
Romi menganggukan kepalanya dan kini berlalu membuka kan pintu mobil untuk Arin, Arin beranjak memasuki mobil dan diikuti oleh Yeni yang kini juga ikut masuk kesana.
Saat mereka benar benar masuk Romi kini menutup pintu mobil itu dan bergegas menuju bangku pengemudi seraya menjalan kan mobil itu menuju luar perkarangan rumah.
tak lama Yuan yang kini berada di mobil satunya bergegas melajukan mobil nya mengikuti kemana mobil Romi pergi.
Selang beberapa lama tak lama tampak di sebuah rumah megah kediaman keluarga Azhendra, terlihat dua mobil mewah yang kini memasuki perkarangan rumah itu.
Arin menatap lekat rumah itu dan kini mengalihkan pandangannya menatap kearah Yeni.
"ayo kita turun." ucap Arin kepada Yeni.
Arin beranjak keluar dari mobil dan kini berjalan masuk kedalam rumah itu, Arin yang kini berada di loby rumah seraya menatap jauh isi dalam rumah itu yang pernah dirinya tinggali sebelumnya.
Saat dirinya tengah asik menatap kearah lain, tiba tiba Arin di kejutkan dengan kehadiran Mamah mertuanya yang kini menatap senyum kearah dua orang itu.
"Arin?" panggil Aziah kepada Arin.
Arin yang mendengar namanya di panggil spontan dirinya menatap kearah Mamah mertuanya itu yang kini berjalan kearahnya.
"Mamah?" panggil Arin dengan senyuman.
Aziah memeluk lembut tubuh Arin dan kini mencium gemas wajah Arka seraya mengambil alih Arka dari gendongan Arin.
"Mah, Arin izin keluar sebentar ya Mah, Mamah gak papa kan jaga Arka sebentar, selama Arin pergi?" ucap Arin seraya bertanya kepada Aziah.
"mmh tidak masalah, pergilah biar Arka Mamah jagain disini juga ada bibik Yan sama Yeni kan buat bantu Mamah jagain Arka." Jawab Aziah kepada Arin.
"Iya Mah, Arin pergi dulu ya Mah!" sahut Arin seraya berpamitan kepada Aziah.
Arin beranjak menuju luar rumah itu dan seraya berjalan masuk kedalam mobilnya.
Arin meminta Romi melajukan mobilnya mengikuti arah titik di mana keberadaan Sofia saat ini.
Romi bergegas melajukan mobil itu meninggalkan perkarangan rumah itu dan kini menuju ke sebuah kota yang terletak agak jauh dari kota A.
Selang beberapa Jam perjalan tepat di sebuah jalan xxx Romi kini memberhentikan mobil itu tak jauh dari sebuah dari sebuah tempat Marketing yang berhadapan dengan sebuah bangunan Industri.
Arin yang masih berada di dalam mobilnya kini menatap jauh kearah beberapa rumah, yang dimana salah satu rumah itu terlihat sederhana, Arin beranjak keluar dari mobil itu dan berjalan menuju rumah tersebut.
trak.... trak...
Di depan rumah itu, Arin yang kini masih berdiam di depan sana, menatap jauh rumah itu seraya mencari kesana kemari seseorang.
Arin beranjak menuju teras rumah itu dan seraya mengetuk pintu rumah tersebut.
__ADS_1
Tok.. tok..
Tak ada sahutan dari seseorang dalam rumah itu.
Arin mencoba mengetuk lagi rumah tersebut namun sama tidak ada sedikitpun seseorang yang membuka pintu rumah itu.
Namun secara bersamaan tampak seorang wanita paruh baya yang kini menatap kearah Arin yang masih berdiam di teras rumah itu. Wanita paruh baya itu memanggil Arin yang masih berdiri disana.
"Nona? Kau sedang mencari seseorang?" tanya wanita paruh baya itu kepada Arin.
Arin spontan mengalihkan pandangannya kearah seseorang yang tengah berbicara kepadanya.
"eng... selamat pagi bibik, begini.. apa bibik tau gadis yang tinggal disini pergi kemana?" tanya Arin kepada wanita paruh baya itu.
"oh.. Sofia!" ucap wanita paruh baya itu.
"aa iya bibik apa bibik tau gadis itu sekarang dimana?" tanya Arin lagi.
"Dia biasanya sedang bekerja pada saat jam begini, di marketing yang tidak jauh dari perusahaan industri sebrang sana Nona!" jawab wanita paruh baya itu kepada Arin.
Arin seketika mengalihkan pandangannya menatap jauh kearah sebuah toko merketing yang tak jauh di depan perusahaan industri.
"oh.. baiklah bibik terimakasih!" ucap Arin yang kini menatap kembali kearah wanita paruh baya itu.
Arin segera berpamitan dan kini kembali menuju dimana Yuan dan Romi berada.
"Ayo kita kesana!" pinta Arin kepada mereka berdua, seraya menunjuk sebuah toko kecil.
"eng..! Kesana Nyonya?" Tanya Romi yang kini melihat kearah toko itu.
"iya, ayo!" sahut Arin yang kini berjalan terlebih dahulu.
Romi dan Yuan bergegas mengikuti Arin yang kini sudah berada jauh di depan.
trak.. trak..
Arin menatap lekat isi toko itu dari luar jendela, tampak di sana terlihat seorang gadis muda yang tengah sibuk menyiapkan makanan untuk para pekerja.
Arin bergegas masuk kedalam toko itu namun seketika Yuan menghentikannya.
"Nyonya? apa anda yakin Sofia bekerja disini?" tanya Yuan yang kini berbicara.
"eng.. aku juga tidak tau, yang penting sekarang aku harus bertemu dengannya saat ini bagaimana pun caranya!" ujar Arin yang kini melanjutkan langkahnya, memasuki toko itu.
tring.. suara lonceng pintu berbunyi.
__ADS_1
"selamat pagi?" ucap seorang wanita kepada Arin.
"iya!" jawab Arin yang masih menatap lekat wanita itu.
Wanita itu kini tersenyum kearah Arin yang masih berada di depan pintu toko itu dengan dua orang pria yang berada di sisi nya.
Arin seketika beranjak mendekati sosok wanita itu yang masih berdiam disana dengan senyum ramah kepadanya.
"Eng.. begini? apa kau kenal dengan nama Sofia Kalysa?" tanya Arin kepada Wanita itu.
"oh... Sofia? tunggu sebentar Nona, Sofia? ada seseorang mencarimu!" ucap wanita itu seraya memanggil Sofia.
"Iya.. Bibik? ada apa?" ucap Sofia.
Deg...
Arin dan begitu juga Romi dan Yuan seketika menatap keberadaan seorang gadis yang kini berada di ambang pintu dapur.
Sofia seketika terdiam paku menatap keberadaan mereka bertiga, Yuan menatap diam Sofia dan begitu juga Romi.
"Y Yuan?" ucap Sofia kepada Yuan.
"Sofia? mereka mencari mu!" ujar wanita itu jepada Sofia.
"ah begini jika ada yang ingin kalian bicarakan, kalia bisa bicarakan disini saya permisi kedapur dulu!" ucap Wanita itu kepada Arin.
Arin menganggukan kepalanya dan kini kembali menatap kearah Sofia, tampak terlihat perut gadis itu tengah mengandung saat ini.
"bisakah kita berbicara sebentar?" ucap Arin mulai bersuara.
"eng.. apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Sofia.
Yang kini melangkah maju mendekati Arin yang masih menatap dirinya.
"Sofia, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepadamu?" ucap Arin kepada Sofia.
"Ehhg.. !" belum sempat Sofia melanjutkan perkataanya seketika wanita tadi kembali meminta mereka duduk.
"Sofia? kenapa kau membiarkan tamu untuk berdiri? Hmm kalian silahkan duduk dulu!" pinta Wanita itu kepada Arin dan yang lainnya.
"ahh iya Bibik!" jawab Arin tersenyum canggung.
Arin beranjak duduk di sebuah meja makan yang tak jauh dari ruang dapur itu.
Srek..
__ADS_1
𝑢𝑝 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑖𝑛𝑖 𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑜𝑢𝑏𝑙𝑒 𝑦𝑎 !!