Ardan.
Arin yang sudah berlalu menuju kamar mandi dan kini menatap sekilas Ardan dan tersenyum kepada pria itu yang dimana Ardan masih menatap diam Arin yang begitu berbeda.
pukul 10.00
Di lantai bawah di ruang dapur terlihat Arin dan Sofia begitu juga Yeni yang kini tengah membuat kue tart.
"apa kau sudah memberitahu kak Fian? tanya Arin kepada Sofia.
"aku sudah memberitahunya, Mas Fian menyetujuinya." jawab Sofia.
"tapi aku sedikit kasihan.. jika ke tiga pria itu harus berjalan seharian nanti!" ujar Arin membayangkan sesuatu.
"palingan kaki mereka akan mati rasa saja!" timpal Sofia yang kini tertawa.
Tak lama kue yang mereka buat kini telah jadi, Arin mengambil kue itu dan meletakannya di sebuah piring pipih dan menyusun rapi kue berbentuk manusia salju itu.
Namun dari arah lain, terlihat Yeni yang kini membawa beberapa botol anggur dari gudang bawah dan kini meletakan botol botol anggur itu di atas meja bar.
...🌹🌹🌹...
Mereka bertiga menghabiskan waktu mereka untuk menyiapkan kue dan beberapa makanan hari itu, tampak hari sudah terlihat petang, Arin yang kini berada di ruang tengah sembari bersandar di sofa.
Dengan Ardan yang duduk di samping Gadis itu dengan wajah yang masih menatap fokus layar televisi.
Arin yang merasa lapar dan ingin memakan sesuatu yang berbeda seketika gadis itu meminta Ardan untuk membelikan sesuatu untuknya.
"Mas ?" panggil Arin sembari menatap Ardan yang dimana pria itu tengah asik memainkan Playtation bersama dengan Fian dan Romi.
"mmh!" jawab Ardan yang masih sibuk menatap layar televisi.
"Arin lapar mau makan Mas!" ucap Arin kepada Ardan.
"eng.. Makan aja kan bibik udah masak tadi pagi!" sahut Ardan yang masih sibuk main.
"tidak mau.. Arin mau makanan di luar Mas!" ucap Arin sembari merengek.
"tapi Mas lagi main loh sayang!" ujar Ardan
"minta Romi aja ya!" timpal Ardan.
__ADS_1
"Nggak.. maunya Mas Ardan, beliin ya Mas!" ujar Arin lagi.
"ah.. tpi..!" belum sempat Ardan melanjutkan perkataanya seketika Arin menyela.
"nanti anaknya ileran loh Mas Ardan!" ucap Arin lagi.
Ardan yang tidak terlalu mendengar perkataan Arin kini pria itu menaruh gamenya dan menatap gadis yang kini duduk di sampingnya.
"kamu mau makan apa?" Tanya Ardan.
"mau.. makan apa ya...eng.. Zurcher geschnetzeltes!" ucap Arin.
"sejak kapan kamu suka makan gituan, bukannya kamu paling gak suka makanan olahan yang aneh aneh!" tukas Ardan yang kini menatap bingung Arin.
"enggak tau..tapi Arin pengen makan yang itu Mas!" Timpal Arin lagi dan sembari tersenyum.
"apa masih ada lagi?" tanya Ardan lagi.
"eng.. nanti kemarket depan sana beli choco banana ya Mas!" pinta Arin lagi.
"baiklah.. Romi ikut saya!" pinta Ardan kepada Romi.
"aku juga mau ikut, ada sesuatu yang ingin aku beli!" sambung Fian yang kini ikut berbicara.
"baiklah.. !" sahut Ardan.
mereka bertiga beranjak pergi menuju luar Villa dan bergegas melajukan mobil mereka menuju kesuatu tempat.
...🌹🌹🌹...
"sudahlah.. lebih baik kita segera kesana!" ujar Ardan yang kini berlalu terlebih dahulu menuju kerumunan.
dan diikuti Fian dan Romi, Mereka bertiga menatap kesana kemari mencari makanan yang Arin minta.
"Bahkan kita harus serumit ini untuk mencarinya" ucap Fian yang kini bersuara.
"aku bahkan tidak tau kenapa dia meminta seperti itu!" sahut Ardan yang kini berlalu menuju salah satu penjual.
Ardan menatap seluru makanan di sana, dan kini meminta penjual itu menyiapkan pesananya yang dirinya inginkan.
"ternyata disini cukup ramai bukan!" tukas Fian sembari menatap kesana kemari.
"mmh.. oh kau ingin beli apa tadi?" tanya Ardan kepada Fian.
"sesuatu!" jawab Fian.
"oh.. saat kau sudah punya istri kau sekarang lebih suka main rahasia rahasia an ya kak!" tukas Ardan.
"ck... kenapa kau suka sekali membuat ku kesal!" ujar Fian.
"haha.. sudah lebih baik kita pergi sekarang!" sahut Ardan yang kini berlalu pergi menuju kemarket.
Namun saat mereka bertiga ingin berlalu pergi, seketika Ardan mendapat panggilan dari seseorang, Ardan segera meraih ponselnya yang dimana terdapat nama Arin disana.
__ADS_1
"halo?" ucap Ardan kepada Arin dalam sambungan telpon.
"Mas Ardan, tolong belikan Arin....!" ucap Arin yang kini menyebutkan sesuatu kepada Ardan.
"Arin.. Mas gak bisa mengingat kalau begitu, kamu kirim pesan saja, tulis apa saja yang ingin kamu beli!" pinta Ardan kepada Arin.
"oh.. baiklah, akan Arin kirim kan ke Mas Ardan!" sahut Arin yang kini mengakhiri panggilan.
tring.. suara notif.
Deg...
Ardan seketika membulatkan kedua matanya menatap isi pesan tersebut yang dimana terlihat daftar belanjaan yang begitu banyak.
Fian yang melihat Ardan begitu kaget seketika pria itu brsuara.
"apa yang Arin inginkan lagi?" tanya Fian penasaran.
"ah.. aku tidak tau kenapa dia begitu ingin membeli semua ini?" Ucap Ardan sembari menghela nafasnya.
"Benarkah!" sahut Fian yang kini ikut menatap layar ponsel Ardan.
"ups.. apa akan ada acar besar besaran nanti malam sampai sampai Arin meminta kita membeli sebanyak ini!" ujar Fian.
"huh.. sudahlah lebih baik turuti saja!" ucap Ardan yang kini berlalu pergi menuju Mall untuk membeli semua apa yang Arin inginkan.
...🌹🌹🌹...
Selang beberapa lama kini mereka bertiga telah tiba di sebuah Mall besar, Ardan beranjak masuk dan diikuti Fian dan Romi yang kini menyusulnya.
Di dalam Mall mereka bertiga segera menuju sebuah Market yang terletak di dalam Mall tersebut.
Mareka yang kini sudah tiba di sana, Ardan beranjak mengambil sebuah trolli dan bergegas menuju rak rak disana, sembari menatap daftar belanjaan di ponselnya.
tampak waktu sudah menunjukan pukul 19.00 Malam.
Ardan begitu juga Fian dan Romi yang kini terlihat ketiga pria itu tengah duduk di parkiran Mall yang, dimana tampak ketiga pria itu tengah kelelahan habis berjalan seharian di Mall.
trak.. suara kaleng di remas.
"Hoek.. !"
Ardan tiba tiba merasa mual kembali, sontak Fian dan Romi kini menatap bingung Ardan yang kini kesekian kalinya pria itu memuntahkan makanannya.
"dari tadi kau mual mual terus Ardan? apa kau masih mabuk sampai sekarang?" tanya Fian.
"entahlah.. kadang kadang rasa mual ku kambuh!" ucap Ardan.
"lebih baik kita pulang sekarang, ini sudah malam, bagaimana jika gadis gadis itu kahwatir soal kita yang belum pulang!" tukas Fian lagi.
"baiklah!" jawab Ardan.
Mereka bertiga beranjak masuk kedalam mobil dan Romi segera melajukan mobil itu menuju kembali ke Villa.
__ADS_1
...☘️☘️☘️...
...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...