
Selang beberapa lama tampak dari arah jauh terlihat sebuah mobil hitam, kini berhenti di hadapan mereka berdua. terlihat dari dalam mobil itu Arin dan Sofia beranjak keluar dari dalam sana, sembari menghampiri keberadaan Ardan dan Fian.
"apa yang terjadi?" tanya Arin yang kini sudah berada di sana.
"bukan apa apa, lebih baik kita segera pulang, nanti cuaca akan lebih dingin dari ini!" ujar Ardan kepada Arin.
"mmh baiklah..!" sahut Arin dan kini mereka berempat bergegas masuk kedalam mobil mereka, Romi yang sudah memastikan semuanya sudah masuk dan kini dirinya segera melajukan mobil itu menuju kembali 'Lausanne'.
...🌹🌹🌹...
setibanya mereka di Villa Arin yang sudah berada di depan pintu Villa itu, tampak wajah gadis itu terlihat sedikit cemas, entah apa yang saat ini tengah mengganggu pikirannya.
Namun saat dirinya tengah melamunkan sesuatu, seketika Sofia datang dan membuyarkan lamunan Arin.
"apa yang terjadi? sepertinya kau tampak cemas." ucap Sofia kepada Arin.
"mmh tidak ada!" jawab Arin.
"sudah kita masuk sekarang, cuaca sudah mulai dingin sekali!" ucap Sofia.
"mmh kau benar! ayo kita masuk!" timpal Arin lagi. dan kini mereka berdua berlalu masuk kedalam Villa dan bergegas menuju kesebuah ruangan yang dimana terdapat sebuah pemanas ruangan.
Arin beranjak duduk di sebuah sofa yang begitu empuk, Arin merebahkan tubuhnya dan bersandar di atas sana sembari memejamkan kedua matanya untuk menenangkan pikirannya saat ini.
Namun saat dirinya tengah asik memejamkan matanya, seketika Arin bersuara memanggil Sofia.
"Sofia?" panggil Arin kepada Sofia yang masih berda di sana.
"mmh!" sahut Sofia.
"perasaan ku tidak enak!." ucap Arin.
"Apa? apa yang kau pikirkan?" tanya Sofia penasaran dan kini beranjak menghampiri Arin.
"Sofia bukannya ulang tahun Mas Ardan besok bukan?" ujar Arin kepada Sofia.
"ya.. itu benar, tapi kenapa Arin? apa yang kau pikirkan?" tanya Sofia yang masih penasaran.
"Sofia? bisakah kau menemaniku keluar sebentar hari ini, kita berdua saja aku mohon!" pinta Arin kepada Sofia.
"tidak masalah!" sahut Sofia.
"baiklah.. apa Mas Ardan dan yang lainnya sudah istirahat dikamarnya?" tanya Arin lagi.
Sofia menganggukan kepalanya pertanda jawaban dari gadis itu.
"baiklah.. kita pergi sekarang!" ucap Arin dan kini beranjak bangun dari Sofa.
"tunggu tapi kita mau pergi kemana?" tanya Sofia kepada Arin.
"nanti juga kau akan tau, tapi ku mohon jangan kasih tau siapa siapa saat kita pulang!" ujar Arin.
"baiklah.. ayo, nanti hari keburu gelap!" ujar Sofia dan kini mereka berdua beranjak pergi keluar menuju suatu tempat mencari sesuatu.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Di sebuah apotik L'Become
Arin dan Sofia yang sudah tiba di sana kini tampak kedua gadis itu menatap diam kearah pintu apotik tersebut.
"tunggu kita kemari? untuk apa? apa kau ingin membelikan obat untuk Tuan Ardan?" tanya Sofia.
Arin terdiam sejenak dan kini menganggukan kepalanya dan sembari tersenyum.
"sudah kita masuk sekarang!" pinta Arin dan kini mereka berdua beranjak masuk kedalam apotik tersebut.
Di dalam sana Arin dan Sofia kini sedikit terdiam bingung, pasalnya mereka tidak tau harus berbicara menggunakan bahasa apa.
"Sofia? aku bahkan lupa kalau kita tidak bisa berbahasa mereka!" ucap Arin yang kini ingat akan hal itu.
"eng.. tunggu aku akan mentranslate dulu, baru kita bisa!" ujar Sofia yang kini membuka ponselnya.
namun saat mereka tengah sibuk membuka browser tiba tiba mereka berdua di kejutkan dengan suara seorang pramuniaga.
"Selamat soreh Nona? apa ada yang ingin anda butuhkan?" tanya paramuniaga itu kepada Arin dan Sofia.
Arin terhentak kaget dan kini menatap kearah pramuniaga itu dan tidak tau mau berbicara apa.
"eng.. !" belum sempat Arin membuka suara seketika Sofia memukul pelan pundak Arin.
"ketemu, kau ingin apa?, biar aku katakan cepat apa?" ucap Sofia menerka.
"Oh.. APA?" sahut Sofia yang kini menyadari keinginan Arin membawanya kesana.
"tunggu tunggu..kau.. apa kau?" ucap Sofia menggantungkan kalimatnya.
"Nona, jika kalian tidak berkepentingan mohon untuk memberikan jalan untuk pelanggan yang lainnya!" timpal pramuniaga itu lagi.
"ah.. tunggu, aku ingin membeli tesp*ck" ucap Sofia kepada pramuniaga itu dengan menggunakan bahasa Prancis.
"oh baiklah.. tunggu sebentar Nona, saya akan ambilkan!" ucap pramuniaga itu.
Selang beberapa lama, mereka berdua kini telah selesai membeli apa yang mereka perlukan, tampak di luar Market itu, Arin dan Sofia kini mereka berdua terdiam disana.
srek..
Sofia seketika mengulurkan sebotol minuman kepada Arin, Arin mengambil botol minuman tersebut dan sembari meneguknya minumannya.
"Arin? sudah berapa lama kau tidak datang bulan?" tanya Sofia kepada Arin.
"aku tidak.. tau, aku hanya ingin memastikannya saja!" ucap Arin lagi.
"aah sudahlah.. lebih kita pulang sekarang, ini sudah terlihat gelap, aku sudah tidak sabar untuk melihatnya!" ujar Sofia.
"melihat apa?" ucap Arin yang kini menatap kearah Sofia.
"sudah Ayolah...!" timpal Sofia dan kini menarik Arin dan kini berlalu kembali menuju Villa.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Sesampainya mereka berdua di Villa Arin dan Sofia beranjak masuk kedalam Villa tersebut, namun saat secara bersamaan tampak Ardan dan Fian yang terlihat kedua pria itu kini tengah berada di ruang tamu, sembari menatap diam kedatangan kedua gadis itu.
Arin dan Sofia yang menyadari kedua pria itu tengah menatap kearah mereka.
"apa yang akan kita katakan kepada kedua pria itu saat ini?" tanya Sofia kepada Arin.
"tenang Arin, Mas Ardan tidak akan marah kepadamu, jika kau berbicara baik baik!" batin Arin yang masih menatap diam keberadaan Ardan.
"Mas Ar...!" belum sempat Arin bersuara seketika Ardan berbicara.
"Habis dari mana kalian?" tanya Ardan.
"eng.. anu itu habis dari... luar Mas!" jawab Arin.
"luar? luar mana kalian?" tanya Fian ikut berbicara.
"Arin.. apa yang akan kita jawab sekarang?" tanya Sofia berbisik kepada Arin.
"Katakan apa saja!" bisik Arin.
"apa yang kalian bisikan?" tanya Ardan yang kini beranjak menghampiri keberadaan gadis gadis itu.
trak...
trak... suara langkah kaki yang berjalan menghampiri.
Ardan seketika mencondongkan tubuhnya, menatap lekat wajah Arin yang kini berada di hadapannya.
"Mas Ardan liatin apaan cobak?" tanya Arin yang kini membalas tatapan pria itu.
"habis dari mana Mas tanya? jawab jujur atau Mas...!"
"Arin bukan anak kecil loh Mas" ucap Arin.
Sofia dan Fian seketika terdiam bingung melihat perdebatan kedua suami istri itu.
"Sofia kalian habis dari mana?" tanya Fian.
"eng.. habis dari luar Mas!" jawab Sofia.
"jangan bohong!" ucap Fian lagi.
"eng.. Sofia habis nemenin Arin beli test...!" belum sempat Sofia melanjutkan perkataanya seketika Arin bersuara.
"Sofia?" panggil Arin sembari mengacungkan tangannya meminta gadis itu untuk tidak memberitahukan sesuatu kepada kedua pria itu.
Ardan menatap intens Arin yang begitu berbeda saat ini.
...☘️☘️☘️...
...𝐭𝐨 𝐛𝐞 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐢𝐧𝐮𝐞...
__ADS_1